Kerusuahan 21 - 22 Mei Pemerintah Akan Beritahu Siapa Dalang Dari Semua Ini

Kerusuahan 21 - 22 Mei Pemerintah akan Beritahu Siapa Dalang Dari Semua ini - Menko Polhukam Wiranto simpulan memimpin rapat koordinasi membahas situasi negara di bidang aturan dan keamanan bersama Polisi Republik Indonesia dan TNI. Wiranto mengatakan, besok Selasa 11 Juni 2019 Polisi Republik Indonesia akan memberi klarifikasi detail terkait kerusuhan 21-22 Mei yang berimbas pada penangkapan sejumlah tokoh.

Wiranto mengatakan, rapat yang beliau pimpin membahas sejumlah isu nasional, salah satunya penilaian arus pulang kampung dan balik Idulfitri 2019. Selain itu, dibahas juga terkait persiapan pengamanan sidang somasi hasil Pilpres 2019 oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang digelar perdana Jumat 14 Juni nanti.

Lihat juga : Pihak Prabowo Mengajukan Tuntutan Untuk Saya Kaprikornus Presiden atau Pemilu Diulang

Selain itu, semula usai rapat tadi bahwasanya akan ada penyampaian dari Polisi Republik Indonesia terkait penangkapan terhadap sejumlah tokoh pascakerusuhan 21-22 Mei. Namun Wiranto menyebut penyampaian akan diundur besok Selasa (11/6) supaya lebih komprehensif.

"Persiapan pengamanan sidang MK, terus lalu bagaimana proses aturan dari orang-orang yang diduga melanggar aturan pascapemilu dan sebagainya, juga termasuk kerusuhan, kan begitu," kata Wiranto kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2019).

"Kemudian tadi juga kita ingin supaya adanya satu klarifikasi secara detail mengenai tokoh-tokoh yang ditangkap, apa sebabnya, alasannya apa, besok itu akan lengkap dismapaikan ke publik. Kaprikornus bukan informasi lagi, tapi informasi program pemeriksaannya ya. Tadi aku minta eksklusif dijelaskan ke wartawan (oleh Kapolri-red) belum lengkap ya. Jadi, jangan khawatir nanti kita jelaskan ke publik. Supaya apa? supaya tidak kesimpangsiuran, begitu," sambungnya menegaskan.

Rapat di Kemenko Polhukam ini dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto. Hadir juga Jaksa Agung M Prasetyo, Kepala BNPT Suhardi Alius, sampai Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Sejumlah menteri, ibarat Menkum HAM Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, sampai Menhan Ryamizard Ryacudu, juga hadir. Rapat berlangsung tertutup.

Kerusuahan 21 - 22 Mei Pemerintah akan Beritahu Siapa Dalang Dari Semua ini 


Pihak Prabowo Mengajukan Tuntutan Untuk Aku Jadi Presiden Atau Pemilu Diulang


Pihak Prabowo Mengajukan Tuntutan Untuk Saya Kaprikornus Presiden atau Pemilu Diulang -  Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitisi (MK). Mereka mengajukan 7 tuntutan ke MK. Apa saja?

Berikut 7 tuntutan yang mereka olok-olokan ke MK sebagaimana dirangkum detikcom dari berkas gugatan, Minggu (26/5/2019):

1. Mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya.
2. Menyatakan batal dan tidak sah Keputusan KPU Nomor 987/PL.01.08-KPT/06/KPU/V/2019 wacana Penetapan Hasil Pemilu Presiden, Anggota DPRD, DPD wacana Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Nasional di Tingkat Nasional dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2019.
3. Menyatakan Capres Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin terbukti secara sah dan meyakinkan melaksanakan pelanggaran dan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis dan masif.
4. Membatalkan (mendiskualifikasi) pasangan calon presiden dan wakil nomor urut 01, Presiden H Joko Widodo dan KH Mar'uf Amin sebagai Peserta Pilpres 2019.
5. Menetapkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wapres Nomor urut 2 H Prabowo Subianto dan H Sandiaga Salahudin Uno sebagai Presiden dan Wapres terpilih masa tahun 2019-2024.

Lihat juga : Nama Amien Rais Hari Keluar Untuk di Panggil Polisi Yang Berhubungan Kasus Makar

6. Memerintahkan kepada Termohon (KPU) untuk seketika untuk mengeluarkan surat keputusan wacana penetapan H Prabowo Subianto dan H Sandiaga Salahudin Uno sebagai presiden dan wakil presiden terpilih masa tahun 2019-2014.

atau:

7. Memerintahkan Termohon (KPU-red) untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang secara jujur dan adil di seluruh wilayah Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22e ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945.

"Apabila Mahkamah beropini lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)," ujar tim hukum.

Berdasarkan keputusan KPU, jumlah bunyi sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah bunyi sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239. Sehingga selisih bunyi sebanyak 16.957.123.


Pihak Prabowo Mengajukan Tuntutan Untuk Saya Kaprikornus Presiden atau Pemilu Diulang
  

Nama Amien Rais Hari Keluar Untuk Di Panggil Polisi Yang Bekerjasama Kasus Makar


Nama Amien Rais Hari Keluar Untuk di Panggil Polisi Yang Berhubungan Kasus Makar - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya hari ini. Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Pantauan detikcom di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, pukul 10.27 WIB, Amien Rais sudah tiba. Ia tampak ditemani sekitar 5 orang.

"Sangat sehat," jawab Amien dikala ditanya kondisi kesehatannya oleh wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Sementara Amien enggan menanggapi pertanyaan dari awak media. Ia menyebut akan menunjukkan keterangan secara lengkap usai investigasi selesai.

"Nanti saya kasih press conference yang mantap, hening aja," kata Amien.

Hari ini yaitu panggilan kedua Amien sesudah pada panggilan pertama ia mangkir. Amien akan dicecar pertanyaan terkait pernyataan people power yang disampaikan tersangka Eggi Sudjana.

Lihat juga : Turut Berduka Dari Presiden Untuk Ustaz Arifin Ilham Meninggal

Sebelumnya, Amien dipanggil polisi pada pekan lalu. Tetapi ia tidak tiba tanpa alasan.

Seperti diketahui, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. Eggi menjadi tersangka makar sesudah ucapan 'people power' di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 17 April 2019.

Eggi ditahan di Polda Metro Jaya semenjak Selasa (14/5) pagi. Penahanan dilakukan sesudah polisi memanggilnya sebagai tersangka dan menangkapnya di Polda Metro Jaya seusai investigasi pada Senin (13/5) malam.


Nama Amien Rais Hari Keluar Untuk di Panggil Polisi Yang Berhubungan Kasus Makar

Kodisi Utama Di Pontianak Kondusif Dan Terkendali Pascarusuh 22 Mei


Pascarusuh 22 Mei, Situasi di Pontianak Kembali Kondusif - Sejak Kamis pagi arus kemudian lintas kendaraan bermotor dari arah Jembatan Landak sampai Jembatan Kapuas I kembali normal. Pada Rabu (22/5) lalin di lokasi diblokade massa dan pos polisi di akrab lokasi juga dibakar.

"Sejak pagi tadi blokade sudah dibuka, sehingga arus kemudian lintas kendaraan bermotor yang sempat dialihkan dari Jembatan Landak sampai Jembatan Kapuas I ke arah Jembatan Kapuas II, sekarang sudah normal kembali," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Donny Charles Go, di Pontianak, yang dilansir dari Antara, Kamis (23/5/2019).

Meskipun begitu, berdasarkan beliau personel adonan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia masih tetap disiagakan di kawasan-kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi kericuhan, menyerupai di perempatan Jalan Tanjungpura-Imam Bonjol-Pahlawan.

"Termasuk juga masih disiagakan personel adonan di Mapolsek Pontianak Timur, guna menawarkan rasa kondusif kepada masyarakat. Intinya penempatan personel adonan itu untuk menawarkan rasa kondusif pada masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyayangkan agresi tersebut yang banyak merusak banyak sekali akomodasi umum, menyerupai tiga lampu pengatur kemudian lintas, adalah di perempatan Siantan, Tanjung Hulu, dan Tanjung Raya.

"Selain itu, agresi tersebut juga telah merusak dua pos polisi, adalah di daerah sebelum Jembatan Kapuas I dan di perempatan Jalan Tanjungpura-Imam Bonjol-Pahlawan. Untuk kerusakan tiga titik lampu pengatur kemudian lintas secepatnya akan kami koordinasikan dengan Dishub Kota Pontianak, sehingga tidak mengganggu kelancaran kemudian lintas di daerah itu," ungkapnya.


Kodisi Utama di Pontianak Aman dan Terkendala Pascarusuh 22 Mei

Jokowi Mendapat Ucapan Selamat Dari Sby


Jokowi Mendapatkan Ucapan Selamat Dari SBY - Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau pihak-pihak yang belum mendapatkan hasil Pemilu 2019 menyalurkannya lewat jalur hukum. Ia berharap perselisihan hasil pemilu tidak dilakukan lewat agresi jalanan.

"Kalaupun ada kalangan yang belum puas atau belum mendapatkan hasil rekapitulasi KPU, maka sanggup disalurkan melalui jalur konstitusional. Ada jalannya dan mudah-mudahan kita, masyarakat, terhindar dari segala polemik yang diperburuk dengan aksi-aksi tidak konstitusional," ujar AHY sesudah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Rabu (22/5/2019).

Diketahui, KPU telah merampungkan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin ditetapkan menjadi pemenang Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 55,50% suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 44,50%.

Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan bunyi di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan menolak hasil Pilpres 2019 itu. Mereka berencana menggugat hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Lihat Juga : Kejadian 22 Mei Hal Yang Konyol, Lebih Baik Perbanyak Ibadah

AHY menyebut Demokrat, yang hingga sekarang masih berada di Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, mengapresiasi perilaku pasangan nomor urut 02 tersebut. Partai berlambang seolah-olah logo Mercy itu juga menawarkan kebanggaan kepada Jokowi, yang menyatakan akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kami bahagia dan lega mendengar Bapak Prabowo memberikan akidah tersebut menempuh jalur konstitusional untuk mengajukan keberatan atas hasil pemilu. Sedangkan Pak Jokowi jelaskan dengan akidah baik menjadi pemimpin dan pengayom semua. Berada di atas golongan semua alasannya itu yang kita harapkan Indonesia untuk semuanya," kata AHY
.


Senada dengan sang ayah yang juga Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), AHY menawarkan selamat atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Ia mengaku mengucapkan pribadi ketika bertemu tadi.

"Pada kesempatan baik tadi, saya mengucapkan selamat pada Presiden Jokowi atas kemenangan hasill rekap KPU 21 Mei lalu," kata AHY.

Putra sulung SBY itu menyebut sang ayah tidak hanya memberikan selamat ke Jokowi lewat video. AHY menyampaikan presiden RI ke-6 tersebut juga menelepon pribadi Jokowi atas kemenangannya di Pilpres 2019.
 
"Telah disampaikan pribadi Bapak SBY tadi malam melalui telepon dan ada video statement yang masyarakat sudah menyaksikannya bahwa ada kelegaan di hati Bapak SBY dan kita semua, bahwa kita kemarin dengarkan pribadi bahwa ada itikad semangat biar semua pihak sanggup menjaga suasana pasca-pengumuman dengan tenang damai," tuturnya.

Soal situasi politik yang terjadi pasca pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019, AHY mengingat soal persatuan bangsa yang harus dikedepankan. Ia mengimbau seluruh rakyat Indonesia bersatu dan jangan hingga terprovokasi yang sanggup mengakibatkan perpecahan.

"Jangan hingga akhir kontestasi politik yang keras, negara terbelah dalam 2 kubu yang tidak bertemu kembali. Kita sesama anak bangsa yang cinta rasa kondusif damai. Kita punya tujuan sama untuk wujudkan Indonesia makin baik adil sejahtera dan menjadi rumah besar untuk kita semua. Hari ini hingga kapan pun," ujar AHY.


Jokowi Mendapatkan Ucapan Selamat Dari SBY


Anies Soal Korban Rusuh Jakarta Semalam: Ada 6 Korban Meninggal Dunia


Anies soal Korban Rusuh Jakarta Semalam: Ada 6 Korban Meninggal Dunia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mendapat isu mengenai jumlah korban tewas dari agresi semalam menjelang 22 Mei 2019. Ada 6 korban tewas.

"Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal," kata Anies di RS Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Enam korban tewas itu berada di RS Tarakan, RS Pelni, Budi Kemuliaan, RSCM, dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.

Baca juga : Jokowi Blusukan Cari Calon Ibu Kota Baru di Kalimantan, Ini Hasilnya

"Ini per jam sembilan. Kaprikornus ada sekitar 200-an orang luka luka per jam 9. Ada 6 orang meninggal," kata Anies.

Ricuh terjadi mulai menjelang tengah malam dan gres mulai aman menjelang sahur. Pagi ini, massa kembali berdatangan ke sejumlah titik di Jakarta di antaranya di depan Bawaslu dan Jl Jatibaru Tanah Abang.


Anies soal Korban Rusuh Jakarta Semalam: Ada 6 Korban Meninggal Dunia


Jokowi Blusukan Cari Calon Ibu Kota Gres Di Kalimantan, Ini Hasilnya


Jokowi Blusukan Cari Calon Ibu Kota Baru di Kalimantan, Ini Hasilnya - Pemerintah mempunyai planning untuk memindahkan sentra pemerintahan ke wilayah di luar pulau Jawa. Presiden Joko Widodo sudah blusukan atau mengunjungi dua wilayah di Palangka Raya dan Bukit Soeharto.

Apa saja hasilnya?

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan bersama Presiden sudah melaksanakan kunjungan ke dua wilayah di luar pulau Jawa.

Dua lokasi tersebut memang dipertimbangkan secara mendalam dan lebih detail alasannya memang posisinya ada di pusatnya Indonesia atau pertengahan Indonesia.

Baca juga : Beranikah Jokowi Bentuk Kabinet Profesional Berisi Anak-anak Muda?

Menurut Bambang ada plus minus dari masing-masing lokasi yang dikunjungi. Namun antusiasme dari pemerintah tempat dan masyarakat sangat luar biasa. Bambang menyampaikan pemerintah dan masyarakat tempat siap mendukung untuk membantu proses pemindahan ini.

"Karena pada dasarnya membangun kota gres jadi bukan di atas kota yang sudah ada. Kami juga menilai seberapa besar nantinya infrastruktur yang diperlukan untuk membangun kota tersebut kedua lokasi tersebut sudah memperlihatkan gambaran," kata Bambang dalam dikala Blak-blakan dengan detikcom pekan kemudian di Jakarta.

Dia menjelaskan Presiden Jokowi sudah memperlihatkan kode kepada Bappenas terkait hal detail hasil perjalanan tersebut.

Karena itu dari hasil kunjungan itu tak dapat diputuskan apa hasilnya. Karena pihak Bappenas juga harus menurut data sekunder dan memakai data primer. Kaprikornus jikalau ada pengujian lapangan, pengujian tanah, air higienis harus dilakukan secara eksklusif dan melihat bukti fisiknya.

Baca juga : Polisi Tangkap Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi

"Karena kita ingin sentra pemerintahan gres ini yakni sesuatu yang ideal dari sisi perencanaan kota itu sendiri. Indonesia kan dikala ini belum ada kota yang direncanakan secara ideal, semuanya termasuk dari infrastrukturnya," terang dia.

Sebelumnya memang Bappenas telah melaksanakan kajian terkait sentra pemerintahan baru. Kaprikornus nantinya kota gres ini akan berjalan sebagai sentra pemerintahan dan Jakarta sebagai sentra bisnis dan jasa.

Nantinya di kota gres akan dibangun distrik pemerintahan terpadu. Sehingga kantor pemerintahan akan dalam satu wilayah.

"Tidak terpencar ibarat sekarang, Kementerian Pertanian ada di Ragunan, Kementerian PUPR ada di Kebayoran dan Istana sendiri ada di Medan Merdeka," terang dia.

Pemerintah juga mengkaji model kota gres ibarat Putra Jaya di Malaysia yakni sentra pemerintahan barunya berjarak antara 50 km - 70 km dari Jakarta.


Jokowi Blusukan Cari Calon Ibu Kota Baru di Kalimantan, Ini Hasilnya

Beranikah Joko Widodo Bentuk Kabinet Profesional Berisi Bawah Umur Muda?


Beranikah Jokowi Bentuk Kabinet Profesional Berisi Anak-anak Muda? - Joko Widodo (Jokowi) diminta mewujudkan zaken kabinet alias kabinet berisi kaum profesional jika beliau melanjutkan pemerintahannya di periode kedua nanti. Dikabarkan pula, kabinet Jokowi nantinya akan diisi kaum muda alias milenial.

Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Profesor Martani Huseini, menilai zaken kabinet berisi kaum milenial yaitu syarat untuk melunasi janji-janji Jokowi kepada rakyat. Janji-janji itu harus dilunasi.

"Presiden ke depan akan diuji janji-janji politiknya, apakah benar bisa dilaksanakan atau tidak. Kalau beliau masih berat pada faktor pendukungnya yang harus mengisi kementerian ini dan kementerian itu, maka itu akan memberatkannya untuk melunasi kesepakatan politik," kata Martani kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).


Masuknya orang-orang parpol di dingklik menteri dinilai bakal memberatkan langkah Jokowi dalam melunasi janji, mewujudkan 'legacy' pemerintahannya. Dalam kondisi mirip ini, orang-orang profesional perlu diprioritaskan demi pemerintahan yang lebih baik, bukan semata-mata untuk menyenangkan parpol pendukung.

"Parpol-parpol harus tahu diri. Kalaupun mau menaruh orang di dingklik menteri, jangan sembarangan," kata Martani.

Dia mengibaratkan kabinet pemerintahan mirip orkestra yang dipimpin presiden. Pemain terompet sampai penggesek biola harus bisa membaca not balok di partitur. Mereka juga harus patuh terhadap isyarat sang dirigen yakni presiden. Bayangkan jika pemain terompet dipilih hanya sebab beliau akrab dengan dirigen padahal tak bisa membaca partitur, bayangkan pula jika pemain musiknya tidak patuh ke dirigen. Tak akan ada simfoni yang indah.

"Maka harmonisasi itu penting dan harus disepakati semenjak awal," kata Martani.

Soal kabinet berisi kaum milenial, Martani menilai itu memang diperlukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang sarat teknologi dan inovasi. Inovasi bukannya tidak bisa dilakukan orang-orang tua, namun akan lebih gampang dilakukan kaum muda.

"Ada kekerabatan antara penemuan dengan kaum muda. Anak muda berguru lebih cepat daripada orang tua, apalagi orang di atas usia 50 tahun bakal punya keterbatasan berpikir secara biologis," kata Martani.



Pria kelahiran 1951 lulusan University Paris de Sorbonne IV ini menyadari belum dewasa muda lebih dinamis dan cepat mengikuti keadaan dengan teknologi baru. Mereka lebih cocok memimpin kementerian. 


Muda, menurutnya tidak harus selalu ditentukan umur, melainkan harus berjiwa muda. Soalnya ada pula sosok muda usia namun jiwanya cenderung tidak dinamis. Anak muda yang duduk di pemerintahan nantinya juga perlu kemampuan pemanfaatan teknologi komunikasi yang baik demi efisiensi birokrasi. Anak muda yang duduk di dingklik menteri haruslah orang yang berintegritas, kompeten, bernyali, punya renjana, dan bisa menyatukan semuanya.

"Tantangan ketika ini juga berat. Masalah sosial dan politik sudah luar biasa berat sebab sudah kadung terbelah (saat Pilpres). Ini menuntut sosok muda yang kolaboratif, bisa menyatukan semuanya," kata dia. 

Yang jelas, kaum muda lebih unggul dibandingkan kaum tua. Bila kaum muda yang kompeten ditempatkan di kabinet, itu yaitu piliahan yang tepat.

"Buat saya itu mutlak, Pemerintahan mendatang harus punya agility dan semangat berinovasi," kata Martani.


Beranikah Jokowi Bentuk Kabinet Profesional Berisi Anak-anak Muda?

Polisi Tangkap Laki-Laki Yang Ancam Penggal Kepala Joko Widodo


Polisi Tangkap Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi - Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap laki-laki yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ancaman itu disampaikan ketika beraksi di Bawaslu dan menjadi viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyampaikan laki-laki berinisial HS itu ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor. Penangkapan dilakukan pada Minggu (12/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Telah melaksanakan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial,"

Lihat juga : Rekap Pilpres di Jawa Timur Rampung, Jokowi Kalahkan Prabowo

HS dikenakan pasal Pasal 104 Kita Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 perihal ITE.

Argo merincikan HS merupakan laki-laki kelahiran Jakarta, 08 Maret 1994. Ia merupakan warga Palmerah Barat,Jakarta.


HS ditangkap karena melaksanakan pengancaman pembunuhan terhadap Jokowi ketika melaksanakan agresi di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (10/5) pukul 14.40 WIB.

Aksinya yang terekam video pribadi viral di media sosial. HS terekam mengucapkan kata-kata bahaya kepada Jokowi.

"Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah," kata HS dalam video sebagaimana disampaikan Argo.


Polisi Tangkap Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi 

Rekap Pilpres Di Jawa Timur Rampung, Joko Widodo Kalahkan Prabowo


Rekap Pilpres di Jawa Timur Rampung, Jokowi Kalahkan Prabowo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, telah menyelesaikan rekapitulasi Pemilu dan Pilpres 2019, tingkat provinsi. Hasilnya calon presiden dan wakil presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin berhasil unggul, atas capres dan cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Di Jatim, Jokowi-Ma'ruf menerima bunyi sebesar 16.231.668 dengan presentase 65,79 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya menerima 8.441.247 dengan presentase 34,21 persen.

"Perolehan total berdasarkan perhitungan terakhir tadi ada total 25.511.241 pemilih yang memakai hak pilihnya. Dari total tersebut untuk paslon 01 itu ada 16.231.668 suara. Sedangkan untuk paslon 02 ada total 8.441.247 suara," kata Ketua KPU Jatim Choirul Anam, usai rekapitulasi di Hotel Singgasana Surabaya, Sabtu (11/5).


Anam menyampaikan total bunyi di Jatim mencapai 25.511.241 pemilih, dengan bunyi tidak sah sebesar 838.326, dan bunyi sah total sebanyak 24.672.915.

Persentase kemenangan paling besar untuk Jokowi-Ma'ruf terdapat di Kabupaten Kediri, yaitu sebesar 82.50 persen. Sedangkan bagi Prabowo-Sandi persentase tersebar ada di Kabupaten Pamekasan sebanyak 83,78 persen.

Lihat juga : Menakar 'Kegentingan' Reshuffle Kabinet Jokowi

Dari data tersebut, Anam mengklaim jumlah partisipasi pemilih di Jawa Timur kali ini terbilang cukup tinggi. Anam menyebut persentasenya mencapai 82,5 persen. Hal ini melampaui sasaran nasional yaitu 77,5 persen.

"Kalau bicara partisipasi pemilih atau kehadiran di Jawa Timur tadi secara singkat kita hitung ada 82,5 persen untuk partisipasi pemilihnya. Di atas sasaran kita maupun sasaran nasional 77,5 persen," ujar Anam.

Tingkat partisipasi tersebut, kata Anam telah melampaui sasaran awal pihaknya yaitu sebanyak 80 persen. Anam pun bersyukur atas capaian itu. Ia menilai antusiasme masyarakat makim tinggi.

"Jadi Alhamdulillah sanggup terlampaui antusiasme masyarakat tiba ke TPS sangat tinggi ya," ucap Anam.

Lihat juga : Situng KPU 71%: Jokowi-Amin 56,23% Prabowo-Sandi 43,77%

Lebih lanjut, data rekapitulasi ini pun bakal dibacakan dan disahkan pagi hari nanti, pukul 09.00 WIB, untuk ditandatangani oleh saksi. Selanjutmya, Anam mengaku akam menyerahkan hasil ini ke tingkat nasional di KPU RI, pada 12 sampai 13 Mei.


"Mungkin akan berangkat tanggal 12 atau maksimal tanggal 13 Mei ke KPU RI untuk melaksanakan proses rekapitulasi jenjang berikutnya, rekapitulasi nasional di kantor KPU Republik Indonesia di Jakarta," pungkasnya.

Berikut hasil rekapitulasi sementara Tingkat Provinsi di Jawa Timur untuk Pemilihan Presiden:

1. Kediri (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 143.991 bunyi (78,71 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 38.955 bunyi (21,29 persen)

2. Blitar (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 73.660 bunyi (77,74 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 21.086 bunyi (22,26 persen)

3. Pasuruan (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 71.351 bunyi (56,95 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 53.943 bunyi (43,05 persen)

4. Mojokerto (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 60.858 bunyi (71,03 persen)
-Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 24.819 bunyi (28,97 persen)

5. Madiun (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 84.998 bunyi (71,39 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 34.069 bunyi (28,61 persen)

6. Batu (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 101.288 bunyi (74,06 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 35.470 bunyi (25,94 persen)

7. Probolinggo (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 85.184 bunyi (58,50 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 60.431 bunyi (41,50 persen)

8. Nganjuk:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 541.179 bunyi (80,40 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 131.953 bunyi (19,60 persen)

9. Ngawi:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 424.178 bunyi (78,11 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 118.860 bunyi (21,89 persen)

10. Bojonegoro:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 560.695 bunyi (67,22 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 273.461 bunyi (32,78 persen)

11. Tuban:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 533.704 bunyi (73,13 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 196.103 bunyi (26,87 persen)

12. Lamongan:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 515.751 bunyi (64,63 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 282.300 bunyi (35,37 persen)

13. Gresik:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 506.307 (66,72 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 252.515 bunyi (33,28 persen)

14. Lumajang:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 386.281 bunyi (59,28 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 265.333 bunyi (40,72 persen)

15. Pacitan:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 116.196 bunyi (41,86 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 230.810 bunyi (58,14 persen)

16. Ponorogo:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 422.016 bunyi (71,68 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 166.716 bunyi (28,32 persen)

17. Trenggalek:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 351.868 bunyi (77,01 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 105.036 bunyi (22,99 persen)

18. Tulungagung:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 550.644 bunyi (81,83 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 122.250 bunyi (18,17 persen)

19. Blitar:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 638.096 bunyi (85,21 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 110.751 bunyi (14,79 persen)

20. Kediri:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 815.883 bunyi (82,50 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 173.098 bunyi (17,50 persen)

21. Jember:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 891.208 bunyi (64,82 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 483.786 bunyi (35,18 persen)

22. Banyuwangi:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 711.117 bunyi (72,22 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 273.543 bunyi (27,78 persen)

23. Bondowoso:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 213.887 bunyi (43,51 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 277.677 bunyi (56,49 persen)

24. Situbondo:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 202.789 bunyi (49,87 persen).
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 203.812 bunyi (50,13 persen)

25. Probolinggo:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin 431.273 (60,70 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 279.196 (39,30 persen).

26. Pasuruan:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 589.372 (60,91 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 378.130 (39,09 persen).

27. Sidoarjo:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 817.853 (69,98 persen)
-Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 350.788 (30,02 persen)

28. Mojokerto:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 531.637 (76,30 persen).
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 165.131 (23,70 persen).

29. Jombang:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 615.972 (76,63 persen).
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 187.763 (23,37 persen).

30. Madiun Kabupaten:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 333.938 bunyi (74,64 persen).
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 113.418 bunyi (25,36 persen).

31. Magetan:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 286.038 (67,71 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno :136.383 (32,29 persen)

32. Malang (Kota):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin: 345.695 (67,29 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 168. 001 (32,71 persen)

33. Surabaya:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin 1.124.966 (70,16 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 478.439 (29,84 persen)

34. Malang (Kabupaten):
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin: 1.179.241 (75,33 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 386.001 (24,67 persen)

35. Bangkalan:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 440. 129 (57,74 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 322.131 (42,26 persen)

36. Sampang:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 187.189 (24,70 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 570.597 (75,30 persen)

37. Pamekasan:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 102.931 (16,22 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 531.561 (83,78 persen)

38. Sumenep:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin : 242.305 (35,67 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno : 436,931 (64,33 persen)

TOTAL Jawa Timur:
- Joko Widodo - KH Ma'ruf: 16.231.668 (65,79 persen)
- Prabowo Subianto - Sandiaga Uno: 8.441.247 (34,21 persen)

Total bunyi sah: 24.672.915
Tidak bunyi sah: 838.326
Jumlah bunyi masuk: 25.511.241


 Rekap Pilpres di Jawa Timur Rampung, Jokowi Kalahkan Prabowo