Pemkab Muba Dorong Berjalannya Aktivitas Perhutanan Sosial


TECHBURGER.ME - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merupakan Kabupaten di Sumsel yang menjalankan aktivitas perhutanan sosial, khususnya di wilayah gambut dan apa itu perhutanan sosial.


Perhutanan sosial yaitu aktivitas nasional untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan perjuangan dan sumber daya manusia.

Oleh alasannya yaitu itu sangat penting kiranya banyak sekali masukan maupun pemberian dari banyak sekali Pihak untuk Pemkab Muba terkait dengan upaya mensinergikan perhutanan sosial dan pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Desa ke depannya.

Dalam kesempatan  menjadi narasumber kegiatan diskusi dengan tema, " Mendorong Integrasi Perhutanan Sosial Ke Dalam Rancangan Pembangunan Pemerintah Desa", di Rumah Sriksetra Jalan Sentosa Lorong Srijaya Plaju Ulu, Minggu (26/5/2019) Bupati Musi Banyuasin Diwakili Wakil Bupati Beni Hernedi menyampaikan bahwa,  menurut Permen LHK No 83 tahun 2016 Perhutanan sosial yaitu sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam daerah hutan negara atau hak/ hutan budbahasa yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Dalam Perhutanan Sosial  membuka kesempatan bagi warga masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Setelah disetujui maka masyarakat sanggup mengolah dan mengambil manfaat dari hutan dengan cara-cara yang ramah lingkungan.

Dengan cara ini makan masyarakat akan mendapat insentif berupa pemberian teknis dari pemerintah dalam mengelola perkebunan tanaman dalam area yang mereka ajukan.

Hasil panen dari perkebunan ini sanggup kemudian dijual oleh masyarakat demi pemenuhan kebutuhan ekonominya sehari-hari.

"Beni Menjelaskan bahwa yang  paling rumit di Muba warga yang tinggal di daerah Swaka Marga Satwa di Bentayan dan Dangku ini  di dua daerah ini perlu percepatan  pembagunan alasannya yaitu masyarakat disana sangat memerlukan fasilitas, publik  baik sekolah, listrik dan infrastruktur jalan," ujarnya.

Dikatakan Beni, mengenai hutan tidak usah diperdebatkan tapi hutan yang ada perlu kita jaga sebagai bab kiprah kita dan bab yang dititipkan ke generasi penerus kita 

"Dalam hal perhutanan Sosial Pemerintah sudah berpihak kepada masyarakat yang  tinggal di daerah itu tetapi ini masih sangat perlu kerjasama dari banyak sekali pihak, untuk memiminalisir penumpang gelap yang masuk pada daerah hutan tersebut dan saya harapkan perhutan sosial  harus benar benar diperuntukan bagi yang berhak dan kita wajib membantu mereka dan kita harus berupaya untuk meningkatkan  perekonomian masyarakat, yang tinggal dikawasan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Zoological Sosiety of London ZSL project Kelola sindang Agus Irwanto Wibowo menyampaikan orientasi peningkatan perekonomian masyarakat inti awalnya yaitu tata kelola desa dan legalitas lahan yang sesuai kebutuhan dan bukan menurut orientasi luasannya dan ini menjadi point bahasan

"Banyak sekali hal yang perlu di review siapa yang terlibat serta perlunya inisiatif Pemkab dan Pemprov, selain itu juga diperlukan  kemitraan konservasi dan mekanisme  yang harus jelas, sehingga pemanfataan perhutan sosial bener bener menyerupai yang kita harapkan bersama dan masyarakat pemanfaat paham akan kiprah serta kewajibannya sehingga perekonomian mereka sanggup meningkat," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut menjadi narasumber Beni Hernedi Wakil Bupati Muba, Achmad Taufik  Kabid Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Selaku Wakil ketua Pokja Percepatanan Perhutanan Sosial, Agus Irwanto Wibowo ZSL Indonesia, Meiardhy Mujianto Pena Bulu Fondation, Yowono Aries Kabid Infrastruktur dan pengembangan Wikayah Bapedda Kab Muba. /red/

Dodi Support Pesilat Tangan Satu Dari Bayung Lencir



Sekayu, Sumselupdate.com – Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex bertemu dan mensupport atlet pencak silat disabilitas bertangan satu yang berjulukan Atur Widodo asal Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin yang sempat viral di media sosial.


Atur telah mengukir prestasi dan mengharumkan nama baik Musi Banyuasin di bidang Olahraga. Dengan prestasinya itu, Dodo (panggilan akrabnya-red) akan diundang mengisi talkshow di salah satu stasiun TV  Nasional, pada 29 Mei 2019, besok.

Hal itu diungkapkan dalam rangkaian safari Ramadhan di Masjid Jami'atul Muslimin, Kelurahan Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Senin (27/5/2019).

Diwawancarai para awak media usai buka puasa bersama masyarakat Bayung Lencir, Dodi Reza mengungkapkan bahwa dirinya merasa salut sekali dengan siswa kelas X Sekolah Menengan Atas N 1 Bayung Lencir tersebut.

Menurut Dodi dengan keterbatasan yang dimiliki anak yang biasa disapa Dodo tersebut, tapi bisa mengalahkan atlet yang memang lebih tepat dari dirinya.

"Artinya ada semangat, ketekunan, dan keseriusan, dalam berlatih dan berolahraga, tentunya daya juangnya tidak kalah dari kita-kita yang lebih beruntung dari mereka para penyandang disabilitas, untuk di Kabupaten Muba. Saya selaku pimpinan tempat selalu mensupport seluruh kegiatan penyandang disabilitas, khususnya dibidang olahraga,  dan saya mengajak pemuda-pemudi Musi Banyuasin, mari kita jadikan motivasi diri.

Dodo ini, sebab walaupun beliau penyandang disabilitas percaya dirinya tinggi bahkan bisa mengalahkan yang mempunyai fisik tepat dengan tekun berlatih pencak silat dan saya gembira melihat kemampuan dan semangat hidupnya,” tutur Dodi Reza bangga.

Lanjutnya, pihaknya belakangan gres saja melantik pengurus olahraga yang isinya yaitu penyandang disabilitas.

"Kita berikan juga akomodasi penunjang yang baik, sehingga bisa berlatih dan bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang disandingkan dengan multi event," ujarnya.

Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir, SSTP, MM, juga turut salut dan heran dengan kemampuan yang dimiliki Atur Widodo.

"Salut saya, dengan bisa mengalahkan orang nomal. Itu sudah luar biasa berdasarkan saya, kami akan mensupport penuh bawah umur yang berprestasi menyerupai Dodo. Ya, impian saya, yang tidak mempunyai kekurangan apapun bisa termotivasi dari kegigihan yang dimiliki Dodo ini," pintanya.

Sementara, Atur widodo, ketika disinggung soal bagaimana dirinya bisa mengalahkan atlet-atlet normal. Ia mengaku hanya bermodal tekad dan latihan keras.

"Tidak ada tips khusus, latihan saja yang diperbanyak, namun ada motivasi tersendiri, menyerupai contohnya saya ngefans dengan atlet Pencak Silat Dunia Hanifan Yudani Kusuma," ungkapnya.

Untuk diketahui, Atur Widodo ini sempat viral di medsos sebab kekurangan yang dimiliknya yaitu tangan sebelah kirinya tidak berfungsi, namun bisa menjuarai kejuaraan antar Perguruan "Universitas Muhammadiyah Palembang Championship" di Kota Palembang, untuk tingkat SMP.

Selain itu, ia juga beberapa kal menjuarai kejuaraan antar akademi lainnya, menyerupai Bupati Muba Cup tahun 2017, Sriwijaya Championship tahun 2018, serta beberapa kejuaraan lainnya.

Informasi yang didapat Dodo ini ketika masih di Sekolah Dasar mengalami kecelakaan tersetrum jaringan kabel listrik, yang mengakibatkan tangan sebelah kirinya harus diamputasi. /red/

Jukung Muatan Kerikil Bata Terbakar, Satu Luka Bakar


TECHBURGER.ME - Satu buah Jukung dengan muatan watu bata dari Bayung Lencir menuju Kecamatan Lalan Sabtu (22/6/2019) sekitar pukul 18.00 WIB terbakar.


Akibatnya, Serang Jukung tersebut mengalami luka bakar mencapai 50 persen.

Camat Lalan, Okta menyebutkan meledaknya Jukung tersebut disebabkan oleh rekan Serang Jukung memasak air di Jukung.

"Pada ketika itu ada muatan BBM di Jukung tersebut dan menyebabkan Jukung terbakar," ungkapnya.

Lanjutnya, ketika ini Serang Jukung atas nama Safari yang terkena luka bakar sudah mendapat perawatan tim medis di Puskesmas Bandar Agung.


"Kejadiannya persis di depan Bank Sumsel Babel, dan kini korban sudah mendapat perawatan intensif dari pihak Puskesmas," terangnya.

Sementara itu, Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah menyampaikan luka bakar yang dialami korban atas nama Safari mencapai 50 persen. "Saat ini sudah Mendapat perawatan dari tim medis Puskesmas Bandar Agung," kata Azmi. /red/

Sumber : Sumsel Update


Siagakan Posko Kesehatan Dan Tenaga Medis 24 Jam


TECHBURGER.ME - Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi dimulai Senin (24/6/2019) sampai 28 Juni 2019.


Persiapan pun 100 persen sudah siap dan akan semakismal mungkin menjadi tuan rumah yang baik bagi penerima dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Tidak hanya sarana dan prasarana yang menjadi komponen penting panitia pelaksana Peda KTNA di Muba yang bertindak menjadi tuan rumah, pihak panitia pun juga mengedepankan aspek kesehatan penerima ketika pelaksanaan Peda KTNA berlangsung.

"Dalam hal ini Dinkes Muba menyiapkan Public Safety Center atau PSC 119 selama 24 jam dengan menyediakan posko kesehatan dan tenaga medis selama 24 jam," ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah.

Dikatakan Azmi, PSC 119 akan melayani gawat darurat dengan sistem jempul bola atau dengan menghubungi kontak tim PSC di 08123000119.

"Seluruh penerima KTNA yang membutuhkan layanan kesehatan dan kebutuhan ambulance untuk acuan akan dilayani semaksimal mungkin, caranya dengan menguhubungi nomor tersebut kemudian menunjukkan alamat penerima dan tim PSC akan segera tiba ke lokasi," terangnya.

Selain itu, Dinkes Muba juga menyediakan posko kesehatan di dua lokasi selama jalannya pelaksanaan Peda KTNA ialah di wisma atlet dan lapangan gelanggang cukup umur Sekayu di sentra pelaksanaan Peda KTNA, kemudia posko kesehatan lainnya di Mangun Jaya dan di taman Agro Inovasi.

"Untuk armada ambulance disiapkan sebanyak 7 unit dan ada sebanyak 24 orang tenaga medis yang dikomandoi dr Swesty untuk selama 24 jam bergantian stand by melayani kesehatan penerima Peda KTNA di Muba," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan kesehatan penerima Peda KTNA dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel yang akan menginap di Muba selama lima hari ke depan akan menjadi komponen penting untuk diperhatikan.

"Oleh lantaran itu, Pemkab Muba melalui Dinkes Muba telah menyiapkan dan siagakan posko kesehatan serta tenaga medis," tegasnya.

Lanjut Dodi, Muba yang bertindak sebagai tuan rumah akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan semaksimal mungkin melayani penerima Peda KTNA.

"Insya Allah perhelatan Peda KTNA tingkat Provinsi ini akan berjalan lancar di Muba dan semua penerima dapat mengikuti rangkaian pelaksanaan dengan baik," pungkasnya. /red/

Hari Kedua Lebaran, Alex Noerdin Open House Di Merdeka


TECHBURGER.ME - Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dipastikan menggelar open house pada hari kedua idul Fitri 1440 H. Open house di rumah pribadi di jalan Merdeka ini terbuka untuk umum.


"Namanya open house. Tentu semua warga yang berkenan dipersilahkan hadir. Warga Sumsel diaturi datang. Semua sahabat silahkan hadir, para kader Golkar se-Sumsel juga diperlukan hadir," kata Alex Noerdin.

Idul Fitri kali ini diyakini  akan Istimewa bagi Alex Noerdin. Usai mengemban kiprah sebagai kepala daerah, Bupati Muba dua periode dan Gubernur Sumsel dua periode, tercatat gres tahun ini merayakan lebaran bukan sebagai kepala daerah.

Tentu saja, momen berkumpul keluarga akan terasa lebih istimewa ditemani keluarga besar termasuk empat cucu kembar yakni, dua cucu kembar pria berjulukan Almeer dan Aezar.

Kemudian dua cucu kembar wanita berjulukan Aletta dan Atalie. Dua cucu kembar wanita merupakan anak putra sulungnya yakni  anak dari Dodi Reza, dan cucu kembar pria anak dari putrinya Lury Elza.

Publik tentu masih mencatat, Selama menjabat Gubernur Sumsel, dan juga selaku Ketua DPD Golkar Sumsel Alex Noerdin selalu shalat Idul Fitri di Masjd Agung Palembang. Sesudahnya, tak lupa eksklusif mampir ke rumah buat berkumpul dengan keluarga besar. 

Nah, di hari kedua, Alex Noerdin Selaku Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, dan sebagai salah satu pilihan rakyat pada pelaksaan Pemilu 2019 lalu, yang telah berhasil akan menjadi anggota dewan perwakilan rakyat RI ini  menyediakan diri untuk sanggup menemui semua warga Sumsel di kediamannya di jalan Merdeka.

Apakah Alex Noerdin tidak lebaran dengan pulang kampung ke kawasan asal orang tuanya?

“Alhamdulillah. Warga selalu antusias, ramai ingin bersilaturahmi. Makanya selama menjabat gubernur selama dua periode tak pernah pulang kampung lebaran. Insyaallah open house kali ini saya masih tetap menyediakan diri bagi warga menyerupai tahun sebelumnya. Semoga berjalan dengan lancar dan kondusif semua," terangnya. /red/

Dodi : Ktna Di Muba Harus Jadi Event Yang Memorable Dan Meriah


TECHBURGER.ME - Suasana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melaksanakan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke-13 dipusatkan di  bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah.


Dalam kesempatan itu, Bupati Muba berkeliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko-posko kesiapan untuk mempermudah terusan layanan dan kebutuhan para penerima KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota ibarat Siti Badriah dan Cita Citata.

Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para penerima yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan orisinil permainan Indonesia ibarat Engrang patok lele dan lainya dan ketika program Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas tempat yang akan menghibur kita semua.

"Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah," ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap.

"Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta," ucapnya.

Dodi Reza Alex  menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya program KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi penerima KTNA dari penerima Kabupaten/Kota di Sumsel.

"Pelayanan prima kepada  penerima menjadi prioritas, kita bersama biar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan  se-Sumsel. Mari Kita sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar isu dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua," tutupnya. /red/

Musnahkan Sampah Organik, Dlh Muba Kembang Biak Lalat Tentara Hitam (Bsf)


TECHBURGER.ME - Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 24-28 Juni 2019 banjir akan inovasi. 


Misalnya saja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba yang pada rangkaian Peda KTNA ke-13 ini memamerkan penemuan tata cara pembiakan  lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF). 

"Larva dari lalat BSF ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik dan risikonya untuk materi pakan ternak," khususnya larva untuk pakan ikan ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba, Andi Wijaya Busro.

"Lalat BSF bertelur di sekitar sampah. Dia meletakkannya di kawasan kering dan bersih. Berbeda dengan lalat hijau," tambahnya.

Selain itu, lalat BSF tidak mempunyai mulut. Dia hanya mempunyai alat lidah untuk memperoleh cairan dari kawasan yang lembab.
Dengan demikian, lalat BSF berbeda dengan lalat hijau yang membawa virus dan basil dari mulutnya.

Lalat BSF cukup umur hanya hidup sembilan hari. Selama hidupnya, lalat BSF hanya kawin dan bertelur. Setelah proses berkembang biak, lalat jantan akan mati terlebih dahulu.

"Selang satu atau dua hari, lalat betina akan bertelur, kemudian mati," jelasnya.

Dikatakan, sistem kerjanya, sampah akan dikonsumsi oleh maggot lalat BSF ini Kemudian, maggot yang sudah dikumpulkan akan dijadikan pakan untuk unggas dan ikan lele.

"Lalat BSF atau sebutan lainya maggot tidak hinggap di sampah menyerupai lalat hijau. Jika lalat hijau eksklusif hinggap dan bertelur di sampah, sebaliknya lalat maggot bertelur di sekitar sampah," terangnya.

Ia menyampaikan mini larva tersebut dapat mengonsumsi sampah selama dua minggu. Dalam perhitungannya, 10 gram telur (larva yang sudah menetas) dapat mengonsumsi 100-150 kilogram (kg) sampah organik per hari. 


Kemudian, mini larva akan bermetamorfosis maggot (belatung atau larva lalat BSF) selama delapan sampai 17 hari. Dari jumlah maggot secara keseluruhan, 90 persennya akan disisihkan untuk pakan ternak dan ikan, kemudian 10 persennya lagi untuk dijadikan lalat lagi biar bertelur. 


"Magot mengandung protein tinggi, 19 asam amino, dan 11 mineral, sehingga diklaim sangat cocok untuk pakan ternak dan ikan," tukasnya. /red/

Ada Somasi Di Mk, Kpu Muba Tunda Penetapan Calon Terpilih


TECHBURGER.ME – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memastikan akan menunda pengumuman perolehan dingklik partai politik dan penetapan calon terpilih untuk DPRD kabupaten Muba.


Pasalnya, dari warta yang diterima KPU Muba, ada dua caleg dari dua parpol yang mengajukan permohonan somasi perkara ke Mahkamah Konstitusi (MK), di mana bahan somasi tersebut terkait problem selisih perhitungan suara.

“Dari warta yang kami terima dan dilihat dari Website Mahkama Konsitusi, ada dua parpol yang mengajukan gugatan. Dari itu penetapan calon terpilih terpaksa harus ditunda dari jadwal yang ada hingga ada hasil keputusan MK,“ demikian disampaikan Ali Kasubag Teknis KPU Muba, Jumat (24/5/2019).

Dikatakanya, penghitungan perolehan dingklik parpol dan penetapan calon terpilih - jikalau tidak ada somasi di MK, maka KPU Kabupaten/Kota boleh segera melaksanakan pengumuman penetapan calon terpilih, sesuai jadwal.

“Jika ada somasi di MK, maka pengumuman dan penetapan semua calon terpiih terpaksa ditunda hingga ada keputusan dari Mahkama Konstitusi.Namun jikalau dalam permohonan somasi tersebut ditolak, dipastikan sesuai jadwal pengumuman dan penetapan calon terpilih dapat dilakukan pada bulan juni, sebaliknya jikalau permohonan somasi tersebut diterima artinya proses berjalan menunggh hingga adanya putusan MK,” terangnya.

Ali menerangkan, pengumuman perolehan dingklik parpol di DPDRD serta penetapan calon terplih diatur dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2019 wacana Tahapan, Program, Jadwal Penyelenggaraan Pemilu, dan waktu penyelesaian sengketa hasil Pemilu serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU Nomor 7 Tahun 2017 wacana Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019.

“Untuk konteks penyelesaian sengketa, bila nantinya ada sengketa yang digugat ke MK, akan dilakukan dalam kurun waktu 26 Mei 2019 hingga 8 Juni 2019,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Sumsel Divisi Hukum dan pengawasan Hepriyadi, menyebut hingga dikala ini pihaknya gres terpantau ada sekitar 12 somasi yang masuk di MK.

“Sejauh ini gres 12 somasi yang terpantau dari website resmi MK dari 200-an somasi yang masuk, Namun dari hasil konfirmasi kami ke MK yang dilakukan secara manual, dikala ini sudah ada 300-an somasi yang masuk di MK,” kata Hepriyadi.

Dari 12 somasi yang masuk ke MK semua berasal dari Kabupaten/Kota yang berada di wilayah atau dapil Provinsi Sumsel.

“Kalo untuk somasi yang diajukan Ke MK tidak semuanya somasi dari pemilihan Kabuten ada majemuk gugatan. Sebagai pola partai PKS mengajukan somasi 1 dapil dari dewan perwakilan rakyat RI dari Dapil sumsel 2, ada yang dari provinsi juga dari dapil sumsel 7 dan ada kabupaten kota untuk Banyuasin,” bebernya.

Hepriyadi menegaskan dengan adanya somasi di MK menyerupai somasi yang diajukan dari dapil Kabupaten Empat Lawang, KPU Provinsi Sumsel terpaksa menunda proses pengumuman dan penetapan calon terpilih hingga adanya hasil dari putasan MK.

“Misal ada somasi dari DPRD Kabupaten/kota hanya di 1 dapil maka seluruh dapil semua ditunda pengumuman dan penetapan calon terpilih.Tetapi jikalau tidak ada somasi KPU Kabupaten/Kota boleh melaksanakan penetapan calon terpilih.Semua somasi di MK niscaya problem selisih bunyi atau hasil yang menjadikan terpilihnya calon tersbut,” tukasnya. /red/

Sumber : Sumselnews.com

Tradisi Tumbuk Lesung Akan Mewarnai Aktivitas Ktna Xiii


TECHBURGER.ME - Pembukaan pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA-KTNA) XIII se-Sumatera Selatan pada 24-28 Juni 2019 mendatang di Kabupaten Musi Banyuasin bakal diisi dengan kegiatan-kegiatan menarik dan penuh makna kearifan lokal.


Selain itu, dipastikan PEDA KTNA se-Sumsel ini akan berlangsung meriah lantaran tidak hanya kegiatan-kegiatan menarik saja tetapi akan dihadiri ratusan akseptor se-Sumsel serta dihadiri Tokoh-Tokoh penting
Rencananya Menteri Pertanian RI serta artis bahkan akan dimeriahkan dan dihibur oleh penyanyi  nasional.

“Nah, pada ketika opening ceremony (pembukaan program resmi-red) nanti akan ditandai dengan aktivitas Penumbukan Lesung Padi yang tentunya sangat sesuai dengan tema aktivitas PEDA KTNA ini, dan juga akan ada beberapa Tarian tradiosional  yang nantinya akan ditampilkan ketika pembukaan,” ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.

Dijelaskannya, sebagai tuan rumah kita harus berupaya semaksimal mungkin.

“Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka kita harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, dan semua OPD wajib terlibat sesuai dengan Tugas pokok dan fungsinya dan harus kita pahami dahulu semua yang dibutuhkan dan diharapkan sehingga sebagai Tuan Rumah yang baik sudah sepantasnya kita memperlihatkan pelayanan terbaik," terang Dodi.

Dikatakan Dodi bahwa perlu dipahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari untuk itu mari kita persiapkan.

Seluruhnya dan berkordinasi intens antara Opd sehingga bisa memperlihatkan pelayanan terbaik bagi seluruh Peserta KTNA ke XIII,” tuturnya.

Sementara Itu Plt Kadispora Muba M Fariz, SSTP, MM juga menjelaskan  bahwa pada rangkaian Tumbuk Lesung Padi nantinya akan dilengkapi dengan properti lima kayu penumbuk dan 1 lesung ukuran besar.

“Tradisi ini kan biasanya dilakukan secara tolong-menolong dengan jumlah pelaku diadaptasi menurut kebutuhan ukuran lesung yang digunakan,” terangnya.

Fariz juga menambahkan, bahwa dalam aktivitas tumbuk lesung, ada keunikan menyerupai mengeluarkan bunyi ketika prosesi tumbuk lesung dengan nada yang khas.
Selain itu juga sebagai salah satu falsafah tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat kita Indonesia terkhusus masyarakat Muba yang suka bergotong royong


“Tradisi tumbuk lesung kita angkat sebagai budaya yang harus kita lestarikan sehingga tidak menjadi menjadi kenangan, oleh alasannya ialah itulah maka tradisi tunbuk lesung budaya ini harus tetap dikenalkan biar tidak hilang, dan pembukaan PEDA KTNA XIII di Muba nantinya merupakan momentum yang sempurna untuk mempertunjukannya,” jelasnya. /red/

Sumber : Jurnal Sumatera

Pemkab Muba Dorong Berjalannya Aktivitas Perhutanan Sosial


TECHBURGER.ME - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merupakan Kabupaten di Sumsel yang menjalankan aktivitas perhutanan sosial, khususnya di wilayah gambut dan apa itu perhutanan sosial.


Perhutanan sosial yaitu aktivitas nasional untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan perjuangan dan sumber daya manusia.

Oleh alasannya yaitu itu sangat penting kiranya banyak sekali masukan maupun pemberian dari banyak sekali Pihak untuk Pemkab Muba terkait dengan upaya mensinergikan perhutanan sosial dan pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Desa ke depannya.

Dalam kesempatan  menjadi narasumber kegiatan diskusi dengan tema, " Mendorong Integrasi Perhutanan Sosial Ke Dalam Rancangan Pembangunan Pemerintah Desa", di Rumah Sriksetra Jalan Sentosa Lorong Srijaya Plaju Ulu, Minggu (26/5/2019) Bupati Musi Banyuasin Diwakili Wakil Bupati Beni Hernedi menyampaikan bahwa,  menurut Permen LHK No 83 tahun 2016 Perhutanan sosial yaitu sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam daerah hutan negara atau hak/ hutan budbahasa yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Dalam Perhutanan Sosial  membuka kesempatan bagi warga masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Setelah disetujui maka masyarakat sanggup mengolah dan mengambil manfaat dari hutan dengan cara-cara yang ramah lingkungan.

Dengan cara ini makan masyarakat akan mendapat insentif berupa pemberian teknis dari pemerintah dalam mengelola perkebunan tanaman dalam area yang mereka ajukan.

Hasil panen dari perkebunan ini sanggup kemudian dijual oleh masyarakat demi pemenuhan kebutuhan ekonominya sehari-hari.

"Beni Menjelaskan bahwa yang  paling rumit di Muba warga yang tinggal di daerah Swaka Marga Satwa di Bentayan dan Dangku ini  di dua daerah ini perlu percepatan  pembagunan alasannya yaitu masyarakat disana sangat memerlukan fasilitas, publik  baik sekolah, listrik dan infrastruktur jalan," ujarnya.

Dikatakan Beni, mengenai hutan tidak usah diperdebatkan tapi hutan yang ada perlu kita jaga sebagai bab kiprah kita dan bab yang dititipkan ke generasi penerus kita 

"Dalam hal perhutanan Sosial Pemerintah sudah berpihak kepada masyarakat yang  tinggal di daerah itu tetapi ini masih sangat perlu kerjasama dari banyak sekali pihak, untuk memiminalisir penumpang gelap yang masuk pada daerah hutan tersebut dan saya harapkan perhutan sosial  harus benar benar diperuntukan bagi yang berhak dan kita wajib membantu mereka dan kita harus berupaya untuk meningkatkan  perekonomian masyarakat, yang tinggal dikawasan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Zoological Sosiety of London ZSL project Kelola sindang Agus Irwanto Wibowo menyampaikan orientasi peningkatan perekonomian masyarakat inti awalnya yaitu tata kelola desa dan legalitas lahan yang sesuai kebutuhan dan bukan menurut orientasi luasannya dan ini menjadi point bahasan

"Banyak sekali hal yang perlu di review siapa yang terlibat serta perlunya inisiatif Pemkab dan Pemprov, selain itu juga diperlukan  kemitraan konservasi dan mekanisme  yang harus jelas, sehingga pemanfataan perhutan sosial bener bener menyerupai yang kita harapkan bersama dan masyarakat pemanfaat paham akan kiprah serta kewajibannya sehingga perekonomian mereka sanggup meningkat," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut menjadi narasumber Beni Hernedi Wakil Bupati Muba, Achmad Taufik  Kabid Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Selaku Wakil ketua Pokja Percepatanan Perhutanan Sosial, Agus Irwanto Wibowo ZSL Indonesia, Meiardhy Mujianto Pena Bulu Fondation, Yowono Aries Kabid Infrastruktur dan pengembangan Wikayah Bapedda Kab Muba. /red/