Pasar Ujung Berung Mulai Tersisihkan


 Pasar Ujung Berung Mulai Tersisihkan




" Dulu mah pengunjung yang tiba kesini teh banyak de, engga hanya pagi tapi sampe siang, tapi sejak kebakaran 2009 entah kenapa jadi berkurang, mungkin dengan banyaknya mall yang bermunculan, dan sebagian masyarakat udah males ke pasar sebab ya becek kalau hujan terus juga bau jadi sepi deh ini pasar." Ujar Batuti (45) , salah satu pedagang di Pasar Ujung Berung Bandung.

Setelah kebakaran 2009 semua pedagang bergotong royong membangun pasar ujung berung dengan kemampuan mereka tanpa ada campur tangan dari pemerintah, kalau pemerintah membantu pembangunan tersebut maka pedagang disana harus menebus per meternya sekitar 40 juta, hal itu memberatkan pedangan sebab penghasilan mereka perbulannya hanya Rp.600.000- Rp. 800.000

" Saya mau kalau pasar ini direnovasi pemerintah, tapi jangan memberatkan para pedagang dan jangan dibentuk lebih dari 2 lantai sebab pasar ujung berung ini pasar tradisional. jadi kalau mereka mau merenovasi pasar ini ya silahkan, asalkan tidak merubah Culture pasar ini ialah pasar tradisional." Tegas Usep Wiskandar Wijaya (36)  Ketua umum dewan persatuan pasar tradisional.

Entah hingga kapan pasar ujung berung akan terus bertahan, namun usep dan pedagang akan terus mempertahankan Culture Pasar Ujung Berung ialah Pasar Tradisional. " Apapun yang terjadi aku akan terus mempertahankan pasar ini sebab ini sudah menjadi Budaya bagi kami." Ujar Usep
HALAMAN BERIKUTNYA:

0 comments

Posting Komentar