Membantu Suami Dan Olahraga

Menjual Koran dan Olahraga



“ Motivasi aku hingga ketika ini untuk tetap jualan ialah yang penting ibu sanggup berolahraga selebihnya mah cuma membantu suami.” Kata Nining (53), ketika berbincang di Jalan Wastu Kencana Kota Bandung, senin (01/12/2015), Ucapan terbata – bata itu hadir melengkapi sorot matanya yang berkaca – kaca.


Nining berjualan Koran dan majalah di dekat masjid Raya Uhkuwah Kota Bandung mulai dari jam 6 – 8 pagi, “ itupun aku Cuma diem aja disni sambil nunggu bapak muter – muter nganterin Koran memakai sepeda untuk para pelanggan yang berlangganan kepada kami.”


Modal yang dikeluarkan mereka untuk berjualan sekitar Rp 500.000 per bulannya.” Modal itu ketutup sama para pelanggan langganan kami de ” Ungkap Nining, Pendek.

 Dan juga laba dari setiap koran eceran yaitu berkisar Rp 200 hingga Rp 500 Per Koran.
Meski tak lagi muda, Nining sapaan akrabnya, selalu bersemangat ketika menjual koran, senyuman terlihat ketika pelanggan membeli korannya, penghasilan dalam sehari untuk Koran eceran mereka sanggup Rp. 20.000/ Hari, walau tak banyak Nining dan Atang selalu bersyukur dengan rezeki yang didapatnya.

Kini anak nining dan atang sudah tidak menjadi tanggungan bagi mereka, alasannya dari 3 anaknya, 2 sudah berumah tangga dan yang bungsu kerja di BIP, “ Ya jikalau selesai tahun ibarat lebaran mereka suka ngasih kepada kami, namun itu hanya setahun sekali, ya untuk makan sehari ya kami harus tetap jualan koran.”

“ Walau laba dari jualan koran begini sedikit yah de, tapi yang penting bagi bapak dan ibu sanggup berolahraga pagi, biar tubuh kami tetap sehat, persoalan laba itu yang penting sanggup buat makan tiap hari aja .” Tegas Nining

Air Mancur Taman Vanda

 Air Mancur Taman Vanda 




Salah satu taman di Kota Kembang ini kini menjadi salah satu spot yang banyak dikunjungi. Letaknya erat dengan Jalan. Jawa, Jalan. Braga, dan Jalan. Perintis Kemerdekaan. kondusif Vanda ini berbentuk segitiga. Di bab sekelilingnya ditembok, sementara bab tengah ditanami sejumlah tanaman hias dan bak air mancur.

Fajar mengaku bahagia melihat perubahan yang terjadi di taman ini. "tempat yang dulu kosong, kini jadi indah. Tapi sayang airnya deres cuma waktu malem doang," kata Fajar (15/05/16)

Taman Vanda ini gres tamat direvitalisasi, namun sudah menarik perhatian warga Kota Bandung. Maklum saja, lokasinya berada di tengah-tengah Jalan Merdeka yang ramai, di antara Balai Kota, Markas Polrestabes Bandung dan Gedung Bank Indonesia.

Meski demikian, Fajar menyampaikan hal tersebut bukan problem besar. Taman ini berdasarkan ia tetap terlihat cantik, terlebih di malam hari. "Kalau cuaca malam mendukung, daerah ini yummy buat santai-santai apalagi buat pacaran," tutur dia.

Merah, biru, hijau, ungu. Warna-warna ini bergantian menyinari air ibarat mirip sinar laser. Uniknya lagi, air yang keluar dari 20 lubang itu ternyata berkoreografi menari. Terkadang menyembur bergantian, terkadang juga bersama-sama. Warga dapat melihat tarian air warna-warni ini dari amhiteater di sebelah barat yang telah disediakan untuk pengunjung.


Pasar Ujung Berung Mulai Tersisihkan


 Pasar Ujung Berung Mulai Tersisihkan




" Dulu mah pengunjung yang tiba kesini teh banyak de, engga hanya pagi tapi sampe siang, tapi sejak kebakaran 2009 entah kenapa jadi berkurang, mungkin dengan banyaknya mall yang bermunculan, dan sebagian masyarakat udah males ke pasar sebab ya becek kalau hujan terus juga bau jadi sepi deh ini pasar." Ujar Batuti (45) , salah satu pedagang di Pasar Ujung Berung Bandung.

Setelah kebakaran 2009 semua pedagang bergotong royong membangun pasar ujung berung dengan kemampuan mereka tanpa ada campur tangan dari pemerintah, kalau pemerintah membantu pembangunan tersebut maka pedagang disana harus menebus per meternya sekitar 40 juta, hal itu memberatkan pedangan sebab penghasilan mereka perbulannya hanya Rp.600.000- Rp. 800.000

" Saya mau kalau pasar ini direnovasi pemerintah, tapi jangan memberatkan para pedagang dan jangan dibentuk lebih dari 2 lantai sebab pasar ujung berung ini pasar tradisional. jadi kalau mereka mau merenovasi pasar ini ya silahkan, asalkan tidak merubah Culture pasar ini ialah pasar tradisional." Tegas Usep Wiskandar Wijaya (36)  Ketua umum dewan persatuan pasar tradisional.

Entah hingga kapan pasar ujung berung akan terus bertahan, namun usep dan pedagang akan terus mempertahankan Culture Pasar Ujung Berung ialah Pasar Tradisional. " Apapun yang terjadi aku akan terus mempertahankan pasar ini sebab ini sudah menjadi Budaya bagi kami." Ujar Usep

Keelokan Kampung Naga

Keelokan Kampung Naga
 
Mahasiswa Uin Sunan Gunung Djati Bandung berkunjung ke Kampung Naga, secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. 





Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat alasannya ialah di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di kawasan Garut.

Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Dakwah Dan Komunikasi ini melaksanakan Observasi untuk mengetahui lebih dalam apa itu Kampung Naga dan Bagaimana Kebudayaan yang ada disana, Kampung Naga merupakan sebuah kampung susila yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang susila tradisi nenek moyang mereka.

 Mereka menolak intervensi dari pihak luar kalau hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak mempunyai titik terang.

Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih besar lengan berkuasa ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor".

Penduduk Kampung Naga semuanya mengaku beragama Islam. Pengajaran mengaji bagi bawah umur di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang bau tanah dilaksanakan pada malam Jumat.

Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah).

Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, materi rumah dari bambu dan kayu.
Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu.

Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah dilarang dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah dilarang memakai tembok, walaupun bisa menciptakan rumah tembok atau gedung (gedong).

Rumah dilarang dilengkapi dengan perabotan, contohnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah dilarang mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan.

Karena berdasarkan anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.

Berenang Bersama Ikan Di Umbul Ponggok

Berenang Bersama Ikan di Umbul Ponggok 


Umbul Ponggok ialah wisata air yang terletak di desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah. Umbul Ponggok merupakan mata air yang biasa dimanfaatkan sebagai pemandian dan snorkeling. Kolam Umbul Ponggok berukuran panjang 70 m dan lebar 40 m, mata air terletak pada dasar bak dan terus mengalirkan air sehingga bak Umbul Ponggok cenderung jernih.

Pada dasar bak terdapat ikan dan batu-batuan sehingga bak Umbul Ponggok kerap dipakai sebagai lokasi foto dibawah air. Dan air didalam Umbul Ponggok ini terus mengalir, terdapat sumber mata air dari dasar bak dan dialirkan melalui sungai menciptakan bak ini terus jernih dan tidak berbau walaupun banyak terdapat ikan didalamnya.

Didasar bak pun sanggup kita temui keunikan lainya yaitu, disekitar sumber mata air yang berasal dari dasar bak terdapat semburan gelembung-gelembung kecil yang sangat indah.

"Selain airnya bersih, disini juga ikannya banyak dan juga bersar-besar jadi kita serasa berenang dilaut asikk deh pokonya". Ujar Diki, salah satu pengunjung dari Kota Bandung.(31/12/15)



Dengan ber-snorkling para pengunjung sanggup menikmati jernih dan segarnya air sambil melihat ikan air tawar yang bermacam-macam jenis. Ikan-ikan di sini sudah familiar dengan keberadaan para pengunjung yang berenang sehingga acapkali menjadi obyek fotografi bawah air yang menarik pengunjung.

Di Umbul Ponggok sudah tersedia kemudahan yang cukup lengkap, para pengelola sudah menyediakan alat-alat snorkeling dan diving serta pelampung, ban pelampung dan kamera bawah air. Jika berkunjung kesini dengan membawa serta belum dewasa anda, jangan khawatir alasannya ialah disini juga sudah disediakan bak untuk belum dewasa lengkap dengan wahananya.

Fasilitas lainnya juga sudah disediakan ibarat kamar mandi, mushola, warung makan yang menyajikan makanan ikan. Bagi anda yang membawa ponsel atau kamera sendiri untuk berfoto, disini juga ada yang menyediakan jasa laminating kamera ponsel atau kamera.

Pesona Pantai Klayar


Pesona Pantai Klayar 


Pantai Klayar Pacitan menyimpan sejumlah keindahan alam yang mengagumkan. Anda sanggup menemukan pesona dan keunikannya pada hamparan pasir yang putih, adanya karang raksasa laksana Sphinx, air mancur alami sampai setinggi 10 meter, serta bebatuan karang dengan bentuk yang unik dan suguhan seruling samudera.

sebuah pantai dengan pasir putih dan kerikil karang serta tebing-tebing kerikil yang mengelilingi, Pantai ini terletak di Pacitan, Jawa Timur dan berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah, Tepatnya berada di desa Kalak, kecamatan Doonorojo, Kabupaten Pacitan. Jaraknya sekitar 40 km ke arah barat dari kota Pacitan. Pantai ini masih segaris dengan Pantai Teleng Ria yang sudah dikelola sebagai daerah wisata terlebih dahulu.

Pantai Klayar Pacitan sanggup dikatakan sebagai pantai yang sangat cocok untuk olahraga selancar. Pada waktu-waktu tertentu, ombak yang ada di Pantai Klayar sangat cocok untuk berselancar. Selain itu, panorama pantai yang begitu biru dengan pasirnya yang begitu lembut akan menciptakan para wisatawan betah berlama-lama di pantai ini.

" Objek Wisata Pantai Klayar Pacitan ini juga terdapat karang-karang besar yang sanggup di naiki. Sangat cocok untuk dijadikan lokasi pemotreatan, baik untuk pre-wedding". Ujar Dede, salah satu pengunjung dari Kota Bandung.(01/01/16)

 Angin yang berhembus kencang di atas karang-karang menciptakan Anda makin terhanyut menikmati pesona Wisata Pantai Klayar ini. Dari atas karang-karang ini juga Anda sanggup melihat hamparan biru maritim tak berbatas di iringi bunyi hempasan ombak menerpa karang.