Pemkab Muba Dorong Berjalannya Aktivitas Perhutanan Sosial


TECHBURGER.ME - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merupakan Kabupaten di Sumsel yang menjalankan aktivitas perhutanan sosial, khususnya di wilayah gambut dan apa itu perhutanan sosial.


Perhutanan sosial yaitu aktivitas nasional untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan perjuangan dan sumber daya manusia.

Oleh alasannya yaitu itu sangat penting kiranya banyak sekali masukan maupun pemberian dari banyak sekali Pihak untuk Pemkab Muba terkait dengan upaya mensinergikan perhutanan sosial dan pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Desa ke depannya.

Dalam kesempatan  menjadi narasumber kegiatan diskusi dengan tema, " Mendorong Integrasi Perhutanan Sosial Ke Dalam Rancangan Pembangunan Pemerintah Desa", di Rumah Sriksetra Jalan Sentosa Lorong Srijaya Plaju Ulu, Minggu (26/5/2019) Bupati Musi Banyuasin Diwakili Wakil Bupati Beni Hernedi menyampaikan bahwa,  menurut Permen LHK No 83 tahun 2016 Perhutanan sosial yaitu sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam daerah hutan negara atau hak/ hutan budbahasa yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Dalam Perhutanan Sosial  membuka kesempatan bagi warga masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Setelah disetujui maka masyarakat sanggup mengolah dan mengambil manfaat dari hutan dengan cara-cara yang ramah lingkungan.

Dengan cara ini makan masyarakat akan mendapat insentif berupa pemberian teknis dari pemerintah dalam mengelola perkebunan tanaman dalam area yang mereka ajukan.

Hasil panen dari perkebunan ini sanggup kemudian dijual oleh masyarakat demi pemenuhan kebutuhan ekonominya sehari-hari.

"Beni Menjelaskan bahwa yang  paling rumit di Muba warga yang tinggal di daerah Swaka Marga Satwa di Bentayan dan Dangku ini  di dua daerah ini perlu percepatan  pembagunan alasannya yaitu masyarakat disana sangat memerlukan fasilitas, publik  baik sekolah, listrik dan infrastruktur jalan," ujarnya.

Dikatakan Beni, mengenai hutan tidak usah diperdebatkan tapi hutan yang ada perlu kita jaga sebagai bab kiprah kita dan bab yang dititipkan ke generasi penerus kita 

"Dalam hal perhutanan Sosial Pemerintah sudah berpihak kepada masyarakat yang  tinggal di daerah itu tetapi ini masih sangat perlu kerjasama dari banyak sekali pihak, untuk memiminalisir penumpang gelap yang masuk pada daerah hutan tersebut dan saya harapkan perhutan sosial  harus benar benar diperuntukan bagi yang berhak dan kita wajib membantu mereka dan kita harus berupaya untuk meningkatkan  perekonomian masyarakat, yang tinggal dikawasan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Zoological Sosiety of London ZSL project Kelola sindang Agus Irwanto Wibowo menyampaikan orientasi peningkatan perekonomian masyarakat inti awalnya yaitu tata kelola desa dan legalitas lahan yang sesuai kebutuhan dan bukan menurut orientasi luasannya dan ini menjadi point bahasan

"Banyak sekali hal yang perlu di review siapa yang terlibat serta perlunya inisiatif Pemkab dan Pemprov, selain itu juga diperlukan  kemitraan konservasi dan mekanisme  yang harus jelas, sehingga pemanfataan perhutan sosial bener bener menyerupai yang kita harapkan bersama dan masyarakat pemanfaat paham akan kiprah serta kewajibannya sehingga perekonomian mereka sanggup meningkat," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut menjadi narasumber Beni Hernedi Wakil Bupati Muba, Achmad Taufik  Kabid Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Selaku Wakil ketua Pokja Percepatanan Perhutanan Sosial, Agus Irwanto Wibowo ZSL Indonesia, Meiardhy Mujianto Pena Bulu Fondation, Yowono Aries Kabid Infrastruktur dan pengembangan Wikayah Bapedda Kab Muba. /red/

Siagakan Posko Kesehatan Dan Tenaga Medis 24 Jam


TECHBURGER.ME - Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi dimulai Senin (24/6/2019) sampai 28 Juni 2019.


Persiapan pun 100 persen sudah siap dan akan semakismal mungkin menjadi tuan rumah yang baik bagi penerima dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Tidak hanya sarana dan prasarana yang menjadi komponen penting panitia pelaksana Peda KTNA di Muba yang bertindak menjadi tuan rumah, pihak panitia pun juga mengedepankan aspek kesehatan penerima ketika pelaksanaan Peda KTNA berlangsung.

"Dalam hal ini Dinkes Muba menyiapkan Public Safety Center atau PSC 119 selama 24 jam dengan menyediakan posko kesehatan dan tenaga medis selama 24 jam," ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah.

Dikatakan Azmi, PSC 119 akan melayani gawat darurat dengan sistem jempul bola atau dengan menghubungi kontak tim PSC di 08123000119.

"Seluruh penerima KTNA yang membutuhkan layanan kesehatan dan kebutuhan ambulance untuk acuan akan dilayani semaksimal mungkin, caranya dengan menguhubungi nomor tersebut kemudian menunjukkan alamat penerima dan tim PSC akan segera tiba ke lokasi," terangnya.

Selain itu, Dinkes Muba juga menyediakan posko kesehatan di dua lokasi selama jalannya pelaksanaan Peda KTNA ialah di wisma atlet dan lapangan gelanggang cukup umur Sekayu di sentra pelaksanaan Peda KTNA, kemudia posko kesehatan lainnya di Mangun Jaya dan di taman Agro Inovasi.

"Untuk armada ambulance disiapkan sebanyak 7 unit dan ada sebanyak 24 orang tenaga medis yang dikomandoi dr Swesty untuk selama 24 jam bergantian stand by melayani kesehatan penerima Peda KTNA di Muba," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan kesehatan penerima Peda KTNA dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel yang akan menginap di Muba selama lima hari ke depan akan menjadi komponen penting untuk diperhatikan.

"Oleh lantaran itu, Pemkab Muba melalui Dinkes Muba telah menyiapkan dan siagakan posko kesehatan serta tenaga medis," tegasnya.

Lanjut Dodi, Muba yang bertindak sebagai tuan rumah akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan semaksimal mungkin melayani penerima Peda KTNA.

"Insya Allah perhelatan Peda KTNA tingkat Provinsi ini akan berjalan lancar di Muba dan semua penerima dapat mengikuti rangkaian pelaksanaan dengan baik," pungkasnya. /red/

Dodi : Ktna Di Muba Harus Jadi Event Yang Memorable Dan Meriah


TECHBURGER.ME - Suasana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melaksanakan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke-13 dipusatkan di  bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah.


Dalam kesempatan itu, Bupati Muba berkeliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko-posko kesiapan untuk mempermudah terusan layanan dan kebutuhan para penerima KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota ibarat Siti Badriah dan Cita Citata.

Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para penerima yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan orisinil permainan Indonesia ibarat Engrang patok lele dan lainya dan ketika program Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas tempat yang akan menghibur kita semua.

"Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah," ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap.

"Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta," ucapnya.

Dodi Reza Alex  menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya program KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi penerima KTNA dari penerima Kabupaten/Kota di Sumsel.

"Pelayanan prima kepada  penerima menjadi prioritas, kita bersama biar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan  se-Sumsel. Mari Kita sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar isu dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua," tutupnya. /red/

Tradisi Tumbuk Lesung Akan Mewarnai Aktivitas Ktna Xiii


TECHBURGER.ME - Pembukaan pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA-KTNA) XIII se-Sumatera Selatan pada 24-28 Juni 2019 mendatang di Kabupaten Musi Banyuasin bakal diisi dengan kegiatan-kegiatan menarik dan penuh makna kearifan lokal.


Selain itu, dipastikan PEDA KTNA se-Sumsel ini akan berlangsung meriah lantaran tidak hanya kegiatan-kegiatan menarik saja tetapi akan dihadiri ratusan akseptor se-Sumsel serta dihadiri Tokoh-Tokoh penting
Rencananya Menteri Pertanian RI serta artis bahkan akan dimeriahkan dan dihibur oleh penyanyi  nasional.

“Nah, pada ketika opening ceremony (pembukaan program resmi-red) nanti akan ditandai dengan aktivitas Penumbukan Lesung Padi yang tentunya sangat sesuai dengan tema aktivitas PEDA KTNA ini, dan juga akan ada beberapa Tarian tradiosional  yang nantinya akan ditampilkan ketika pembukaan,” ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.

Dijelaskannya, sebagai tuan rumah kita harus berupaya semaksimal mungkin.

“Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka kita harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, dan semua OPD wajib terlibat sesuai dengan Tugas pokok dan fungsinya dan harus kita pahami dahulu semua yang dibutuhkan dan diharapkan sehingga sebagai Tuan Rumah yang baik sudah sepantasnya kita memperlihatkan pelayanan terbaik," terang Dodi.

Dikatakan Dodi bahwa perlu dipahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari untuk itu mari kita persiapkan.

Seluruhnya dan berkordinasi intens antara Opd sehingga bisa memperlihatkan pelayanan terbaik bagi seluruh Peserta KTNA ke XIII,” tuturnya.

Sementara Itu Plt Kadispora Muba M Fariz, SSTP, MM juga menjelaskan  bahwa pada rangkaian Tumbuk Lesung Padi nantinya akan dilengkapi dengan properti lima kayu penumbuk dan 1 lesung ukuran besar.

“Tradisi ini kan biasanya dilakukan secara tolong-menolong dengan jumlah pelaku diadaptasi menurut kebutuhan ukuran lesung yang digunakan,” terangnya.

Fariz juga menambahkan, bahwa dalam aktivitas tumbuk lesung, ada keunikan menyerupai mengeluarkan bunyi ketika prosesi tumbuk lesung dengan nada yang khas.
Selain itu juga sebagai salah satu falsafah tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat kita Indonesia terkhusus masyarakat Muba yang suka bergotong royong


“Tradisi tumbuk lesung kita angkat sebagai budaya yang harus kita lestarikan sehingga tidak menjadi menjadi kenangan, oleh alasannya ialah itulah maka tradisi tunbuk lesung budaya ini harus tetap dikenalkan biar tidak hilang, dan pembukaan PEDA KTNA XIII di Muba nantinya merupakan momentum yang sempurna untuk mempertunjukannya,” jelasnya. /red/

Sumber : Jurnal Sumatera

Pemkab Muba Dorong Berjalannya Aktivitas Perhutanan Sosial


TECHBURGER.ME - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) merupakan Kabupaten di Sumsel yang menjalankan aktivitas perhutanan sosial, khususnya di wilayah gambut dan apa itu perhutanan sosial.


Perhutanan sosial yaitu aktivitas nasional untuk pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan melalui tiga pilar yakni lahan, kesempatan perjuangan dan sumber daya manusia.

Oleh alasannya yaitu itu sangat penting kiranya banyak sekali masukan maupun pemberian dari banyak sekali Pihak untuk Pemkab Muba terkait dengan upaya mensinergikan perhutanan sosial dan pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Desa ke depannya.

Dalam kesempatan  menjadi narasumber kegiatan diskusi dengan tema, " Mendorong Integrasi Perhutanan Sosial Ke Dalam Rancangan Pembangunan Pemerintah Desa", di Rumah Sriksetra Jalan Sentosa Lorong Srijaya Plaju Ulu, Minggu (26/5/2019) Bupati Musi Banyuasin Diwakili Wakil Bupati Beni Hernedi menyampaikan bahwa,  menurut Permen LHK No 83 tahun 2016 Perhutanan sosial yaitu sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam daerah hutan negara atau hak/ hutan budbahasa yang dilaksanakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.

Dalam Perhutanan Sosial  membuka kesempatan bagi warga masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Setelah disetujui maka masyarakat sanggup mengolah dan mengambil manfaat dari hutan dengan cara-cara yang ramah lingkungan.

Dengan cara ini makan masyarakat akan mendapat insentif berupa pemberian teknis dari pemerintah dalam mengelola perkebunan tanaman dalam area yang mereka ajukan.

Hasil panen dari perkebunan ini sanggup kemudian dijual oleh masyarakat demi pemenuhan kebutuhan ekonominya sehari-hari.

"Beni Menjelaskan bahwa yang  paling rumit di Muba warga yang tinggal di daerah Swaka Marga Satwa di Bentayan dan Dangku ini  di dua daerah ini perlu percepatan  pembagunan alasannya yaitu masyarakat disana sangat memerlukan fasilitas, publik  baik sekolah, listrik dan infrastruktur jalan," ujarnya.

Dikatakan Beni, mengenai hutan tidak usah diperdebatkan tapi hutan yang ada perlu kita jaga sebagai bab kiprah kita dan bab yang dititipkan ke generasi penerus kita 

"Dalam hal perhutanan Sosial Pemerintah sudah berpihak kepada masyarakat yang  tinggal di daerah itu tetapi ini masih sangat perlu kerjasama dari banyak sekali pihak, untuk memiminalisir penumpang gelap yang masuk pada daerah hutan tersebut dan saya harapkan perhutan sosial  harus benar benar diperuntukan bagi yang berhak dan kita wajib membantu mereka dan kita harus berupaya untuk meningkatkan  perekonomian masyarakat, yang tinggal dikawasan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Zoological Sosiety of London ZSL project Kelola sindang Agus Irwanto Wibowo menyampaikan orientasi peningkatan perekonomian masyarakat inti awalnya yaitu tata kelola desa dan legalitas lahan yang sesuai kebutuhan dan bukan menurut orientasi luasannya dan ini menjadi point bahasan

"Banyak sekali hal yang perlu di review siapa yang terlibat serta perlunya inisiatif Pemkab dan Pemprov, selain itu juga diperlukan  kemitraan konservasi dan mekanisme  yang harus jelas, sehingga pemanfataan perhutan sosial bener bener menyerupai yang kita harapkan bersama dan masyarakat pemanfaat paham akan kiprah serta kewajibannya sehingga perekonomian mereka sanggup meningkat," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut menjadi narasumber Beni Hernedi Wakil Bupati Muba, Achmad Taufik  Kabid Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Selaku Wakil ketua Pokja Percepatanan Perhutanan Sosial, Agus Irwanto Wibowo ZSL Indonesia, Meiardhy Mujianto Pena Bulu Fondation, Yowono Aries Kabid Infrastruktur dan pengembangan Wikayah Bapedda Kab Muba. /red/

Pt Taruko Muba Energi Segera Mou Dengan Pt Pertagas


TECHBURGER.ME - Bupati Musi Banyuasin, H Dodi Reza Alex Noerdin Rabu (28/05)2019), menjalani rapat maraton dengan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Rapat di gedung Oil Center Building, Jl MH Thamrin No 55, Jakarta Pusat ini membahas kesiapan PT Taruko Muba Energi untuk mengikat kolaborasi membangun kilang LPG Jambi Merang bersama dengan PT Pertamina Gas.


Ini sebuah kemajuan besar Bumi Serasan Sekate membangun jaringan energi sekaligus menumbuhkan BUMD yang berbobot dan menghidupi.

Apa itu TME (Taruko Muba Energi)? TME yaitu perusahaan patungan yang dimiliki oleh PT Petro Muba. Suatu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama PT Taruko Energi (TE).

Sedangkan PT TE yaitu perusahaan swasta bidang energi, yang bekerja sama untuk menyalurkan dan menyediakan kebutuhan energi dan gas bumi untuk kebutuhan industri.

Keberadaan PT TME, jelas Dodi, fokus mengajak Pertagas bersama melakukan  perencanaan, pembangunan dan pengoperasioan Kilang LPG.

Di mana tujuannya, penjualan produksi LPG dengan memanfaatkan gas dari Lapangan Jambi Merang di Kabupaten Musi Banyuasin. Langkah ini sudah disusun dalam pengembangan Kilang LPG Jambi Merang.

Kok berani-beraninya  PT TME menciptakan planning bisnis sedemikian rupa? "Ya, PT TME  telah melaksanakan kajian kelayakan usaha (Feasibility Study) pengembangan Kilang LPG Jambi Merang. Sedang Pertagas melalui Pertamina Group akan mendapat alokasi dan menyediakan gas terproses dari Blok Jambi Merang milik PHE," tambah Dodi.

Dari pembicaraan bisnis ini,para pihak setuju untuk menciptakan dan menandatangani MOU ini dengan sejumlah syarat. Selayaknya sebuah kesepakatan bisnis,  MOU akan jadi pijakan awal  melaksanakan Pengembangan Kilang LPG Jambi Merang antara Para Pihak.

Menurut orang nomor satu di Muba ini,  MOU juga merupakan guideline kerangka kerja serta aliran bagi Pertagas dan PT TME  dalam menuntaskan proses perencanaan dan perundingan Perjanjian Turunan menyerupai Shareholder Agrement, Pembuatan Joint Venture, Joint Study tetapi tidak dimaksudkan untuk membatasi lingkup perundingan tersebut.

Dirut Pertagas, Wiko Migantoro menyambut baik usulan Bupati Muba. Wiko berharap MoU disegerakan. "Muba sebagai kawasan penghasil wajib kita diorong untuk berperan serta sehingga sinergitas pemintah kawasan dengan pemerintah sentra akan lebih baik ke depanya," harap Wiko.

Atas respon konkret dari Pertagas ini, Pemkab Muba bakal meraih sejumlah keuntungan. "Dari sisi strategis kerjasama bisnis yang bakal dimulai usai lebaran 1440 H ini, BUMD Muba yakni Petro Muba makin mengukuhkan diri dalam core bussiness yang selama ini digarap.

Petro Muba, ketika ini menapaki proses kerjasama pengelolaan gas. Maka dari nilai ekonomi, Muba bakal meraup peningkatan PAD serta menyumbang  penerimaan negara dari pajak PPh dan PPN.

Tahun kemarin dan tahun ini, dari bisnis minyak yang dikelola  Petro Muba sudah menyumbang PAD dan menyetorkan pajak sentra berupa  PPH dan PPN  miliaran rupiah.

Semua stakeholder tentu dengan bahagia hati mendukung  aktivitas BUMD  kita usaha ini semuanya kita proses tentunya untuk pembangunan Muba kedepanya dan tentunya  demi memakmurkan rakyat Muba," tegas Dodi Reza Alex. /red/

Bupati Dodi Reza Alex Pimpin Pribadi Upacara Hari Lahir Pancasila


TECHBURGER.ME -  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 di Halaman Kantor Bupati Muba, walau Hujan Gerimis Semangat Upacara Sebagai Penghargaan tas Hari Kelahiran pancasila hari ini penerima upacara tetap berdiri kokoh memperlihatkan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih Sabtu (1/6/2019).


Upacara yang dipimpin oleh Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin selaku Pembina Upacara tersebut mengambil tema “Kita Indonesia Kita Pancasila”.

Turut hadir Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE MM, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh Saifufdin Khoiruzzamani, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi, Para Asisten dan Para Staf Ahli Bupati serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba, Personil Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD dan Taruna STTD.

Dalam Amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi  Pancasila (BPIP) yang dibacakan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin memberikan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan, ”Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan akreditasi Pancasila dalam Pembukaan UU 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

"Jadi, 3 perestiwa penting tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak sanggup terpisahkan,” ungkap Bupati.

Dikatakannya juga, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para Pendiri Bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara senpurna berhasip merealisasikan nilai-nilai pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-Indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih sanggup bertahan sampai sekarang berkat Pancasila.

Lanjutnya, Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi grografis, flora, fauna sampai aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya sanggup dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dirinya menjelaskan, dengan demikian, kita harapkan perdebatan wacana kelahiran Pancasila sudah tidak diharapkan lagi.
Yang diharapkan mulai ketika ini yaitu bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

“Mari kita bersatu membangun bangsa untuk merealisiasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, adil dan hening dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila,” tandas Bupati Muba. /red/

Pawai Gema Takbir Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H Di Muba Meriah


TECHBURGER.ME - Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin melepas secara eksklusif Pawai Gema Takbir Dalam Rangka Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, di Jln Kol Wahid Udin, Depan Rumah Dinas Bupati Muba, Selasa malam (4/6/2019).


Ratusan penerima pawai dilepas sesudah pemukulan bedug. Pawai takbir ini dimeriahkan oleh  kendaraan beroda empat hias dari Instansi di Lingkungan Pemkab Muba, beserta perwakilan masyarakat termasuk pengendara motor yang ikut berkonvoi.

Adapun rute yang dilewati pawai takbir tersebut mencakup start Jalan depan Rumah Dinas Bupati Muba menuju ke Simpang Balai Agung Arah JM - Jalan Merdeka - Tugu Adipura - Kayuara dan finish kembali lagi di Depan Rumah Dinas Bupati Muba.

Bupati Muba Dodi Reza Alex menyampaikan acara tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan karunia yang Allah SWT berikan.

"Mari kita rayakan hari kemenangan ini dengan penuh penghayatan, bersihkan hati dari rasa dengki, iri dan permusuhan. Saatnya kita saling maaf memaafkan, biar hidup kita senantiasa selaras dan sejalan," ucapnya.

Dodi juga berpesan kepada seluruh penerima pawai supaya tetap tertib di jalan raya dan jangan ugal-ugalan yang sanggup menjadikan kerugian bagi diri kita sendiri bahkan sanggup penyebab peristiwa alam bagi orang lain untuk itu dibutuhkan pawai ini kita bawa dengan kebahagian menyambut kemenangan

"Besok kita akan melakukan Shalat Idul Fitri, Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kami ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H, mohon maaf lahir dan batin," pungkasnya.


Turut hadir pada acara itu Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah antara lain, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh Saifuddin Khoiruzzamani, Sekda Muba Drs H Apriyadi, MSi, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten, serta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Muba. /red/

Dodi Reza Alex Bersama Forkopimda, Opd Muba Silaturahmi Ke Forkopimda Sumsel



TECHBURGER.ME - Momen perayaan Idul Fitri 1440 H menjadi momen untuk lebih mempererat tali silaturahmi. Setelah menggelar sholat Ied berjamaah dan open house bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat di bumi Serasan Sekate, Rabu (5/6/2019) Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekretaris Daerah Apriyadi lengkap bersama istri, Kamis (6/6/2019) memboyong Kepala Perangkat Daerah beserta Forkopimda di Muba silaturahmi ke Forkopimda Sumsel di Palembang.


Adapun kunjungan silaturahmi Bupati Muba Dodi Reza beserta jajaran dalam rangkaian Idul Fitri 1440 H tersebut yakni diantaranya mengunjungi kediaman dinas Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara, kediaman dinas Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol Drs Deni Gepril, SH. 

Kemudian, kediaman dinas Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen Tentara Nasional Indonesia Irwan, SIP, MHum, kediaman dinas Griya Agung Gubernur Sumsel Herman Deru, dan kediaman dinas Ketua DPRD Sumsel MA Gantada, SH, MHum.

"Puasa dan zakat telah menyucikan jiwa kita, dan rangkaian Idul Fitri ini akan menyempurnakan ibadah kita dengan jalinan silaturrahim dan perkuat ukhuwah," ungkap Bupati Muba Dodi Reza.

Lanjutnya, Muba selama ini sangat mengedepankan untuk menjaga tali silaturahmi terlebih Muba sangat konsisten dan janji menjaga wilayah yang zero konflik.

"Insya Allah momentum perayaan Idul Fitri 1440 H ini akan lebih mempererat tali silaturahmi untuk menyebabkan Muba lebih baik lagi ke depan," terangnya.

Dikatakan Bupati, sebagai wujud tekad Pemkab muba dalam membangun umat berbasis agama yakni telah mencanangkan kegiatan Muba mengaji dan menargetkan seluruh masyarakat Kabupaten Muba bebas buta abjad Al-Qur'an.

"Selain itu, Pemkab Muba dan DPRD Kabupaten Muba punya dua prestasi besar sebagai wujud dari tekad, “Membangun Umat Berbasis Agama, adalah dengan menerbitkan 2 Perda yang pro umat, adalah Perda Nomor 2 Tahun 2018 Pembatasan Pesta Rakyat t3lah diterapkan semenjak September 2018, dan Perda No 1 Tahun 2019 ihwal Pengaturan Zakat bagi ASN di Muba dan Alhamdullilah Mei 2019 yang kemudian Perda Zakat mulai berlaku untuk warga Muba," pungkasnya. /red/


Jalin Silahturahmi Bersama Pegawai, Bupati Dodi Reza Gelar Halal Bihalal


TECHBURGER.ME -  Memasuki hari pertama kerja sehabis cuti lebaran, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Kabupaten Muba melakukan Halal Bihalal dengan saling bersalaman, bermaaf-maafan dan saling mengikhlaskan akan  kesalahan masing-masing terhadap sesama pegawai. Bertempat di Halaman Kantor Bupati Muba, Senin (10/6/2019).


Halal Bihalal yang dilaksanakan sehabis Apel Bersama dipimpin eksklusif oleh Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin dan turut dihadiri Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Para Staf Ahli Bupati dan Para Asisten Setda Muba serta Seluruh Kepala OPD Kabupaten Muba dan Staf Kecamatan Sekayu.

Bupati Muba mengucapkan terima kasih kepada seluruh Jajaran Pegawai, Karyawan dan Staf masing-masing OPD di Lingkungan Pemkab Muba yang telah hadir pada Halal Bihalal sehabis cuti libur Idulfitri Idul Fitri 1440 H.

"Halal Bihalal pada pagi hari ini saya anggap penting alasannya mengawali acara sehabis libur panjang, untuk saling bersilaturahmi dan juga kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat dan publik harus dilakukan pada hari pertama masuk kerja, oleh alasannya itu seluruh staf karyawan baik di kecamatan hingga pelosok desa dan kelurahan harus kembali bekerja," ujar Bupati.

Dalam sambutannya juga, Dodi menghimbau semoga momen Idul Fitri ini sebagai instropeksi untuk selalu meningkatkan kinerja khususnya dalam pelayanan bagi masyarakat.

Pada moment tersebut seluruh Pegawai ASN, Honorer dan Tenaga Kontrak erbaris antrian di lapangan untuk bersalaman dengan Bupati, Wabup, Sekda, Para Staf Ahali dan Asisten Setda Muba untuk saling memaafkan.

Dan selanjutnya kembali ke instansi masing-masing untuk melaksakan acara pelayanan menyerupai biasanya. (red)