Seeng, kata yang tak gila bukan ditelinga kita? Yah mungkin gila bagi para dewasa dizaman sekarang, namun bagi para petuah seeng merupakan hal yang erat ditelinga mereka. tahu kenapa? lantaran seeng salah satu alat masak tradisional yang sering dipakai oleh para petuah dizaman dulu.
Asal mula seeng itu bukanlah dari sunda namun orang jawalah yang membawanya ke sunda yang mana dalam bahasa jawa itu disebut sebagai “dandang” .
Seeng ini merupakan alat memasak masakan yang paling penting, terutama untuk memenuhi masakan pokok yakni Nasi. Oleh alasannya yakni itu hampir setiap masyarakat sunda mempunyai seeng yang dipakai untuk memasak nasi, sekalipun dengan ukuran yang berbeda contohnya ada yang kecil, sedang atau besar.
Membuat seeng memang tidak mudah, Bapak Daman saja sebagai pengrajin seeng diperlukan 1 tahun untuk mempelajari pembuatan seeng, cara menciptakan seeng yaitu pertama beli alumunium,1 alumunium ada 10 lembar pecahkan alumunium di daerah toko besi, habis itu di tempa atau dipecah - pecahkan (takolan) dari besi, yang mana 1 hari 1 untuk dipecahkan, seeng ada 3 bab nah untuk menciptakan 3 bab itu dalam 1 hari hanya menerima 2 bab untuk di pecah dan disambung.
Jadi hanya sanggup atas dan badannya. habis itu disambung dengan alat rel kereta api atau memakai (jeleus), tapi sesudah disambungin atau dilipat - lipat alumuniumnya. habis itu dipukul-pukul hingga menyatu. Atau dibilang memakai seni. Gak perlu pake paku . habis itu digosong biar putih kemudian dicuci memakai air kimia dan sesudah itu dicuci lagi pakai air biasa dan dikeringkan 5 menit kemudian jadi deh.
Karena pembuatannya yang cukup lama, Pak Daman dan Pak Odeng hanya sanggup memproduksi sedikit perminggunya, seeng itu ada 3 bagian: 1 atas. 2 badan. 3 penutup, nah 1 hari itu hanya sanggup 2 bab aja atas sama epilog jadi dalam seminggu hanya sanggup 2 seeng yang utuh. Tapi jikalau dulu kan seeng dari tembaga jadi 1 ahad hanya produksi 1 seeng, dan harga satu buah seeng di hargai sekitar 150-200 ribuan,
Dari segi kualitas memasak nasi, seeng bantu-membantu mempunyai kelebihan yang cukup banyak ketimbang rice cooker, selain lebih kondusif dan nasi lebih mengembang, pembuangan uap dalam seeng lebih elok ketimbang rice cooker, berdasarkan para ahli, memasak nasi memakai seeng membuang banyak kadar gula dalam nasi, namun bila memasak dengan rice cooker, pembuangan uapnya kurang maksimal jadi kadar gula dalam nasinya masih banyak.
Dulu di Cikaleng desa Cileunyi kulon banyak pengrajin seeng, tapi lantaran perkembangan teknologi yang semakin maju dan daya beli masyarakat sudah berkurang, banyak dari pengrajin seeng yang beralih profesi. Kini yang tersisa hanya Produksi rumahan Pak Daman dan Pak Oden. Entah hingga kapan mereka akan terus menciptakan seeng, namun dengan perkembangan alat teknologi yang sangat pesat, sanggup dipastikan seeng akan dilupakan dan tergantikan oleh alat – alat modern .
HALAMAN BERIKUTNYA:

0 comments
Posting Komentar