Siagakan Posko Kesehatan Dan Tenaga Medis 24 Jam


TECHBURGER.ME - Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi dimulai Senin (24/6/2019) sampai 28 Juni 2019.


Persiapan pun 100 persen sudah siap dan akan semakismal mungkin menjadi tuan rumah yang baik bagi penerima dari 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Tidak hanya sarana dan prasarana yang menjadi komponen penting panitia pelaksana Peda KTNA di Muba yang bertindak menjadi tuan rumah, pihak panitia pun juga mengedepankan aspek kesehatan penerima ketika pelaksanaan Peda KTNA berlangsung.

"Dalam hal ini Dinkes Muba menyiapkan Public Safety Center atau PSC 119 selama 24 jam dengan menyediakan posko kesehatan dan tenaga medis selama 24 jam," ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah.

Dikatakan Azmi, PSC 119 akan melayani gawat darurat dengan sistem jempul bola atau dengan menghubungi kontak tim PSC di 08123000119.

"Seluruh penerima KTNA yang membutuhkan layanan kesehatan dan kebutuhan ambulance untuk acuan akan dilayani semaksimal mungkin, caranya dengan menguhubungi nomor tersebut kemudian menunjukkan alamat penerima dan tim PSC akan segera tiba ke lokasi," terangnya.

Selain itu, Dinkes Muba juga menyediakan posko kesehatan di dua lokasi selama jalannya pelaksanaan Peda KTNA ialah di wisma atlet dan lapangan gelanggang cukup umur Sekayu di sentra pelaksanaan Peda KTNA, kemudia posko kesehatan lainnya di Mangun Jaya dan di taman Agro Inovasi.

"Untuk armada ambulance disiapkan sebanyak 7 unit dan ada sebanyak 24 orang tenaga medis yang dikomandoi dr Swesty untuk selama 24 jam bergantian stand by melayani kesehatan penerima Peda KTNA di Muba," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan kesehatan penerima Peda KTNA dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel yang akan menginap di Muba selama lima hari ke depan akan menjadi komponen penting untuk diperhatikan.

"Oleh lantaran itu, Pemkab Muba melalui Dinkes Muba telah menyiapkan dan siagakan posko kesehatan serta tenaga medis," tegasnya.

Lanjut Dodi, Muba yang bertindak sebagai tuan rumah akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan semaksimal mungkin melayani penerima Peda KTNA.

"Insya Allah perhelatan Peda KTNA tingkat Provinsi ini akan berjalan lancar di Muba dan semua penerima dapat mengikuti rangkaian pelaksanaan dengan baik," pungkasnya. /red/

Dodi : Ktna Di Muba Harus Jadi Event Yang Memorable Dan Meriah


TECHBURGER.ME - Suasana mengejutkan bagi Panitia Minggu (23/6/2019) malam, pasalnya Bupati Muba Dodi Reza sekitar pukul 22.00 WIB melaksanakan sidak untuk sekaligus mengecek kesiapan pelaksanaan KTNA tingkat Provinsi Sumsel yang ke-13 dipusatkan di  bumi Serasan Sekate dan bertindak sebagai Tuan Rumah.


Dalam kesempatan itu, Bupati Muba berkeliling sambil menyapa para tamu yang hadir dan sekaligus mengecek posko-posko kesiapan untuk mempermudah terusan layanan dan kebutuhan para penerima KTNA yang dihadiri seluruh Kabupaten Kota se-Sumsel.

Pelaksanaan KTNA yang digelar 24-28 Juni ini akan mengumpulkan ribuan petani dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel dan dimeriahkan oleh artis-artis ibu kota ibarat Siti Badriah dan Cita Citata.

Selain itu banyak pertandingan dan perlombaan bagi para penerima yang akan dipertandingkan dan tentunya yang unik unik, dan orisinil permainan Indonesia ibarat Engrang patok lele dan lainya dan ketika program Pembukaan Siang Hari ini direncanakan Pukul 14.00 ontime Ada Giat Tumbuk lesung tarian tarian khas tempat yang akan menghibur kita semua.

"Pelaksanaan KTNA di Muba ini harus jadi event yang memorable dan meriah," ucap Dodi Reza dihadapan perwakilan Peserta tadi malam KTNA 17 Kabupaten/Kota.

Dikatakan, dirinya melihat persiapan yang dilakukan panitia sudah baik dan siap.

"Saya lihat kesiapan sudah sangat siap, posko kesehatan dan lainnya siaga untuk melayani kebutuhan peserta," ucapnya.

Dodi Reza Alex  menyebutkan, Muba tidak hanya menargetkan untuk suksesnya program KTNA saja tetapi berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik dan sangat berkesan bagi penerima KTNA dari penerima Kabupaten/Kota di Sumsel.

"Pelayanan prima kepada  penerima menjadi prioritas, kita bersama biar KTNA di Muba ini akan menjadi hal yang paling dikenang petani-petani dan Nelayan  se-Sumsel. Mari Kita sukseskan dan jadikan ajang KTNA ini menjadi ajang silaturahmi dan ajang bertukar isu dan teknologi Pertanian peternakan perikanan dst sehingga berdampak postif bagi kita semua," tutupnya. /red/

Musnahkan Sampah Organik, Dlh Muba Kembang Biak Lalat Tentara Hitam (Bsf)


TECHBURGER.ME - Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 24-28 Juni 2019 banjir akan inovasi. 


Misalnya saja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba yang pada rangkaian Peda KTNA ke-13 ini memamerkan penemuan tata cara pembiakan  lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF). 

"Larva dari lalat BSF ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik dan risikonya untuk materi pakan ternak," khususnya larva untuk pakan ikan ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba, Andi Wijaya Busro.

"Lalat BSF bertelur di sekitar sampah. Dia meletakkannya di kawasan kering dan bersih. Berbeda dengan lalat hijau," tambahnya.

Selain itu, lalat BSF tidak mempunyai mulut. Dia hanya mempunyai alat lidah untuk memperoleh cairan dari kawasan yang lembab.
Dengan demikian, lalat BSF berbeda dengan lalat hijau yang membawa virus dan basil dari mulutnya.

Lalat BSF cukup umur hanya hidup sembilan hari. Selama hidupnya, lalat BSF hanya kawin dan bertelur. Setelah proses berkembang biak, lalat jantan akan mati terlebih dahulu.

"Selang satu atau dua hari, lalat betina akan bertelur, kemudian mati," jelasnya.

Dikatakan, sistem kerjanya, sampah akan dikonsumsi oleh maggot lalat BSF ini Kemudian, maggot yang sudah dikumpulkan akan dijadikan pakan untuk unggas dan ikan lele.

"Lalat BSF atau sebutan lainya maggot tidak hinggap di sampah menyerupai lalat hijau. Jika lalat hijau eksklusif hinggap dan bertelur di sampah, sebaliknya lalat maggot bertelur di sekitar sampah," terangnya.

Ia menyampaikan mini larva tersebut dapat mengonsumsi sampah selama dua minggu. Dalam perhitungannya, 10 gram telur (larva yang sudah menetas) dapat mengonsumsi 100-150 kilogram (kg) sampah organik per hari. 


Kemudian, mini larva akan bermetamorfosis maggot (belatung atau larva lalat BSF) selama delapan sampai 17 hari. Dari jumlah maggot secara keseluruhan, 90 persennya akan disisihkan untuk pakan ternak dan ikan, kemudian 10 persennya lagi untuk dijadikan lalat lagi biar bertelur. 


"Magot mengandung protein tinggi, 19 asam amino, dan 11 mineral, sehingga diklaim sangat cocok untuk pakan ternak dan ikan," tukasnya. /red/

Tradisi Tumbuk Lesung Akan Mewarnai Aktivitas Ktna Xiii


TECHBURGER.ME - Pembukaan pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA-KTNA) XIII se-Sumatera Selatan pada 24-28 Juni 2019 mendatang di Kabupaten Musi Banyuasin bakal diisi dengan kegiatan-kegiatan menarik dan penuh makna kearifan lokal.


Selain itu, dipastikan PEDA KTNA se-Sumsel ini akan berlangsung meriah lantaran tidak hanya kegiatan-kegiatan menarik saja tetapi akan dihadiri ratusan akseptor se-Sumsel serta dihadiri Tokoh-Tokoh penting
Rencananya Menteri Pertanian RI serta artis bahkan akan dimeriahkan dan dihibur oleh penyanyi  nasional.

“Nah, pada ketika opening ceremony (pembukaan program resmi-red) nanti akan ditandai dengan aktivitas Penumbukan Lesung Padi yang tentunya sangat sesuai dengan tema aktivitas PEDA KTNA ini, dan juga akan ada beberapa Tarian tradiosional  yang nantinya akan ditampilkan ketika pembukaan,” ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.

Dijelaskannya, sebagai tuan rumah kita harus berupaya semaksimal mungkin.

“Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka kita harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, dan semua OPD wajib terlibat sesuai dengan Tugas pokok dan fungsinya dan harus kita pahami dahulu semua yang dibutuhkan dan diharapkan sehingga sebagai Tuan Rumah yang baik sudah sepantasnya kita memperlihatkan pelayanan terbaik," terang Dodi.

Dikatakan Dodi bahwa perlu dipahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari untuk itu mari kita persiapkan.

Seluruhnya dan berkordinasi intens antara Opd sehingga bisa memperlihatkan pelayanan terbaik bagi seluruh Peserta KTNA ke XIII,” tuturnya.

Sementara Itu Plt Kadispora Muba M Fariz, SSTP, MM juga menjelaskan  bahwa pada rangkaian Tumbuk Lesung Padi nantinya akan dilengkapi dengan properti lima kayu penumbuk dan 1 lesung ukuran besar.

“Tradisi ini kan biasanya dilakukan secara tolong-menolong dengan jumlah pelaku diadaptasi menurut kebutuhan ukuran lesung yang digunakan,” terangnya.

Fariz juga menambahkan, bahwa dalam aktivitas tumbuk lesung, ada keunikan menyerupai mengeluarkan bunyi ketika prosesi tumbuk lesung dengan nada yang khas.
Selain itu juga sebagai salah satu falsafah tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat kita Indonesia terkhusus masyarakat Muba yang suka bergotong royong


“Tradisi tumbuk lesung kita angkat sebagai budaya yang harus kita lestarikan sehingga tidak menjadi menjadi kenangan, oleh alasannya ialah itulah maka tradisi tunbuk lesung budaya ini harus tetap dikenalkan biar tidak hilang, dan pembukaan PEDA KTNA XIII di Muba nantinya merupakan momentum yang sempurna untuk mempertunjukannya,” jelasnya. /red/

Sumber : Jurnal Sumatera

Peda Ktna Xiii Tingkat Provinsi, Muba Siapkan 207 Homestay Bagi Peserta


TECHBURGER.ME - Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIII Tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), akan berlangsung pada 24-28 Juni 2019.


Untuk menampung seluruh penerima yang diperkirakan mencapai 2.723 orang dari 17 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumsel, panitia menyiapkan sebanyak 207 rumah penduduk yang representatif sesuai syarat yang telah ditetapkan panitia dan Home stay ini tersebar Dalam Kecamatan Sekayu dibagi dalam 4 kelurahan yaitu di Kelurahan Balai Agung, Soak Baru, Serasan Jaya dan kelurahan  Kayuara

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan, Ir A Thamrin menyampaikan selain homestay kepanitiaan juga telah menyiapkan Hotel, penginapan dan losmen yang berada di Kota Sekayu, semua kamar tersedia sebanyak 564 kamar yang diperuntukan bagi Tamu Tamu Kepala Daerah dan Tamu Undangan lainya yang akan menginap.

"Sedangkan untuk akomodasi homestay akomodasi pendukung  sudah dipastikan semua baik dan dipastikan air PDAM mengalir lancar selama pelaksanaan kegiatan KTNA , listrik wajib menyala setiap hari serta akomodasi kesiapan kosumsi perseta selama kegiatan baik makan dan minum dua kali sehari pagi dan malam tidak termasuk makan siang penerima sebab sudah disediakan di kawasan acara," ujar dia.

Sementara untuk transportasi penerima kita  sediakan  bus bus angkutan  dan ojek angkutan untuk memfasilitasi setiap tamu tamu dari Kabupaten/Kota serta disediakan termasuk akomodasi rumah ibadah terdekat bagi peserta.

"Termasuk semua isu perihal KTNA untuk mempermudah dan memperjelas isu kegiatan KTNA panitia telah siapkan MAP dan buku panduan pelaksanan kegiatan KTNA Ke XIII di Bumi serasan Sekate," jelasnya.

Sementara itu Camat Sekayu, Marko Susanto, SSTP, MSi selaku penanggung jawab home stay menjelaskan bahwa untuk pembagian homestay telah dibagi di 4 zona Kelurahan dalam Kecamatan Sekayu.

"Kami selaku camat dan para lurah dan tokoh masyarakat tokoh agama tokoh cowok serta pemilik rumah akan memperlihatkan pelayanan terbaik bagi para tamu tamu kita dan seluruh LO yang bekerja tentunya isu perihal kesiapan serta  lokasi home stay kawasan tamu menginap  sudah dipastikan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan panitia Besar KTNA," terang Marko.

Dilanjutkan Marko, dalam setiap kesempatan kami juga sosialisasikan kepada warga khususnya Kecamatan Sekayu,  kita sanggup menjadi tuan rumah yang baik.

"Kita selaku warga yang mempunyai agama, budaya serta tabiat istiadat yang mengedepankan silaturahmi dan bermusyawarah dalam mencapai kemufakatan serta menjunjung tinggi etika, sopan santun bergotong royong yang merupakan kepingan budaya kita, akan diuji ketika penyelenggaran KTNA XIII ini untuk itu  Mari kita jaga semua untuk bersama sama dan kita siap menjadi tuan rumah yang baik dan saya yakin warga kecamatan Sekayu siap untuk itu," urai Marko.

Untuk zona wilayah lokasi Home stay dan peruntukannya disebutkan  di Kelurahan Kayuara untuk 1046 orang ditampung di 114 rumah warga dan diperuntukan bagi penerima dari Kabupaten Pali, Musirawas Utara dan Muba. Kemudian di Kelurahan Serasan Jaya untuk 488 orang ditampung di 40 rumah bagi penerima dari kabupaten Pali, Muba, OKI, Muara Enim, Palembang, Lahat, Pagar Alam dan Empat Lawang.

Selanjutnya untuk Kelurahan Soak Baru untuk 355 orang ditampung di 33 rumah bagi penerima dari Kabupaten OKU, Banyuasin, Lubuk Linggau dan Musi Rawas.

Terakhir di Kelurahan Balai Agung untuk 305 orang ditampung di 20 rumah bagi penerima Prabumulih, OKU Selatan, OKU Timur dan Ogan Ilir.

"Peserta bakal Check in pada tanggal 23 Juni 2019 pukul 16:00 wib dan Check out pada tanggal 28 Juni sehabis penutupan program para penerima pulang ke Daerah masing-masing," terperinci Marco. /red/

Ikan Kecublang Atau Botia Bakal Pukau Akseptor Ktna Di Muba


TECHBURGER.ME - Kabupaten Musi Banyuasin tidak hanya kaya akan sumber daya alam insan dan sumber daya alam, konsistensi masyarakatnya dalam mengangkat dan menjaga kearifan lokal pun patut diacungi jempol.


Pada pelaksanaan pembukaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia, dewan perwakilan rakyat RI yang Berasal Dapil 1 Sumsel, Gubernur Sumsel dan 17 Kepala Daerah Sumatera Selatan dan Tamu Undangan lainya akan dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan pada tanggal 24 Juni 2019 nanti ikan khas Bumi Serasan Sekate ialah ikan Kecublang atau “Botia” akan dipamerkan pada kegiatan  spektakuler tersebut.

"Ya, nantinya akseptor Peda KTNA ke-13 di Muba akan dipukau dengan keberadaan Ikan Kecublang atau Botia," ungkap Kadis Perikanan Muba, Abdul Mukohir.

Dijelaskan, keberadaan Ikan Kecublang atau Botia nantinya akan lebih memperkenalkan ikan khas orisinil Muba.

"Selain itu pula supaya keberadaan ikan khas Muba ini lebih dikenal lagi khususnya di Wilayah Sumsel," urainya.

Even besar ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 2.174  akseptor mewakili 17 Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumsel. Berbagai persiapan terus dipantau Pemerintah, terutama kesiapan panitia penyelenggara dan panitia pelaksana, baik dari kecamatan maupun kelurahan.

Menurut Sekda Muba Apriyadi, seluruh persiapan harus benar-benar dibahas secara intensif bersama-sama, supaya Muba sukses sebagai tuan rumah dan menjadi yang terbaik dalam penyelenggaraan program paling bergengsi tersebut.

"Saya sudah melihat dan mendengar paparan dari masing-masing OPD terkait. Alhamdulillah 95% saya menyatakan sudah siap, dan saya juga ingatkan jangan hingga saat tamu atau akseptor yang tiba mendapat pelayanan kurang baik atau kesan yang kurang menyenangkan. Kaprikornus berikanlah mereka pelayanan yang baik," kata Apriyadi. /red/

Unik, Rangkaian Ktna Xiii Di Muba Ada Lomba Pilih Jenis Kelamin Ikan


TECHBURGER.ME - Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 24-28 Juni nanti akan dihibur artis-artis ibu kota, menyerupai Siti Badriah dan Cita Citata.


Selain itu diperkenalkan juga permainan tradisional menyerupai dagongan, engrang, pantak lele, hadang dan permainan gasing.

"Dan yang lebih unik, akan ada perlombaan -perlombaan menentukan jenis kelamin ikan yang akan dipusatkan di Stable Berkuda Sekayu. Di mana nantinya penerima memilah beberapa jenis ikan yang telah disiapkan dan dipilah menurut jenis kelamin masing-masing ikan," ungkap oleh Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin kepada media, Sabtu (15/6/2019).

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Muba, Abdul Mukohir, membenarkan bahwa ada perlombaan dan permainan unik di KTNA XIII MUBA  khusus lomba pilih jenis kelamin ikan. 

"Panitia telah menyediakan lima aquarium masing-masing aquarium berisi lima jenis ikan yakni patin, lele, mas, nila dan tembakang dan setiap jenis ikan terdiri dari dua ekor dengan jenis kelamin sama," tuturnya

Kemudian, perlombaan ini untuk menentukan pemenangnya akan memakai jumlah nilai dan kecepatan waktu, untuk balasan yang benar akan diberi nilai 3, dan balasan yang salah diberi nilai minus 1 (-1) dan yang tidak dapat menjawab diberi nol.

"Pemenang yaitu nilai yang tertinggi dan tercepat, nah untuk penerima nantinya yakni berasal dari penerima KTNA baik dari petani dan ASN masing-masing kontingen KTNA Kabupaten/Kota di Sumsel," terangnya.

Lanjutnya, setiap penerima diberi waktu maksimal 10 menit, waktu dihitung sehabis diberi  isyarat dari juri, pada hitungan ketiga dan stop watch berhenti saatnya penerima menyerahkan hasil ke juri.

"Sementara penerima yang melebihi waktu maksimal akan disanksi pengurangan nilai (diberi nilai minus 15.) ini sebagai bab kita menjunjung kejujuran dan ketepatan waktu," ucapnya.

Ia menambahkan, penerima tidak diperkenankan untuk memegang ikan dengan tangan melainkan hanya diperkenankan menangkap ikan dengan alat (serok)  yang disediakan panitia.

Selain itu penerima tidak boleh membawa catatan dan goresan pena maupun gambar apapun.

"Penentuan urutan tampil menurut hasil undian, sekali tampil dua Kabupaten/Kota sekaligus, penerima yang belum tampil menunggu pada kawasan yang disediakan panitia dan permainan ini penerima hanya diperkenankan menentukan ikan betina saja," pungkasnya. /red/

Sambut Pelaksanaan Ktna Xiii, Dlh Muba Himbau Bersih-Bersih Lingkungan


TECHBURGER.ME - Tidak hanya rangkaian program yang diprediksi bakal meriah saja yang bakal menyemarakkan Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 24- 28 Juni nanti.


Namun, persiapan yang matang juga terus digencarkan Pemkab dan warga Muba untuk menjamu akseptor dari Kabupaten/Kota di Sumsel nantinya.

Menjadi tuan rumah yang baik dan sukses menjadi prioritas Pemkab Muba dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex, semenjak Jumat (15/6/2019) kemudian pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba melaksanakan kegiatan bersih-bersih untuk memaksimalkan penyambutan akseptor dan tamu KTNA XIII nantinya.

"Bersih-bersih ini memang sudah menjadi aktivitas rutin DLH, terlebih kita sudah mendapat piala Adipura. Namun, untuk menyambut KTNA nantinya dimana Muba merupakan tuan rumah kami mengajak warga muba mari kita tunjukan kepada tempat lain bahwa warga  Muba Cinta Akan Kebersihan selain itu kami petugas kebersihan lebih dimaksimalkan lagi hingga H+3 pelaksanaan KTNA nantinya," ujar Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro, SH, MHum.

Lanjutnya, aktifitas bersih-bersih tersebut tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan DLH Muba namun warga juga antuasias bergotong royong  turut membantu bersih-bersih.

"Hari ini kita di pasar Talang Jawe, dan pedagang pun antusias ikut serta bersih-bersih untuk menyambut pelaksanaan KTNA nantinya," ungkap Andi.

Selain Giat Bersih Kampung dan Lingkungan DLH Muba melakukan  pemasangan lampu penerangan dan lampu hias di sudut-sudut Kota Sekayu. "Ya, ada penambahan lampu penerangan dan lampu hias juga, salah satunya di tugu masuk Kota Sekayu," terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan euforia warga menyambut pelaksanaan KTNA XIII di Muba ini sangat tampak. "Bisa kita lihat sendiri warga tergerak untuk ikut serta gotong-royong bersih-bersih di kota Sekayu," jelasnya.

Dodi menambahkan,  diminta pelaksanaan Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten Muba biar menjadi Pelaksana Terbaik Se Indonesia. Dan walaupun ini event kelas provinsi namun rasanya harus nasional.

"Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka kita wajib dan  harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, namun harus kita fahami dahulu terbaik dalam sisi apa, sehingga Para OPD yang dan panitia besar sanggup melaksanakan dengan baik, khususnya menunjukkan pelayanan kepada tamu tamu kehormatan kita dari seluruh tempat Se- Sumsel,” ujar Dodi Reza Alex .

Dikatakan Dodi bahwa, perlu dipahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari dan melibatkan akseptor ribuan orang.

"Nantinya Kota Sekayu dan sekitarnya akan diramaikan  para tamu tamu akseptor KTNA XIII Kaprikornus fokus kita  bukan hanya ketika pembukaan program saja, tetapi wajib kita fokus seluruhnya mulai ketika program pembukaan, program berlangsung,  hingga acara  penutupan harus menjadi perhatian kita bersama dan seluruhnya wajib dimaksimalkan," tegasnya.

"Oleh sebab itu pada event ini kita harus menunjukkan pelayanan terbaik dan konsisten kepada seluruh akseptor Peda KTNA, baik itu mengenai akomodasi, kosumsi dan seluruh fasilitas fasilitas yang dipergunakan para tamu, sinergikan pelayanan bersama stakeholder terkait khusus Pihak PLN mengenai listrik jangan hingga padam ketika berlangsungnya program dari awal hingga alhir, PDAM kebutuhan air higienis bagi seluruh akseptor terpenuhii begitu juga dengan Keamanan dan ketertiban koordinasi dengan baik bersama Kepolisian/ Tentara Nasional Indonesia satpol PP dan panitia serta LO harus standy sebagai penghubung warta yang terintegrasi baik ke seluruh stakeholder terkait termasuk Tim Medis, maka harus ada Pusat Emergency Centernya. Tapi Saya Yakin Muba Bisa melaksanakan itu Semua ayo Semangat kita berikan yang terbaik keseluruh tamu tamu kita,” himbaunya. /red/

Taman Toga Mangun Jaya Jadi Kawasan Tujuan Akseptor Peda Ktna 2019


TECHBURGER.ME - Kabupaten Musi Banyuasin akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tingkat Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 24-28 Juni 2019 mendatang.


Salah satu tempat yang akan menjadi tujuan penerima PEDA KTNA ini adalah Taman Toga dan Kebun Agro Wisata yang dibangun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rezeki Jaya Bersama, di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman.

Menurut klarifikasi Ketua DPRD Muba Abusari Burhan, SH selaku Ketua KTNA Muba Taman Toga tersebut memang sangat menarik untuk dikunjungi penerima KTNA dimana didalamnya banyak dibangun patung-patung menyerupai harimau, gajah, gorilla, patung petani, rusa, ayam, tanaman obat-obatan, dan kayu-kayu langkah serta wahana bermain anak-anak.

"Selain itu di taman kita ini (Taman Toga Mangun Jaya) ada tanaman pasak bumi yang nantinya akan diberikan sebagai buah tangan untuk penerima Peda KTNA yang berkunjung," tuturnya.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan acara Peda KTNA ini merupakan wadah  sebagai ajang silaturahmi tatap muka Para Kelompok Tani Se Provinsi Sumatera Selatan yang dilaksanakan di bumi Serasan Sekate untuk saling menyebarkan isu maupun teknologi serta menampilkan keunggulan masing-masing kawasan dengan impian ini sanggup menjadi pemacu semangat pembangunan pertanian dan nelayan kawasan Sumsel saling berkolaborasi bersama sama sehingga seluruh potensi pertanian dan potensi yang ada didaerah masing masing sanggup terus kita tingkatkan sehingga menjadi bab untuk mensejahterakan masyarakat sumsel dan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Semoga palaksanaan Peda KTNA Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Muba berjalan sukses dan lancar serta sanggup menawarkan manfaat bagi masyarakat," ujarnya. /red/