Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris Dari Man City


Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City - Liverpool masih punya peluang untuk merebut gelar juara Liga Primer Inggris dari tangan Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara. Berikut skenario Liverpool juara Liga Inggris.

Liverpool ketika ini bertengger di posisi kedua dengan raihan 94 poin atau tertinggal satu angka dari perolehan poin Man City. Namun, segala sesuatu dapat terjadi dalam sepak bola.


The Reds wajib memenangi langgar pamungkas melawan Wolverhampton Wanderers sambil berharap City kalah dari Brighton & Hove Albion. Jika ini terjadi, maka Liverpool dapat meraih gelar ke-19 di Liga Primer dengan nilai 97 atau unggul dua poin dari tim Biru Langit.

Gelar Liga Inggris juga dapat bisa dimiliki Liverpool bila mereka berhasil memenangi pertandingan lawan Wolves sementara The Citizens ditahan imbang Brighton. Artinya Liverpool akan mengantongi 97 poin atau unggul satu angka dari City.




Opsi terakhir, Liverpool dapat memaksakan jalur playoff. Syaratnya, Liverpool bermain imbang 4-4 melawan Wolverhampton di Stadion Anfield dan Man City kalah 0-4 dari Brighton.

Dengan demikian, baik Man City dan Liverpool akan sama-sama mempunyai 95 poin, 91 gol, 26 kebobolan. Liverpool dapat menjadi juara Liga Inggris 2018/2019 kalau sukses mengalahkan Man City di babak playoff.

Lihat juga:Guardiola Tak Peduli Hasil Liverpool
Kemungkinan untuk terjadi playoff memang terbilang kecil. Namun, tak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Terlebih pencinta sepak bola gres saja dikejutkan dengan comeback fantastis dari Liverpool dan Tottenham di Liga Champions.

Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City
Liverpool berhasil lolos ke final Liga Champions dengan agregat 4-3 usai mencukur Barcelona 4-0 di Anfield meski sebelumnya takluk 0-3 di Camp Nou. Sementara Tottenham menang 3-2 di Amsterdam usai takluk 0-1 di London pada leg pertama. (jun/jun) 


 Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City

Man City Vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen


Man City vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen - Manchester City selangkah lebih bersahabat ke tangga juara. Gol tunggal Vincent Kompany memenangkan mereka 1-0 atas Leicester City dan kembali memuncaki klasemen.

Menjamu Leicester di Etihad Stadium, Selasa (7/5/2019) dinihari WIB pada sabung pekan ke-37 Premier League, City dibentuk kerepotan. Pertahanan rapat Leicester menciptakan dominasi City tak berbuah apapun pada babak pertama.

Kebuntuan gres pecah di menit ke-70 lewat sepakan deras Kompany dari luar kotak penalti. Itulah satu-satunya gol di pertandingan ini.

Namun satu gol tersebut sudah cukup untuk City kembali memuncaki klasemen. Dengan pemanis tiga poin, Sergio Aguero dkk mengoleksi 95 poin yang mana satu poin di atas Liverpool.

Persaingan gelar pun akan ditentukan di pekan terakhir, di mana City menghadapi Brighton and Hove Albion dan Liverpool melawan Wolverhampton Wanderers. Sementara itu, Leicester tertahan di posisi sembilan dengan 51 poin.

Baca juga : Tragis, Mimpi Man United ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci

Jalannya Pertandingan

Pertandingan dimulai dengan permainan terbuka dari kedua tim. City mencoba menguasai permainan, sementara Leicester memperlihatkan potensi dengan kecepatan transisinya.

Ricardo Pereira menusuk dari kiri untuk Leicester pada menit ke-9 dan melepaskan tembakan. Vincent Kompany memblok bola sehingga tak mengarah ke gawang.

Gantian City mengancam dua menit kemudian. Phil Foden lolos dari pengawalan dan mendapatkan umpan di dalam kotak penalti. Sepakannya masih sempurna ke arah kiper dan gampang ditangkap Kasper Schmeichel.

Leicester punya peluang di menit ke-15. Youri Tielemans mendapatkan ruang tembakan dan melepaskan sepakan dari luar kotak penalti. Namun bola masih relatif lemah untuk untuk menaklukkan Ederson Moraes.

City mengklaim penalti di menit ke-22, yang tak diberikan oleh wasit. Raheem Sterling menusuk dari kiri dan menyontek bola, yang dinilainya mengenai lengan Jonny Evans. Mike Dean tak setuju dan membiarkan sabung berjalan.

City nyaris memetik keunggulan di menit ke-32, dikala tandukan Aguero menyambut sepak pojok mengarah ke gawang. Schmeichel sigap menepis bola sempurna sebelum melintasi garis dan tak ada gol.


Baca juga :  Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam

Dua menit berselang, gantian David Silva menebar bahaya untuk tim tamu. Sepakan first time-nya dari depan kotak penalti tipis saja ke samping kanan gawang.

Bernardo mendapatkan bola di depan kotak penalti dan melepaskan sepakan mendatar. Upayanya masih sanggup tidak boleh Schmeichel. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Sterling membuang peluang di menit ke-53, kala bola liar jatuh kepadanya di tengah kotak penalti. Meski tak terkawal ketat, sundulan Sterling melambung.

Semenit lalu Bernardo melepaskan percobaan, yang masih melambung jauh dari gawang. Sepakan Ilkay Guendogan dari luar kotak penalti terlihat lebih mengancam, tapi masih tipis saja di sisi kiri gawang.

Serangan balik cepat Leicester nyaris berujung fatal untuk City pada menit ke-64. James Maddison mendapatkan bola dari Harry Maguire dan melepaskan tembakan melengkung yang berakhir tipis di kanan gawang.

GOL! City memecah kebuntuan di menit ke-70. Vincent Kompany menaklukkan Schmeichel lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, yang bersarang di pojok kanan atas gawang.

City mulai memainkan tempo permainan, tapi lalu nyaris kecolongan di menit ke-87. Choudhury menusuk dari kiri dan memperlihatkan umpan terukur ke Kelechi Iheanacho. Dalam posisi bebas, Iheanacho mengirim tendangan ke samping kiri gawang.

Sampai pertandingan tuntas, tak ada gol lain tercipta.
 

Susunan pemain:
Man City: Ederson, Walker, Kompany, Laporte, Zinchenko, Silva (John Stones 91'), Gundogan, Foden (Leroy Sane 56'), Bernardo Silva, Aguero (Gabriel Jesus 87'), Sterling

Leicester: Schmeichel, Ricardo Pereira, Evans, Maguire, Chilwell, Ndidi, Albrighton (Demaray Gray 85'), Tielemans (Barnes 75'), Choudhury, Maddison (Iheanacho 80'), Vardy
 


Man City vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen

Tragis, Mimpi Man United Ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci


Tragis, Mimpi Man United ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci - Huddersfield Town sudah terdegradasi sedari Maret, dan cuma sanggup empat poin dari 24 adu terakhir. Klub dasar klasemen itu menghancurkan mimpi Manchester United ke Liga Champions.

Meski tidak hingga kalah, adu dengan Huddersfield bisa dianggap sebagai titik nadir penampilan MU ekspresi dominan ini. Dalam adu yang begitu krusial untuk meraih sasaran ke Liga Champions, justru hasil imbang yang didapat Paul Pogba dkk.

Scott McTominay mencetak gol cepat di John Smith's Stadium. Tapi sehabis itu MU ibarat tak punya kemampuan untuk mencetak gol kedua. Sampai pada kesudahannya lewat sebuah serangan balik kilat David De Gea dikolongi dan gawangnya kebobolan. Laga tuntas dengan skor 1-1.

Baca juga : Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam

Tambahan satu poin menciptakan MU harus menghapus mimpi lolos ke Liga Champions ekspresi dominan depan. Dengan hanya ada satu pertandingan tersisa di Liga Inggris ekspresi dominan ini, MU tak mungkin bisa mengejar Tottenham Hotspur di posisi empat klasemen Liga Inggris, yang sekarang unggul empat angka.

Meski MU tengah naik turun dan sangat jauh dari konsisten, hasil imbang di sangkar Huddersfield sejatinya ialah sebuah kekalahan besar. Huddersfield ketika ini berstatus tim juru kunci. Dari 37 adu yang sudah dijalani mereka hanya meraih tiga kemenangan, enam kali imbang (termasuk dengan MU) dan 28 kali kalah.

Bukan sekadar juru kunci. Klub berjuluk The Terriers itu ialah yang pertama terdegradasi ekspresi dominan ini. Pada 30 Maret mereka dipastikan kembali ke Divisi Championship sehabis kalah 0-2 di sangkar Crystal Palace. Atas hasil itu Huddersfield menyamai rekor Peremier League dalam hal klub yang paling cepat terdegradasi, yakni ketika Liga Inggris masih menyisakan enam pertandingan.

Secara teknis, Huddersfield sekarang merupakan klub terburuk di Premier League. Selain poinnya paling sedikit (15), mereka juga tim paling jelek dalam hal poduktivitas (21 gol) dan duduk di urutan dua sebagai klub dengan jumlah kebobolan paling banyak (75).


Tragis, Mimpi Man United ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci

Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam


Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam -  Liverpool harus menunggu hingga menit ke-86 untuk memastikan diri pulang dengan tiga poin dari markas Newcastle United. Divock Origi menilai semangat The Reds tak pernah padam.

Liverpool susah payah mengalahkan Newcastle 3-2 di St James' Park, Minggu (5/5/2019) dinihari WIB. Si Merah unggul duluan lewat Virgil Van Dijk dan diimbangi oleh Christian Atsu.

Tim besutan Juergen Klopp berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Tapi, Newcastle bisa mengimbangi menjadi 2-2 lewat Salomon Rondon di menit ke-54.

Baca juga : Investor Qatar Dikabarkan Akan Tinggalkan PSG, Cari Klub Baru di Inggris

Liverpool bisa bernapas lega ketika Origi melesakkan gol lewat sundulan di menit ke-86. Gol itu sekaligus menciptakan Jordan Henderson dkk. pulang dengan tiga poin.

"Hari ini ialah pertarungan besar, kami tahu itu sebelumnya. Tidak mudah, tetapi pada balasannya kami mengatakan semangat juang kami dan mendapat tiga poin," kata Origi kepada Sky Sports.

"Saya hanya berusaha melaksanakan apa pun yang aku bisa. Saya bahagia untuk tim. Kami bekerja sangat keras dan ini merupakan kepingan penting trend ini. Kami hanya harus berjuang untuk tiga poin," tegasnya.

Kemenangan ini menciptakan Liverpool memimpin klasemen dengan 94 poin dari 37 laga. The Reds menggeser Manchester City ke posisi dua dengan 92 poin dari 36 laga.



Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam