Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina


Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan negara-negara muslim untuk mengambil semua langkah yang diharapkan untuk menekan rezim Israel dan mencegah pembantaian warga Palestina.

Rouhani memberikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ibarat dilansir media Iran, Press TV, Selasa (7/5/2019). Hal itu disampaikan Rouhani terkait saling tempur antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza yang telah menewaskan 23 warga Palestina dan 4 warga Israel.

"Perlu bagi negara-negara Islam untuk mencegah pembantaian warga Palestina yang tak bersalah lewat persatuan mereka dan melancarkan tekanan pada rezim Zionis," kata Rouhani kepada Emir Qatar.

Baca juga : Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Rouhani juga memberikan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan di Gaza ketika ini. Rouhani pun berharap supaya kolaborasi politik antara negara-negara sahabat akan membantu menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Teluk Persia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan, jumlah korban tewas warga Palestina akhir serangan udara Israel bertambah menjadi 23 orang sehabis ditemukan dua jasad di Jalur Gaza bab utara pada Senin (6/5) pagi waktu setempat. Kedua jasad suami istri tersebut ditemukan di bawah reruntuhan sebuah bangunan yang hancur total akhir serangan udara Israel. Keduanya diidentifikasi sebagai Talal Abu al-Jidian (48) dan istrinya, Raghda Mohammed Abu al-Jidian (40).

Pasangan suami istri itu mempunyai seorang anak laki-laki berumur 12 tahun, Abdul Rahman al-Jidian, yang juga tewas akhir serangan udara Israel dan jasadnya ditemukan beberapa jam sebelumnya.

Saling gempur antara Israel dan Hamas ini berawal pada Jumat (3/5), ketika agresi demo warga Palestina di Gaza untuk memprotes penerapan blokade di wilayah tersebut. Seorang laki-laki bersenjata Palestina menembak dan melukai dua tentara Israel di bersahabat tembok perbatasan. Israel membalasnya dengan melancarkan serangan udara yang menewaskan dua militan Hamas.

Serangan roket dari Gaza ke Israel dimulai pada Sabtu (4/5) pagi waktu setempat. Saat itu, sistem pertahanan rudal Israel berhasil menembak jatuh puluhan roket, tetapi sejumlah rumah di beberapa kota dan desa Israel terkena serangan roket. Dalam eskalasi pertempuran yang terbesar semenjak perang Gaza tahun 2014, militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 600 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel semenjak Sabtu (4/5) waktu setempat. Militer Israel merespons serangan roket tersebut dengan melancarkan 320 serangan udara semenjak Minggu (5/5) waktu setempat.


Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina

Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akhir Serangan Israel


Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel - Gaza kian memanas. Israel dan kelompok militan di Jalur Gaza telah meningkatkan serangan satu sama lain, dalam eskalasi paling serius semenjak perang tahun 2014. Lebih dari 430 roket dilaporkan telah ditembakkan para milisi Palestina ke Israel semenjak Sabtu (4/5) lalu.

Militer Israel pun melancarkan serangkaian serangan udara sebagai respons atas serangan-serangan roket dari Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas tersebut. Secara keseluruhan, menyerupai dilansir kantor isu AFP, Senin (6/5/2019), Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa 19 warga Palestina tewas akhir serangan-serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (5/5) waktu setempat. Di pihak Israel, empat orang tewas akhir serangan roket dari Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan, di antara warga Palestina yang tewas akhir serangan Israel pada Minggu (5/5) ialah seorang wanita hamil dan seorang bayi berumur 4 bulan.

Baca juga : Mau #Puasa, Netizen Nantikan Sidang Isbat

Setidaknya sembilan warga Palestina yang tewas telah dikonfirmasikan sebagai milisi yang terkait Hamas atau kelompok Jihad Islam.

Otoritas Israel menyatakan, empat warga sipil tewas di Israel dikala roket-roket dan setidaknya sebuah rudal anti-tank ditembakkan para milisi Palestina dari Jalur Gaza. Tiga dari empat korban jiwa tersebut diidentifikasi sebagai warga negara Israel, sedangkan kewarganegaraan korban tewas keempat belum diumumkan.


Kementerian Dalam Negeri Israel menyatakan bahwa target-target serangan udara Israel termasuk kantor sentra keamanan dalam negeri di Gaza. Gedung yang berada di Kota Gaza itu hancur akhir serangan Israel.

Saling gempur antara Israel dan Hamas ini terjadi walaupun gencatan senjata sempat disepakati pada bulan lalu. Kekerasan berawal pada Jumat (3/5), dikala agresi demo warga Palestina di Gaza untuk memprotes penerapan blokade di wilayah tersebut. Seorang laki-laki bersenjata Palestina menembak dan melukai dua tentara Israel di erat tembok perbatasan. Israel membalasnya dengan melancarkan serangan udara yang menewaskan dua militan Hamas.

Serangan roket dari Gaza dimulai pada Sabtu (4/5) pagi waktu setempat. Saat itu, sistem pertahanan rudal Israel berhasil menembak jatuh puluhan roket, tetapi sejumlah rumah di beberapa kota dan desa Israel terkena serangan roket.


Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel