Nasib Menimpa Warga India Selama 3 Tahun Tidak Di Guyuri Hujan

Nasib Menimpa Warga India Selama 3 Tahun Tidak di Guyuri Hujan - Setiap pagi, Dagadu Beldar, 75, berdiri tidur dan memasak nasi dan kacang lentil di rumahnya di sebuah desa di Negara Bagian Maharashtra, India. Setelah itu tidak banyak hal yang perlu dilakukan.

Dalam tiga tahun terakhir, Beldar tinggal sendiri di sebuah gubuk satu kamar yang gelap di Hatkarwadi, kawasan bukit berbatu di pedalaman yang dikelilingi hutan.

Kekeringan memaksa istri dan tiga anak laki-lakinya meninggalkan desa. Tanah dan sumur kawasan itu kering. Hanya tersisa sedikit air untuk minum dan mandi, sawah milik keluarga dalam keadaan terbengkalai.

Dua anak laki-lakinya mendapat pekerjaan di sebuah pabrik gula di Sangli, kawasan kebun tebu yang jaraknya sekitar 400 km dari sana. Ibu mereka membesarkan anak laki-laki ketiga, yang bersekolah di sana. Wilayah Hatkarwadi telah menjadi potongan dari mimpi buruk.

Dengan bertambahnya umur, Beldare menjadi terganggu pendengarannya. Sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam ruangannya yang gelap.

"Dia yaitu seorang laki-laki yang sangat kesepian. Dia sudah tiga tahun tidak bertemu keluarganya. Ini semua terjadi alasannya yaitu air," kata Ganesh Sadgar, seorang tetangganya.


 Dagadu Beldar hidup sendirian sehabis keluarganya meninggalkan desa alasannya yaitu kelangkaan air. (BBC)

Di seberang jalan, anak laki-laki satu-satunya Kishan Sadgar, 75, sudah pergi semenjak sepuluh tahun kemudian untuk bekerja di pabrik gula yang jauh letaknya. Dia tinggal dengan istri dan seekor anjing.

"Anak laki-laki saya hampir tidak pernah pulang," katanya. "Dan kalaupun pulang, ia ingin pergi dua atau tiga hari kemudian alasannya yaitu di sini tidak ada air."

Beberapa rumah dari tempat itu, Saga Bai hidup dengan anak perempuannya Parvati, 14, yang tunawicara. Satu-satunya putranya, Appa, pergi beberapa tahun kemudian untuk bekerja di sebuah pabrik. "Dia hampir tidak pernah pulang ke rumah. Dia menyampaikan hanya akan pulang bila turun hujan," kata Bai.

Dan Ganesh Sadgar, satu-satunya sarjana di desa itu, sulit mendapat wanita untuk dinikahi alasannya yaitu "tidak satu pun wanita ingin tiba ke sini alasannya yaitu tidak ada air".

Hatkarwadi terletak di Beed, sebuah kawasan luas yang panas terik dan miskin alasannya yaitu langka air hujan. Sebelumnya, lebih dari 1.200 orang tinggal di 125 rumah. Lebih dari 50%, sebagian besar pria, telah pergi, meninggalkan rumah mereka.

Para pengungsi alasannya yaitu kelangkaan air ini tinggal di kota yang jauh, di mana mereka mendapat pekerjaan di perkebunan tebu, pabrik gula, konstruksi atau menjadi sopir taksi.


 Yashwant Sahibrao Sadgar mengunci rumahnya dan meninggalkan desa setahun lalu. (BBC)

"Tidak ada air. Mengapa orang harus tinggal di sini?" kata Bhimrao Beldar, 42, seorang kepala desa.

Malam sebelum saya tiba, hujan tiba-tiba turun. Besok paginya, awan abu-abu tampaknya menjanjikan hujan lebat. Tetapi pada tengah hari, langit kembali membakar, mematikan semua impian itu. Harapan memang begitu sulit terjadi di sini. Terakhir kali desa mengalami "hujan normal" yaitu tiga tahun lalu.

 Musim kemarau yang kejam telah mematikan kehidupan di Hatkarwadi. Tanah menjadi cokelat dan retak. Perkebunan kapas dan padi telah mengering.

Hanya dua buah dari 35 sumur masih mempunyai air. Terdapat sekitar belasan sumur bor, tetapi air yang dengan cepat berkurang memaksa petani untuk menggali dalam-dalam - hingga hampir 200 meter - untuk mendapat air.


  Satu-satunya sumber air yaitu dari beberapa sumur bor. (BBC)

Bahkan angin kencang kecil sanggup memutus pasokan listrik sehingga sumur bor sering kali tidak berfungsi. Kendaraan tangki air - yang memilih kelangsungan hidup ketika terjadi kekeringan - menolak memperlihatkan pasokan alasannya yaitu buruknya keadaan jalan penghubung ke desa.
Minta air ke tetangga yang mampu

Tidak tersedianya pakan ternak, menciptakan 300 ekor kerbau harus dipindahkan ke kamp peternakan di mana binatang hidup gotong royong dengan pemiliknya di bawah terpal.

Sekitar 75 jamban yang gres dibentuk pemerintah untuk menghentikan kebiasaan BAB di luar tidak dipakai alasannya yaitu tidak air. Sebagian besar penduduk desa meminta air minum dan mandi dari tetangga yang lebih mampu, yang mempunyai sumur bor.

Hatkarwadi yaitu sebuah titik pada peta Beed, di mana lebih dari 500.000 orang menjadi korban kekeringan. Deforestasi telah mengurangi hutan lindung hingga hanyalah 2% dari keseluruhan luas daerah.

Hanya 16% pertanian mendapat irigasi. Ketika ekspresi dominan hujan cukup, lahan tadah hujan menghasilkan kapuk, kacang kedelai, tebu, sorgum dan jawawut bagi 650.000 petani.


Sebagian besar dari 35 sumur desa mengalami kekeringan. (BBC)

Dalam enam tahun terakhir, Beed mengalami penurunan curah hujan. Pola curah hujan yang tidak teratur merusak tanaman. Hujan yang berhenti turun selama 10 hari sanggup menghancurkan keseluruhan tanaman.

Curah hujan yang tinggi pada tahun kemudian - 99% dari rata-rata curah hujan tahun setinggi 690 mm - tetap mengakibatkan gagal panen alasannya yaitu terjadinya empat kali interupsi pada waktu yang lama.
Bendungan teracuni

Sungai utama, Godavari, mengering. Hampir semua dari 140 bendungan besar dan kecil di Beed telah kehabisan air, di samping juga sekitar 800 sumur.

Dua dari sejumlah bendungan utama kini dinamakan para pejabat sebagai "air mati" - air yang tersimpan di akrab permukaan, teracuni endapan dan lumpur.

Ini yaitu air yang dipompa ke kolam di mana hampir 1.000 tangki mengambil pasokannya, menambahkan klorin ke dalamnya dan menyalurkannya ke sekitar 300 desa.


Saga Bai menyampaikan anak laki-lakinya hanya pulang ketika hujan turun. (BBC)

Sekitar 50% dari 800.000 ternak Beed telah dipindahkan ke lebih dari 600 kamp ternak alasannya yaitu kelangkaan makanan. Lebih dari 40.000 orang bekerja lewat sketsa khusus, dan para pejabat membukanya untuk orang lain untuk mencegah penduduk menjadi miskin.

Kekeringan juga dialami penduduk kota: 250.000 penduduk kota Beed mendapat air pipa seminggu sekali atau kadang kala setiap dua minggu.

"Ini yaitu kekeringan terburuk dalam sepuluh tahun," kata Astik Kumar Pandey, pejabat senior Beed. "Kami berharap pasokan air minum kami mencukupi hingga final bulan Juli dan kami kemudian akan mengalami hujan yang berlimpah".

Kekeringan yang melumpuhkan Maharashtra yaitu potongan dari peristiwa iklim lebih besar yang melanda India. Lebih dari 40% lahan, berdasarkan salah satu perkiraan, mengalami kekeringan dan lebih dari 500 juta orang di paling tidak 10 negara potongan yang mengalami kekurangan air.

P Sainath, pendiri dan editor media online People's Archive of Rural India, menyampaikan kelangkaan air yaitu sebuah "masalah sangat besar". Tetapi bukan hanya kekeringan yang mengakibatkan masalah, katanya. Hal ini juga berkaitan dengan pengelolaan air bagi orang bisa dengan merugikan penduduk miskin, di samping alokasi air yang tidak merata.

"Pengalihan air dari pertanian ke industri, dari flora pangan ke flora menguntungkan yang banyak memerlukan air, dari kawasan pedesaan ke perkotaan, dari kebutuhan hidup sehari-hari ke kolam renang di gedung tinggi perkotaan, yang juga mengakibatkan terjadinya keadaan ini."

Saat kembali di kantornya di Beed, Astik Kumar Pandey memperhatikan pergerakan tangki air lewat GPS pada peta live di kawasan itu. Yang terlihat yaitu kumpulan truk merah (tangki pengambil pasokan) dan hijau (tangki dalam perjalanan membagikan air) yang memenuhi sentra daerah.

"Keadaan telah seburuk ini. Kami berharap hujan akan segera turun".


 Nasib Menimpa Warga India Selama 3 Tahun Tidak di Guyuri Hujan


 

Ani Yudhoyono Salat Mayat Di Pimpin Ma'ruf Amin Di Pendopo Rumah Sby


Ani Yudhoyono Salat Jenazah di Pimpin Ma'ruf Amin di Pendopo Rumah SBY - KH Ma'ruf Amin memimpin salat mayit untuk Ani Yudhoyono di pendopo kediaman keluarga Yudhoyono, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Ma'ruf juga memimpin doa usai salat.

Ma'ruf memimpin salat mayit di pendopo rumah Yudhoyono, Minggu (2/6/2019) sekitar pukul 10.50 WIB. SBY ada di sebelah kanan Ma'ruf, sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan di sebelah kirinya.

Lihat juga : Tutup Usia 67 Tahun Ani Yudhoyono Istri Presiden Indonesia ke 6 SBY


Cucu SBY, Airlangga Yudhoyono ikut salat mayit di sisi kanan SBY. Usai salat, Ma'ruf memimpin doa untuk Ani Yudhoyono.

Jenazah Ani Yudhoyono ketika ini disemayamkan di pendopo rumah itu. Jenazah akan diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata usai salat zuhur.


Ani Yudhoyono Salat Jenazah di Pimpin Ma'ruf Amin di Pendopo Rumah SBY


Ani Yudhoyono Salat Jenazah di Pimpin Ma Ani Yudhoyono Salat Jenazah di Pimpin Ma'ruf Amin di Pendopo Rumah SBY

 

Tutup Usia 67 Tahun Ani Yudhoyono Istri Presiden Indonesia Ke 6 Sby


Tutup Usia 67 Tahun Ani Yudhoyono Istri Presiden Indonesia ke 6 SBY -
Ani Yudhoyono hari ini mengembuskan napas terakhir di National University Hospital (NUH), Singapura. Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini meninggal dunia di usia 67 tahun.

Informasi tersebut diterima detikcom dari staf langsung SBY hari ini, Sabtu (1/6/2019). Ani Yudhoyono meninggal dunia pukul 11.50 waktu setempat.

Lihat Juga :

Berikut pesan tersebut:

BERITA DUKA

Ø¥ِÙ†َّا Ù„ِÙ„ّÙ‡ِ ÙˆَØ¥ِÙ†َّـا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ رَاجِعون

Telah berpulang ke Rahmatullah, Ibu Kristiani Herrawati Binti Sarwo Edhie Wibowo (Ibu Ani Yudhoyono), Mantan Ibu Negara, Isteri Presiden RI ke-6, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono di usia 67 tahun pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2019 Pukul 11.50 Waktu Singapura bertempat di National University Hospital (NUH), Singapura

Kita do'a kan semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan dberikan ketabahan dan kesabaran dalam mendapatkan ujian ini. Amien YRA.

Staf Pribadi Presiden RI Ke-6

Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono juga disampaikan para politikus Partai Demokrat, salah satunya Andi Arief. Andi mendoakan supaya almarhumah husnul khotimah.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Ibu Ani pada pukul 11.50 waktu Singapura. Semoga almarhumah husnul khotimah," tulis Andi Arief lewat akun Twitternya.

Di saat-saat terakhir Ani, SBY dan keluarga turut mendampingi. Saat ini keluarga besar SBY sudah berada di National University Hospital Singapura.

Tutup Usia 67 Tahun Ani Yudhoyono Istri Presiden Indonesia ke 6 SBY


 Tahun Ani Yudhoyono Istri Presiden Indonesia ke  Tutup Usia 67 Tahun Ani Yudhoyono Istri Presiden Indonesia ke 6 SBY
 

Turut Berduka Dari Presiden Untuk Ustaz Arifin Pandangan Gres Meninggal


Turut Berduka Dari Presiden Untuk Ustaz Arifin Ilham Meninggal - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berduka atas meninggalnya Ustaz Arifin Ilham. Dia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan.

Ucapan sedih cita itu disampaikan Jokowi lewat Instagram, Kamis (23/5/2019). Jokowi mengunggah foto dikala ia menjenguk Ustaz Arifin Ilham di rumah sakit.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas berpulang ke Rahmatullah, Ustaz Muhammad Arifin Ilham di Malaysia, kemarin," tulis Jokowi.

Jokowi berdoa biar ibadah almarhum diterima di sisi Allah. Dia juga mendoakan keluarga Ustaz Arifin Ilham tabah.

"Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberiNya ketabahan dan kesabaran," ungkapnya

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Arifin Ilham meninggal pada Rabu (22/5) malam di Malaysia. Jenazahnya akan diterbangkan ke Indonesia dan dimakamkan di Bogor.


Turut Berduka Dari Presiden Untuk Ustaz Arifin Ilham Meninggal

Kejadian 22 Mei Hal Yang Konyol, Lebih Baik Perbanyak Ibadah


Kejadian 22 Mei Hal Yang Konyol, Lebih Baik Perbanyak Ibadah - Kerusuhan yang terjadi di depan Kantor Bawaslu RI dan sejumlah titik di Jakarta semenjak Selasa (21/5/2019) malam disayangkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi Alan Nur Ridwan.

Seharusnya, kata Alan, massa agresi tidak berbuat hal yang merugikan apalagi hingga ada korban enam orang meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Lihat Juga : Anies soal Korban Rusuh Jakarta Semalam: Ada 6 Korban Meninggal Dunia

Sebelumnya massa agresi berdatangan semenjak Selasa pagi. Mereka mencoba merangsek masuk ke kantor Bawaslu dan merusak pagar kawat yang dipasang oleh polisi.

Bentrokan juga kembali terjadi menjelang sahur di beberapa titik, sejumlah oknum menyerang pegawanegeri dengan kembang api. Sementara pegawanegeri berupaya memukul mundur massa, bentrokan pun tak terhindarkan.

"Seharusnya kita fokus beribadah, alasannya kemarin malam yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, nuzulul quran. Tentu kami sangat menyayangkan hal ini," kata Alan ketika dihubungi, Rabu (22/5/2019).


Kejadian 22 Mei Hal Yang Konyol, Lebih Baik Perbanyak Ibadah


China Dan As Laga Ekspresi Soal Penahanan Uighur Dalam Lembaga Pbb


China dan AS Adu Mulut Soal Penahanan Uighur dalam Forum PBB - China dan Amerika Serikat (AS) berkelahi verbal soal penahanan minoritas muslim Uighur dalam lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). China murka sesudah AS menyerukan kepada negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak memperlihatkan dingklik pada China dalam lembaga PBB.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/5/2019), ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa pekan terakhir, AS dan China ribut secara terbuka dalam lembaga PBB ketika membahas hak-hak warga Uighur dan kelompok minoritas muslim lainnya yang ditahan di kamp-kamp di Xinjiang, China.

Pekan lalu, AS mengundang Kepala Kongres Uighur Dunia, Dolkun Isa, untuk berbicara dalam lembaga PBB soal orang pribumi. Aksi AS itu menciptakan geram China.

Baca juga : Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina

Diplomat AS untuk PBB, Courtney Nemoff, menyebut bahwa perlakuan otoritas China terhadap Uighur seharusnya menjadi salah satu faktor dalam memilih keanggotaan dalam lembaga PBB yang ditugaskan melindung orang pribumi di seluruh dunia.

"Amerika Serikat khawatir bahwa lebih dari 1 juta warga Uighur, etnis Kazakh, Kyrgyz dan minoritas muslim lainnya telah mengalami penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, penyiksaan dan final hidup di kamp-kamp di Xinjiang, China," sebut Nemoff dalam pernyataannya.

"Kekejaman ini harus dihentikan. Kami menyerukan kepada negara-negara anggota (PBB) untuk memikirkan hal ini dalam lembaga yang penting ini," imbuhnya.

Seorang diplomat China eksklusif menyerukan penolakan keras terhadap pernyataan Nemoff tersebut. "Perwakilan AS memberikan tuduhan tidak beralasan terhadap China dan memfitnah China," tegas diplomat China tersebut.

Baca juga : Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Diplomat itu juga memberikan 'ketidaksenangan' China atas tuduhan ini dan 'perlawanan tegas' untuknya.

Terlepas dari itu, meskipun ada perlawanan dari AS, kandidat China, Zhang Xiaoan, tetap terpilih secara aklamasi menjadi anggota lembaga PBB bersama empat perwakilan dari Burundi, Namibia, Denmark dan Rusia.

Ditegaskan oleh China dalam lembaga tersebut bahwa kamp-kamp di Xinjiang merupakan 'pusat-pusat pembinaan kejuruan' untuk menjauhkan orang-orang dari ekstremisme dan menyatukan kembali warga di wilayah yang rawan konflik.

Sementara itu, Isa selaku Kepala Kongres Uighur Dunia dalam pernyataannya di lembaga PBB menyebut warga Uighur dipaksa hidup di dalam 'sebuah penjara terbuka' dan disangkal hak-hak keagamaan serta kebebasannya oleh pemerintah China.

Menanggapi hal itu, diplomat China menyebut Isa telah ditetapkan sebagai seorang 'teroris' oleh pemerintah China. Diplomat itu juga menyebut Isa didukung oleh AS, yang disebut telah 'memanfaatkannya untuk menyerang China dan memfitnah China, tanpa dasar sama sekali'.


China dan AS Adu Mulut Soal Penahanan Uighur dalam Forum PBB

Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina


Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan negara-negara muslim untuk mengambil semua langkah yang diharapkan untuk menekan rezim Israel dan mencegah pembantaian warga Palestina.

Rouhani memberikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ibarat dilansir media Iran, Press TV, Selasa (7/5/2019). Hal itu disampaikan Rouhani terkait saling tempur antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza yang telah menewaskan 23 warga Palestina dan 4 warga Israel.

"Perlu bagi negara-negara Islam untuk mencegah pembantaian warga Palestina yang tak bersalah lewat persatuan mereka dan melancarkan tekanan pada rezim Zionis," kata Rouhani kepada Emir Qatar.

Baca juga : Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Rouhani juga memberikan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan di Gaza ketika ini. Rouhani pun berharap supaya kolaborasi politik antara negara-negara sahabat akan membantu menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Teluk Persia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan, jumlah korban tewas warga Palestina akhir serangan udara Israel bertambah menjadi 23 orang sehabis ditemukan dua jasad di Jalur Gaza bab utara pada Senin (6/5) pagi waktu setempat. Kedua jasad suami istri tersebut ditemukan di bawah reruntuhan sebuah bangunan yang hancur total akhir serangan udara Israel. Keduanya diidentifikasi sebagai Talal Abu al-Jidian (48) dan istrinya, Raghda Mohammed Abu al-Jidian (40).

Pasangan suami istri itu mempunyai seorang anak laki-laki berumur 12 tahun, Abdul Rahman al-Jidian, yang juga tewas akhir serangan udara Israel dan jasadnya ditemukan beberapa jam sebelumnya.

Saling gempur antara Israel dan Hamas ini berawal pada Jumat (3/5), ketika agresi demo warga Palestina di Gaza untuk memprotes penerapan blokade di wilayah tersebut. Seorang laki-laki bersenjata Palestina menembak dan melukai dua tentara Israel di bersahabat tembok perbatasan. Israel membalasnya dengan melancarkan serangan udara yang menewaskan dua militan Hamas.

Serangan roket dari Gaza ke Israel dimulai pada Sabtu (4/5) pagi waktu setempat. Saat itu, sistem pertahanan rudal Israel berhasil menembak jatuh puluhan roket, tetapi sejumlah rumah di beberapa kota dan desa Israel terkena serangan roket. Dalam eskalasi pertempuran yang terbesar semenjak perang Gaza tahun 2014, militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 600 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel semenjak Sabtu (4/5) waktu setempat. Militer Israel merespons serangan roket tersebut dengan melancarkan 320 serangan udara semenjak Minggu (5/5) waktu setempat.


Presiden Iran Serukan Negara Islam Cegah Pembantaian Warga Palestina

Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akhir Serangan Israel


Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel - Gaza kian memanas. Israel dan kelompok militan di Jalur Gaza telah meningkatkan serangan satu sama lain, dalam eskalasi paling serius semenjak perang tahun 2014. Lebih dari 430 roket dilaporkan telah ditembakkan para milisi Palestina ke Israel semenjak Sabtu (4/5) lalu.

Militer Israel pun melancarkan serangkaian serangan udara sebagai respons atas serangan-serangan roket dari Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas tersebut. Secara keseluruhan, menyerupai dilansir kantor isu AFP, Senin (6/5/2019), Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa 19 warga Palestina tewas akhir serangan-serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (5/5) waktu setempat. Di pihak Israel, empat orang tewas akhir serangan roket dari Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan, di antara warga Palestina yang tewas akhir serangan Israel pada Minggu (5/5) ialah seorang wanita hamil dan seorang bayi berumur 4 bulan.

Baca juga : Mau #Puasa, Netizen Nantikan Sidang Isbat

Setidaknya sembilan warga Palestina yang tewas telah dikonfirmasikan sebagai milisi yang terkait Hamas atau kelompok Jihad Islam.

Otoritas Israel menyatakan, empat warga sipil tewas di Israel dikala roket-roket dan setidaknya sebuah rudal anti-tank ditembakkan para milisi Palestina dari Jalur Gaza. Tiga dari empat korban jiwa tersebut diidentifikasi sebagai warga negara Israel, sedangkan kewarganegaraan korban tewas keempat belum diumumkan.


Kementerian Dalam Negeri Israel menyatakan bahwa target-target serangan udara Israel termasuk kantor sentra keamanan dalam negeri di Gaza. Gedung yang berada di Kota Gaza itu hancur akhir serangan Israel.

Saling gempur antara Israel dan Hamas ini terjadi walaupun gencatan senjata sempat disepakati pada bulan lalu. Kekerasan berawal pada Jumat (3/5), dikala agresi demo warga Palestina di Gaza untuk memprotes penerapan blokade di wilayah tersebut. Seorang laki-laki bersenjata Palestina menembak dan melukai dua tentara Israel di erat tembok perbatasan. Israel membalasnya dengan melancarkan serangan udara yang menewaskan dua militan Hamas.

Serangan roket dari Gaza dimulai pada Sabtu (4/5) pagi waktu setempat. Saat itu, sistem pertahanan rudal Israel berhasil menembak jatuh puluhan roket, tetapi sejumlah rumah di beberapa kota dan desa Israel terkena serangan roket.


Gaza Memanas, 19 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel