Fasilitasi Modal Petani, Pemkab Muba Tertarik Startup Crowde


TECHBURGER.ME - Sering terbenturnya pembiayaan dan modal para petani untuk membuatkan hasil pertanian di pedesaan, tidak menciptakan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tinggal membisu saja di bawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin bersama Wakil Bupati Beni Hernedi mencari Solusi untuk membereskan hal-hal tersebut.


Berbagai upaya sudah dilakukan, contohnya saja dengan terobosan peremajaan (Replanting) perkebunan kelapa sawit rakyat dan penemuan infrastruktur pembangunan jalan aspal berbahan baku karet yang belakangan ini dinilai sangat efektif mendongkrak harga dan meningkatkan kualitas hasil perkebunan karet dan sawit khususnya.

Tidak berhenti disitu saja, kali ini dalam upaya mensupport pembiayaan modal petani di bumi Serasan Sekate, Pemkab Muba akan menggandeng PT Crowde Membangun Bangsa atau Crowde yang merupakan salah satu perusahaan rintisan yang berplatform menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani.

"Dengan upaya ini, kita harapkan petani di Muba tidak lagi terbentur dengan modal, jadi selain pertolongan dari Pemda ada back up lain yang akan memaksimalkan permodalan petani," ujar Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi di sela mendengarkan Paparan CEO & CO Founder Startup Crowde Terkait Platform Permodalan Petani Secara Online di Crowde Jakarta HQ Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, perusahaan startup dengan segmentasi menyerupai ini akan mendorong petani di Muba lebih maksimal dalam menjalankan perjuangan di bidang pertanian.

"Ini juga salah satu upaya Pemkab Muba mencari solusi dan jalan keluar permasalahan yang selama ini menjadi momok di kalangan petani, tidak hanya di Muba namun di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, CEO PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde), Yohanes Sugihtononugroho menuturkan Crowde ada untuk membantu petani.

"Jadi, kami bukan lebih fokus menyasar segmen petani. Namun, kami menciptakan daftar permasalahan di sektor pertanian Indonesia yang sangatlah banyak, sehingga kami tetapkan untuk menjadi salah satu solusi bagi permasalahan yang dialami para petani," bebernya.

Lanjutnya, Crowde mulai beroperasi pada September 2015, dan pandangan gres pendirian Crowde berawal dari problem yang ada di sektor pertanian Indonesia.

"Konsep yang kami tawarkan ini sebetulnya sudah mendapat banyak pertentangan, alasannya yaitu berbagai investasi bodong yang mengatasnamakan pertanian, sehingga industrinya menjadi sangat keruh," terangnya.

Dijelaskan, Strategi yang dijalankan yaitu dengan cara peningkatan kualitas petani dan proyek pertanian, alasannya yaitu dengan edukasi yang lebih mendalam menciptakan petani mempunyai hasil yang meningkat dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Dengan demikian, petani pun lebih sejahtera dan akan terus melebarkan usahanya.

"Dari sisi petani, kami berupaya menjadi partner mereka mulai dari pengembangan contoh pikir petani, pendanaan, dan pembentukan ekosistem pertanian secara lokal. Ini untuk membantu petani menjual kepada para end user sehingga mendapat margin yang lebih baik," imbuhnya.

"Dari sisi pemodal, kami terus berupaya meningkatkan layanan dengan melaksanakan transparansi pada setiap acara yang terjadi sehingga pemodal sanggup dengan terang melihat kemana uang mereka terpakai,"
Dalam kesempatan  tersebut turut dihadiri Plt.Kepala Dinas Kominfo Dicki Meiriando, SSTP, MH, Protokol dan Humas Pemkab Muba. /red/

Sambut Pelaksanaan Ktna Xiii, Dlh Muba Himbau Bersih-Bersih Lingkungan


TECHBURGER.ME - Tidak hanya rangkaian program yang diprediksi bakal meriah saja yang bakal menyemarakkan Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 24- 28 Juni nanti.


Namun, persiapan yang matang juga terus digencarkan Pemkab dan warga Muba untuk menjamu akseptor dari Kabupaten/Kota di Sumsel nantinya.

Menjadi tuan rumah yang baik dan sukses menjadi prioritas Pemkab Muba dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex, semenjak Jumat (15/6/2019) kemudian pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba melaksanakan kegiatan bersih-bersih untuk memaksimalkan penyambutan akseptor dan tamu KTNA XIII nantinya.

"Bersih-bersih ini memang sudah menjadi aktivitas rutin DLH, terlebih kita sudah mendapat piala Adipura. Namun, untuk menyambut KTNA nantinya dimana Muba merupakan tuan rumah kami mengajak warga muba mari kita tunjukan kepada tempat lain bahwa warga  Muba Cinta Akan Kebersihan selain itu kami petugas kebersihan lebih dimaksimalkan lagi hingga H+3 pelaksanaan KTNA nantinya," ujar Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro, SH, MHum.

Lanjutnya, aktifitas bersih-bersih tersebut tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan DLH Muba namun warga juga antuasias bergotong royong  turut membantu bersih-bersih.

"Hari ini kita di pasar Talang Jawe, dan pedagang pun antusias ikut serta bersih-bersih untuk menyambut pelaksanaan KTNA nantinya," ungkap Andi.

Selain Giat Bersih Kampung dan Lingkungan DLH Muba melakukan  pemasangan lampu penerangan dan lampu hias di sudut-sudut Kota Sekayu. "Ya, ada penambahan lampu penerangan dan lampu hias juga, salah satunya di tugu masuk Kota Sekayu," terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan euforia warga menyambut pelaksanaan KTNA XIII di Muba ini sangat tampak. "Bisa kita lihat sendiri warga tergerak untuk ikut serta gotong-royong bersih-bersih di kota Sekayu," jelasnya.

Dodi menambahkan,  diminta pelaksanaan Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten Muba biar menjadi Pelaksana Terbaik Se Indonesia. Dan walaupun ini event kelas provinsi namun rasanya harus nasional.

"Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka kita wajib dan  harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, namun harus kita fahami dahulu terbaik dalam sisi apa, sehingga Para OPD yang dan panitia besar sanggup melaksanakan dengan baik, khususnya menunjukkan pelayanan kepada tamu tamu kehormatan kita dari seluruh tempat Se- Sumsel,” ujar Dodi Reza Alex .

Dikatakan Dodi bahwa, perlu dipahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari dan melibatkan akseptor ribuan orang.

"Nantinya Kota Sekayu dan sekitarnya akan diramaikan  para tamu tamu akseptor KTNA XIII Kaprikornus fokus kita  bukan hanya ketika pembukaan program saja, tetapi wajib kita fokus seluruhnya mulai ketika program pembukaan, program berlangsung,  hingga acara  penutupan harus menjadi perhatian kita bersama dan seluruhnya wajib dimaksimalkan," tegasnya.

"Oleh sebab itu pada event ini kita harus menunjukkan pelayanan terbaik dan konsisten kepada seluruh akseptor Peda KTNA, baik itu mengenai akomodasi, kosumsi dan seluruh fasilitas fasilitas yang dipergunakan para tamu, sinergikan pelayanan bersama stakeholder terkait khusus Pihak PLN mengenai listrik jangan hingga padam ketika berlangsungnya program dari awal hingga alhir, PDAM kebutuhan air higienis bagi seluruh akseptor terpenuhii begitu juga dengan Keamanan dan ketertiban koordinasi dengan baik bersama Kepolisian/ Tentara Nasional Indonesia satpol PP dan panitia serta LO harus standy sebagai penghubung warta yang terintegrasi baik ke seluruh stakeholder terkait termasuk Tim Medis, maka harus ada Pusat Emergency Centernya. Tapi Saya Yakin Muba Bisa melaksanakan itu Semua ayo Semangat kita berikan yang terbaik keseluruh tamu tamu kita,” himbaunya. /red/