Anak Bangsa Bersinar Di Ajang Badminton Autralia Terbuka 2019


Anak Bangsa Bersinar di Ajang Bulu Tangkis Autralia Terbuka 2019 - Praveen Jordan/Melati Daeva maju ke perempatfinal Australia Terbuka 2019. Ganda adonan Indonesia itu menekuk Wang Chi Lin/Cheng Chi Ya 21-18, 12-21, 21-11.

Di Quaycentre, Sydney Olympic Park, Kamis (6/6/2019) waktu setempat, Praveen/Melati, yang memainkan partai kedua untuk Indonesia, pribadi unggul 21-18 di gim pertama atas Wang/Cheng, ganda adonan asal Taiwan.

Di gim kedua, Wang/Cheng sempat menyamakan kedudukan lewat kemenangan 21-12, namun Praveen/Melati, yang menempati unggulan keenam, kembali menggila di gim ketiga.

Lihat Juga :

Praveen/Melati menang 21-12 untuk mengunci kemenangan. Hasil ini menciptakan Indonesia sementara meloloskan dua wakilnya ke perempatfinal.

Sebelumnya, pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle membuka rangkaian pertandingan babak kedua juga dengan kemenangan. Menghadapi wakil Hong Kong Chang Tak Ching/Ng Wing Yung, Hafiz/Gloria menang 19-21, 21-7, 21-11.

Selanjutnya, Praveen/Melati akan menantang Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Ganda adonan Malaysia itu ke perempatfinal dengan menyingkirkan pasangan China Ren Xiangyu/Zhou Chaomin 21-19, 21-15.

Adapun partai ketiga Indonesia akan diwakili Akbar Bintang/Annisa Saufika menghadapi ganda adonan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Anak Bangsa Bersinar di Ajang Bulu Tangkis Autralia Terbuka 2019



Anak Bangsa Bersinar di Ajang Bulu Tangkis Autralia Terbuka  Anak Bangsa Bersinar di Ajang Bulu Tangkis Autralia Terbuka 2019


Perang Saudara Alex Marquez Akan Menyusul Kakaknya Di Motogp Pekan Depan


Perang Saudara Alex Marquez Akan Menyusul Kakanya Di MotoGP Pekan Depan - Tim Pramac Ducati mengkonfirmasi bahwa mereka tertarik merekrut Alex Marquez. Adik Marc Marquez tersebut tengah tampil gemilang di Moto2.

Alex Marquez berhasil meraih podium pertama pada gelaran Moto2 GP Prancis. Hasil tersebut membuatnya sekarang berada di posisi keempat klasemen pebalap.

Performa apiknya tersebut menarik minat tim Pramac merekrutnya untuk mengarungi MotoGP 2020. Ia diproyeksikan menggantikan Jack Miller yang kontraknya akan habis selesai animo ini.

Kepala tim Pramac, Francesco Guidotti bahkan telah menjalin komunikasi dengan manajer Alex, Emilio Elzamora. Tim asal Italia ini memang tengah mencari rider berbakat dari Moto2 yang siap naik kelas ke MotoGP.

"Kami telah bertemu dengan Alzamora untuk melihat apakah ada kemungkinan membawa Alex ke sini, itu yaitu mekanisme standar: ketika seorang manajer pebalap berbicara dengan kami, kami melakukannya, dalam hal apa pun, kami merencanakan pertemuan lain," ujar Guidotti dilansir dari Marca.

"Jack tidak mempunyai kontrak untuk tahun depan dan kami harus memikirkan solusi lain bila dia ingin pergi ke tim pabrikan atau ke daerah lain, seandainya bila kami tidak sanggup memenuhi apa yang dia butuhkan."

"Kami perlu mempunyai citra ihwal pasar dan mereka yang ingin pindah dari Moto2 ke MotoGP dengan segala sesuatu yang sanggup kami lakukan. Tapi kami tidak fokus pada pebalap tertentu dan, bila mungkin, kami ingin mempertahankan pasangan rider kami ketika ini," ungkapnya menjelaskan.

Sementara Alex cukup antusias melihat kemungkinan dirinya naik kelas ke MotoGP di 2020. Pria 23 tahun ini mengaku telah siap membalap di kelas paling bergengsi tersebut.

"Saya berkata saya tidak akan mengambil keputusan bila saya tidak merasa siap, tahun ini saya merasa lebih siap dan saya pikir bila saya punya peluang, saya tentu saja akan mengambilnya. Tapi, saya masih harus melaksanakan yang terbaik untuk pekerjaan saya ketika ini," tutur Alex Marquez mengenai peluangnya ke kelas MotoGP.


Perang Saudara Alex Marquez Akan Menyusul Kakanya Di MotoGP Pekan Depan

Indonesia Membuka Awal Yang Anggun Di Piala Sudirman 2019


Indonesia Membuka Awal Yang Bagus di Piala Sudirman 2019 - Indonesia mengawali perannya di Piala Sudirman 2019 dengan manis. Menghadapi Inggris, Merah-Putih menang telak 4-1.

Pada pertandingan fase grup 1B yang dihelat di Guangxi Sport Center, Nanning, China, Minggu (19/5/2019), Indonesia membuka kemenangan lewat ganda andalannya Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus mengalahkan Marcus Ellis/Chris Langridge 21-9 dan 21-18 dalam waktu 39 menit.

Memasuki gim kedua, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung menghentikan perlawanan Abigail Holden juga dengan dua gim langsung, 21-10 dan 21-13.

Lihat Juga : Kalahkan MU, Real Madrid Makara Merek Sepakbola Paling Bernilai di Dunia

Di gim ketiga, gilran Anthony Sinisuka Ginting yang menyumbangkan angka usai menang gampang atas Toby Penty yang berperingkat 65 dunia, 21-9 dan 21-12. Hasil ini mengunci kemenangan Indonesia di pertandingan ini.

Indonesia menambah lagi skor jadi 4-0 sehabis ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, menang 21-16 dan 21-18, dalam tempo 45 menit atas Chloe Birch/Laurent Smith.

Sayangnya, Indonesia gagal sapu higienis sehabis ganda adonan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ditaklukkan andalan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, dengan skor 17-21 dan 18-21.

Indonesia tetap menang dengan skor 4-1 dan selanjutnya akan menghadapi Denmark di partai kedua, Rabu (22/5/2019) mulai pukul 17.00 WIB.



Indonesia Membuka Awal Yang Bagus di Piala Sudirman 2019 



Finis Keenam, Rossi Mengaku Salah Pilih Ban


Finis Keenam, Rossi Mengaku Salah Pilih Ban - Valentino Rossi mengaku sempat berada dalam persoalan untuk menentukan ban di MotoGP Spanyol. Pada kesudahannya The Doctor salah pilih ban dan sulit bersaing di posisi terdepan.

Setelah jadi runner up pada balapan sebelumnya di Austin, Rossi hanya sanggup finis di posisi enam dalam hajatan MotoGP Spanyol. Memulai balapan dari posisi 13, The Doctor lalu finis di urutan enam.

Kesalahan menentukan ban diklaim Rossi punya imbas besar dalam hasil tak memuaskan yang ia raih di Sirkuit Jerez. Itu makin diperparah dengan hasil jelek dalam sesi kualifikasi, yang menciptakan Rossi harus start jauh dari posisi depan.

Baca juga : Hendra/Ahsan Juara, Indonesia Dua Gelar di New Zealand Open 2019

"Kami menciptakan pilihan ban di saat-saat terakhir. Saya ingin membalap menggunakan ban medium, tapi lalu temperatur meningkat tinggi dan kami berpikir 'medium atau keras? medium atau keras? medium atau keras?' Pada kesudahannya kami menggunakan ban keras, dan saya pikir ini yakni perubahan besar yang harusnya sanggup kami lakukan (untuk sanggup hasil lebih baik)," papar Rossi.

Fakta bahwa Maverick Vinales sanggup hasil cantik dengan menggunakan ban medium menciptakan Rossi yakin pemilihan ban menjadi alasan atas hasil yang ia raih di Jerez. Rossi pede sanggup bersaing memperebutkan podium andai pilihan bannya tepat.

"Saya sangat ingin tau mencoba ban medium, sebab pada kesudahannya Maverick sangat cantik dengan ban itu."


"Saya pikir, kalau saya memulai balapan dari posisi lebih depan sedikit, maka saya akan sanggup berada dengan grup pebalap di posisi paling depan, tak jauh dari Vinales (finis ketiga)," tuntas Rossi.


Finis Keenam, Rossi Mengaku Salah Pilih Ban

Hendra/Ahsan Juara, Indonesia Dua Gelar Di New Zealand Open 2019


Hendra/Ahsan Juara, Indonesia Dua Gelar di New Zealand Open 2019 - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi juara nomor ganda putra New Zealand Open 2019. Mereka mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 20-22, 21-15, dan 21-17.

Di Eventfinda Stadium, Minggu (5/5/2019), jalannya gim pertama antara Hendra/Ahsan berjalan ketat. Terjadi susul-menyusul angka, pasangan Indonesia kesudahannya unggul 11-10 dikala interval.

Hendra/Ahsan sanggup mendulang tiga poin berurutan. Setelah itu, Hendra melaksanakan kesalahan servis. Beberapa dikala sesudah itu, pengembalian Watanabe keluar. Hendra/Ahsan unggul 14-11

Permainan seru disajikan hingga tamat gim, kejar mengejar poin antara Hendra/Ahsan dengan Endo/Watanabe hingga 19-19. Pengembalian Hendra menyangkut net menciptakan kedudukan 19-20, kemudian kedudukan 20-20 dikala pukulan Watanabe keluar.

Baca juga : Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam

Gim pertama selesai 22-20 untuk pasangan Jepang, sesudah Endo/Watanabe menambah dua poin. Poin terakhir sebab pengembalian Ahsan yang menyangkut net. Gim pertama selesai 22 menit.

Pada awal gim kedua, Hendra/Ahsan ketinggalan 0-3. Keduanya sanggup menyamakan kedudukan 3-3. Kejar-mengejar poin berlangsung hingga kedudukan 10-10, Hendra/Ahsan sanggup unggul 11-10 dikala interval.

Hendra/Ahsan selalu unggul pasca rehat, menutup gim kedua dengan skor 21-15. Pertandingan lanjut ke gim ketiga.

Pada gim ketiga, Hendra/Ahsan kewalahan meladeni Endo/Watanabe. Tiga poin berturun eksklusif digapai pasangan Jepang itu. Saat interval, Endo/Watanabe unggul 11-7.


Baca juga  : CLS Knights Menangi Gim Pertama Final ABL 2018/2019

 Satu poin sanggup didapat Hendra/Ahsan pasca interval, tapi tak didapat dengan mudah. Keuletan Endo/Watanabe mengembalikan serangan Hendra/Ahsan menyangkut di net. Sesaat kemudian pengembalian Hendra menyangkut net, skor 12-8.

Hendra/Ahsan sanggup meraih empat angka beruntun! Mereka menyamakan kedudukan 12-12. Smash keras Ahsan membawa mereka unggul 13-12. Laju poin Hendra/Ahsan terhenti di tujuh angka, pengembalian kurang tepat menciptakan Endo/Watanabe, 15-13.

Hendra/Ahsan terus memegang kendali pasca interval gim penentuan. Mereka sempat unggul 18-13. Hendra/Ahsan terus unggul hingga menutup gim ketiga dengan skor 21-17. Servis salah dari Endo mengakhiri pertandingan

Dengan hasil ini, Indonesia membawa pulang dua gelar dari ajang New Zealand Open 2019. Sebelumnya, Jonatan Christie meraih trofi di nomor tunggal putra.



Hendra/Ahsan Juara, Indonesia Dua Gelar di New Zealand Open 2019

Cls Knights Menangi Gim Pertama Simpulan Abl 2018/2019


CLS Knights Menangi Gim Pertama Final ABL 2018/2019 - BTN CLS Knights Indonesia mendekat ke titel juara ASEAN Basketball League 2018/2019. Ini sehabis CLS mengalahkan Singapore Slingers 86-67.

Pada gim pertama final ABL yang dihelat di OCBC Arena, Jumat (3/5/2019) malam WIB, CLS tak diperkuat salah satu pemain andalannya Wong Wei Long yang harus istirahat lantaran mendapat cedera pelipis usai dihantam pemain Mono Vampire di semifinal kemarin.

Pada sepuluh menit pertama gim ini, CLS unggul 20-16 yang dimotori performa gemilang Maxie Esho di kuarter ini. Tapi memasuki kuarter kedua, Slingers bangun dan sempat menyamakan skor 22-22 dikala waktu berjalan dua menit.

Baca juga : Jelang MotoGP Spanyol: Dovizioso Terlecut Hasil di Argentina dan AS

Tapi, CLS bisa merebut keunggulan 38-37 lewat tiga kali tembakan bebas. Saat paruh pertama gim berakhir, dua pemain CLS Darryl Watkins dan Douglas Herring sama-sama mencetak 10 angka.

Memasuki kuarter ketiga, CLS unggul cepat 44-39 di awal. Defense apik dari CLS menciptakan Slingers kesulitan menciptakan angka dan di selesai kuarter ketiga, CLS memimpin 63-50.

Pada kuarter akhir, CLS makin tak terbendung untuk balasannya menang dengan selisih angka cukup jauh, yakni 19, dengan skor 86-67. Dengan hasil ini, CLS hanya butuh satu kemenangan di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (5/5) besok dan trofi ABL trend ini jadi milik mereka.

"Defense kami anggun di kuarter ketiga itu kunci kemenangan hari ini, pertandingan game kedua (5/5/2019) kami harus bermain lebih baik lagi alasannya tuan rumah niscaya mencar ilmu banyak dari kekalahan ini. Game kedua mungkin kami sudah bisa memainkan Wei Long juga," kata instruktur CLS Brian Rowsom


Baca juga :  MotoGP: Tertekan, Bos Ducati Prediksi Marc Marquez Banyak Lakukan Kesalahan

"Dari awal saya selalu optimis kita bisa menang. Hari ini para pemain memperlihatkan semangat dan tekad tidak mau kalah," timpal Christopher Tanuwidjaja Managing Partner BTN CLS Knights Indonesia.

Pada pertandingan ini, Maxie Esho jadi pemain terbaik dengan torehan 24 poin dan delapan rebound, disusul Watkins dengan double-double 23 poin serta 12 rebound, dan Douglas Herring Jr dengan 17 poin. Di kubu Slingers ada Xavier Alexander dan John Fields dengan 19 poin.

"Kami bermain solid hari ini, Defense ialah kunci kemenangan hari ini dan berkat determinasi semuanya. Kami mendapat energi dari fams kami. Mereka sangat luar biasa tiba dari Indonesia mendukung kami dan menawarkan energi yang sangat sempurna," komentar Douglas Herring.



CLS Knights Menangi Gim Pertama Final ABL 2018/2019

Bam Bam Bam! Rossi Antusias Sambut Aktivitas Padat Motogp Di Eropa



Bam Bam Bam! Rossi Antusias Sambut Jadwal Padat MotoGP di Eropa - MotoGP memasuki seri Eropa, ditandai dengan balapan di Jerez. Valentino Rossi antusias menyambut jadwal padat di benua biru.

MotoGP Spanyol di sirkuit Jerez, Minggu (5/5/2019) simpulan pekan ini menandai dimulainya seri Eropa. Selanjutnya ada lima balapan hingga 7 Juli, sebelum jeda animo panas untuk para pebalap.

Baca juga : Jelang MotoGP Spanyol: Dovizioso Terlecut Hasil di Argentina dan AS

Lima balapan itu yaitu MotoGP Prancis (Le Mans), Italia (Mugello), Catalunya (Catalunya), Belanda (Assen), dan Jerman (Sachsenring).

Rossi tak sabar mengonfirmasi hasil-hasil cantik di dua balapan terakhir, di mana ia finis kedua di Argentina dan Amerika Serikat. Dua hasil ini sudah jadi peningkatan signifikan dari seri pertama kala rider Monster Energy Yamaha itu cuma finis kelima.

Baca juga : Jelang MotoGP Spanyol: Dovizioso Terlecut Hasil di Argentina dan AS

"Kami dalam kondisi bagus, kuat, dan bekerja dengan baik. Tampaknya motor banyak berkembang. Pastinya masih ada sejumlah area yang perlu dipoles. Kami perlu waktu untuk itu, tapi kami dapat kompetitif kok,"


Bam Bam Bam! Rossi Antusias Sambut Jadwal Padat MotoGP di Eropa


Jelang Motogp Spanyol: Dovizioso Terlecut Hasil Di Argentina Dan As


Jelang MotoGP Spanyol: Dovizioso Terlecut Hasil di Argentina dan AS - Rider Ducati Andrea Dovizioso antusias menyambut MotoGP Spanyol. Dovizioso optimistis akan bisa bersaing, mengingat hasil sepakat di Argentina dan Amerika Serikat.

Dovizioso cukup mulus mengarungi tiga balapan pertama MotoGP 2019 usai memenangi seri pembuka di Qatar, finis ketiga di Argentina, dan keempat di Amerika Serikat. Padahal, di dua seri terakhir pebalap Italia itu kerap mengalmi kesulitan di masa lalu.

Kini Dovizioso dinantikan pembuktian lain di Spanyol, selesai pekan ini. Pasalnya, Jerez bukan seri yang ramah bagi Dovizioso di mana beliau belum pernah sekalipun naik podium semenjak debut di kelas primer pada 2008.

Baca juga : MotoGP: Tertekan, Bos Ducati Prediksi Marc Marquez Banyak Lakukan Kesalahan

Pencapaian terbaik Dovizioso di sana hanyalah posisi lima yang diraih tiga kali [2017, 2014, dan 2012]. Musim lalu, Dovizioso bersama-sama berpeluang mengakhiri tren buruknya itu. Akan tetapi Dovizioso justru retired alasannya yaitu terimbas dengan goresan Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo dikala menempati posisi ketiga dalam balapan.

"Kekacauan di 2018 sudah dilupakan. Aku tidak sabar berlaga di Jerez," Dovizioso menyampaikan kepada Rai Sport, yang dilansir GPOne. "Itu akan menjadi sensasi gres untukku alasannya yaitu tahun kemudian saya kencang, sekalipun saya kesulitan menyalip Jorge.

Baca juga : BPN Bantah TKN: Koalisi Prabowo-Sandi Solid, Kami Pegang Komitmen PAN

"Kupikir kami bisa tampil di sana dan bisa bicara banyak," sambung dia.

"2018 itu berbeda dari biasanya. Kami tangguh di daerah kami tidak pernah tangguh sebelumnya, itulah mengapa kami harus menjalani ekspresi dominan ini dengan kalem."

"Hal pentingnya yaitu mempunyai perasaan yang nyaman dengan motor, dan itu yang kurasakan. Kami kencang di Texas dan Argentina, dan kami bisa melanjutkannya di Eropa juga," cetus dua kali runner-up ini.


Jelang MotoGP Spanyol: Dovizioso Terlecut Hasil di Argentina dan AS

Motogp: Tertekan, Bos Ducati Prediksi Marc Marquez Banyak Lakukan Kesalahan


MotoGP: Tertekan, Bos Ducati Prediksi Marc Marquez Banyak Lakukan Kesalahan - Jakarta Menjelang balapan MotoGP Jerez, Minggu (5/5/2019), perang urat syaraf dilontarkan CEO Ducati, Claudio Domenicali. Dia menyebut Marc Marquez sedang mencicipi tekanan sehingga dapat dikalahkan.

Domenicali mengaku tak menyangka pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, dapat memimpin klasemen sementara MotoGP 2019. Keberhasilan Dovi tak lepas dari kesialan yang dialami Marquez pada MotoGP Austin, dua pekan lalu. Marc Marquez malah gagal finis pada balapan tersebut padahal sedang melaju sendirian di depan, mengungguli para rivalnya.

Baca juga : Krisdayanti 'Menghitung Hari' Menuju Kepastian Lolos ke DPR

Baby Alien sekarang tercecer di peringkat keempat klasemen, di bawah Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) dan Alex Rins (Suzuki Ecstar).

"Saya sangat yakin Anda dapat mengalahkan beliau (Marquez) di trek, alasannya yaitu kami belum menunjukkannya sampai tiga balapan pertama ini. Tapi, kami sudah melakukannya kali dalam beberapa tahun terakhir ini," kata Domenicali, ibarat dilansir Speedweek, Minggu (28/4/2019).

"Saya yakin Marc Marquez pembalap yang mempunyai bakat istimewa, tapi beliau juga mencicipi tekanan," imbuh Domenicali.

Pria asal Italia tersebut mengisyaratkan Marquez kemungkinan dapat melaksanakan kesalahan lagi jikalau persaingan pada pacuan juara dunia berlangsung ketat dan sengit.

"Lebih banyak rival yang menekannya, maka kemungkinan Marc Marquez akan lebih banyak melaksanakan kesalahan," ujar Domenicali.


MotoGP: Tertekan, Bos Ducati Prediksi Marc Marquez Banyak Lakukan Kesalahan