Mencatat Rekor Piala Dunia Timnas Thailand Di Libas Timnas As 13 - 0

Mencatat Rekor Piala Dunia Timnas Thailand di Libas Timnas As 13 - 0 - Timnas perempuan Amerika Serikat menggasak Thailand 13-0 di pertandingan Piala Dunia perempuan 2019. Skor itu rupanya menjadi rekor tersendiri.

Di Stade Auguste Delaune, Reims, Prancis, Selasa (11/6/2019) waktu setempat, AS mengalahkan Thailand pada berkelahi perdananya di Grup F. Alex Morgan dkk menang dengan melesakkan selusin lebih gol.

AS menggila di berkelahi ini. BBC mencatat, Negeri Paman Sam mendominasi penguasaan bola mencapai 73% dan melepaskan 40 shot dengan 20 di antaranya mengarah sempurna ke gawang. Dan 13 gol dilesakkan ke gawang Thailand.

Lihat juga : Kiper Senior Buffon Ingin Bergabung Dengan Carrarese, Genoa, atau Lazio

Morgan menjadi bintang kemenangan AS. Pemain berusia 29 tahun itu memborong lima gol, yang masing-masing dilesakkan pada menit ke-12, 53, 74, 81, dan 87.

Sisany, Rose Lavelle mencetak dua gol, Samantha Mewis dua gol, dan satu gol masing-msing dari Lindsey Horan, Megan Anna Rapinoe, Mallory Diane Pugh, dan Carli Anne Lloyd.

Tercatat Opta, skor kemenangan AS atas Thailand ini rupanya memecahkan rekor. Kemenangan 13-0 tanpa balas menjadi skor kemenangan terbesar di pentas Piala Dunia, termasuk juga di Piala Dunia putra.

Sebelumnya, rekor kemenangan terbesar di Piala Dunia tercipta ketika Hongaria mengalahkan Korea Selatan 9-0 di Piala Dunia 1954, Yugoslavia melumat Zaire 9-0 di Piala Dunia 1974, dan terakhir Hongaria lagi yang membantai El Salvador 10-1. Kemenangan 13-0 timnas perempuan AS terperinci lebih besar.

Sementara Morgan menjadi pemain kedua yang bisa bikin lima gol di Piala Dunia Wanita. Yang pertama ialah Michelle Akers, yang juga pemain AS, melakukannya ketika menghadapi Taiwan pada 1991


Mencatat Rekor Piala Dunia Timnas Thailand di Libas Timnas AS 13 - 0



Kiper Senior Buffon Ingin Bergabung Dengan Carrarese, Genoa, Atau Lazio


Kiper Senior Buffon Ingin Bergabung Dengan Carrarese, Genoa, atau Lazio - Gianluigi Buffon sudah berpisah dengan Paris Saint-Germain dan belum ingin pensiun. Buffon disebut menyimpan impian main di Carrarese, Genoa, dan Lazio.

Buffon bekerjsama sudah ditawari perpanjangan kontrak oleh PSG, tetapi menolaknya, sebab ia ingin kembali ke Italia sesudah satu tahun di Prancis.

"Gigi tidak akan berhenti bermain, ia tidak mempunyai niat untuk pensiun," kata distributor Buffon, Silvano Martina, yang dikutip dari Football Italia.

"Dia bertemu dengan PSG hari ini dan kami tetapkan bahwa perpisahan ialah solusi terbaik. Sekarang klien aku telah meminta dua hari untuk bersantai dan merenung bersama keluarganya wacana apa yang akan terjadi di kala depan," sambungnya.

Buffon ialah kiper 41 tahun yang banyak mendulang sukses di Juventus. Meski sudah sangat tua, Buffon belum kehilangan peminat.

"Setelah mengumumkan kepergiannya, aku banyak sanggup panggilan telepon, tetapi ia belum menciptakan keputusan. Sangat menyenangkan mendapatkan begitu banyak minat," ungkap Martina.

"Selain Juve, Gigi punya minat ke Carrarese, Genoa, dan Lazio di dalam hatinya," si distributor menegaskan.

Kiper Senior Buffon Ingin Bergabung Dengan Carrarese, Genoa, atau Lazio



Valencia Yakin Dapat Mempermalukan Barcelona Di Copadelrey


Valencia Yakin Bisa Mempermalukan Barcelona di CopaDelRey - Ivan Rakitic memendam kekesalan eksklusif ketika Barcelona ditekuk Valencia di final Copa del Rey. Pemain Kroasia itu tak bahagia ditarik instruktur Ernesto Valverde.

Rakitic menjadi starter ketika Barcelona menghadapi Valencia di Estadio Villamarin, Minggu (26/5/2019) dini hari WIB. Pemain berusia 31 tahun itu bermain selama 76 menit, sebelum digantikan Carles Alena.

Rakitic ditarik keluar Valverde ketika Barcelona justru gres memperkecil ketertinggalannya atas Valencia. Gol Lionel Messi di menit ke-73 menciptakan Blaugrana mengubah kedudukan menjadi 1-2, sesudah sempat ketinggalan dua gol.

Lihat juga : Kalahkan MU, Real Madrid Kaprikornus Merek Sepakbola Paling Bernilai di Dunia

Rakitic, yang ingin membantu Barcelona membalikkan keadaan, merasa kesal dengan keputusan Valverde menariknya. Kendati begitu, dia tetap menghormati keputusan sang pelatih.

"Normal bagiku untuk marah, bila saya meninggalkan lapangan dengan tersenyum, mereka harus memberiku wafer," kata Rakitic dilansir AS.

"Aku menghormati keputusan pelatih, saya ingin membantu. Aku sudah mengerahkan semua yang saya miliki di lapangan, itu yaitu reaksiku dan saya tak dapat bilang apa-apa lagi," ungkapnya.

Barcelona alhasil gagal menambah gol lagi hingga berkelahi tuntas. Kekalahan 1-2 menciptakan juara Liga Spanyol itu gagal menggenapkan gelanya animo ini, sementara Valencia alhasil meraih gelar lagi semenjak terakhir juga menjuarai Copa del Rey pada 2008.

"Kami yakin hingga final dapat membalikkan keadaan. Dalam setiap bola, kami berusaha mengerahkan segalanya, tapi kami harus mengucapkan selamat ke Valencia. Kami ingin meraih gelar ganda, tapi pada alhasil kami hanya meraih satu gelar. Sekarang saatnya beristirahat dan memikirkan animo depan," terang Rakitic.


Valencia Yakin Bisa Mempermalukan Barcelona di CopaDelRey

 Valencia Yakin Bisa Mempermalukan Barcelona di CopaDelRey  Valencia Yakin Bisa Mempermalukan Barcelona di CopaDelRey

Kalahkan Mu, Real Madrid Jadi Merek Sepakbola Paling Bernilai Di Dunia


Kalahkan MU, Real Madrid Kaprikornus Merek Sepakbola Paling Bernilai di Dunia - Musim jelek tak menciptakan Real Madrid kehilangan pamor. Raksasa Liga Spanyol itu menjadi merek sepakbola paling bernilai di dunia, mengalahkan Manchester United.

Sebuah laporan tahunan dirilis Brand Finance, konsultan evaluasi merek independen asal Inggris. Dalam laporannya, ia menempatkan Madrid sebagai klub dengan merek paling bernilai di dunia.

Dalam laporannya, Real Madrid menjadi merk dengan nilai tertinggi yaitu 1.646 miliar euro atau sekitar Rp 26.6 triliun. MU di posisi dua dengan 1.472 miliar euro atau Rp 23.7 triliun. Madrid kembali ke puncak daftar ini sesudah terakhir mencapainya pada 2010.

Lihat juga : Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City

Di posisi tiga sampai lima besar ada Barcelona (1.393 miliar euro), Bayern Munich (1.314 miliar euro) dan Manchester City (1.255 miliar euro).

Di posisi enam sampai sepuluh ada Liverpool (1.191 juta euro), Chelsea (968 juta euro), Paris Saint-Germain (914 juta euro), Arsenal (885 juta euro), dan terakhir Tottenham Hotspur (758 juta euro).

Dalam penjelasannya, Brand Finance menyebut Madrid mengalami kenaikan nilai sebesar 26.9% dari tahun kemudian yang hanya berada di posisi dua dengan nilai 1.297 miliar euro.

Sementara MU yang animo kemudian berada di peringkat pertama, turun ke posisi dua dengan penurunan nilai sebesar 5,8 persen dari sebelumnya mencapai 1.564 miliar euro.

Lihat juga : Hasil Liverpool vs Barcelona: Menang 4-0, The Reds ke Final

Kenaikan nilai Madrid didasari dari keberhasilan menjuarai Liga champions sebanyak empat kali dalam lima animo terakhir, yang menimbulkan pendapatannya meningkat drastis.

Selain itu, Madrid juga menempati posisi pertama dalam merk sepakbola terkuat, dengan skor Brand Strength Index (BSI) mencapai 95,5 dari 100, unggul dari rival berat mereka Barcelona (BSI 95,4). Venue performance sangkar Madrid, Santiago Bernabeu, juga menerima skor tertinggi dengan 74,3 dari 100, mengalahkan Signal Iduna Park (Borussia Dortmund) dan Allianz-Arena (Bayern Munich).

"Real Madrid mengatakan tahun ini yang sangat berkuasa di dunia sepakbola. Mereka menang tidak hanya sebagai merek yang paling berharga dan terkuat, tetapi nilai perusahaan dan stadion mereka juga berada di peringkat kedua. Klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Eropa balasannya menuai manfaat dari kinerja spektakuler di dalam dan di luar lapangan dalam kurun waktu 10 tahun," ujar Bryn Anderson, administrator Brand Finance.

Musim ini, performa Madrid sedianya mengecewakan. Mereka gagal mempertahankan gelar Liga Champions dan kalah dalam persaingan gelar LaLiga dengan Barcelona. Karim Benzema dkk juga gagal meraih Copa del Rey, dan hanya merebut gelar Piala Dunia Antarklub pada Desember lalu.

Berikut Merek Sepakbola Bernilai Paling di Dunia versi Brand Finance

Real Madrid 1.646 miliar euro (Rp 26.6 triliun)
Manchester United 1.472 miliar euro (Rp 23.7 triliun)
Barcelona 1.393 miliar euro (Rp 22.5 triliun)
Bayern Munich 1.314 miliar euro (Rp 21.2 triliun)
Manchester City 1.255 miliar euro (Rp 20.2 triliun)
Liverpool 1.191 miliar euro (Rp 19.2 triliun)
Chelsea 968 juta euro (Rp15.6 triliun)
Paris Saint-Germain 914 juta euro (Rp 14.7 triliun)
Arsenal 885 juta euro (Rp 14.3 triliun)





Tottenham Hotspur 758 juta euro (Rp 12.2 triliun)Kalahkan MU, Real Madrid Kaprikornus Merek Sepakbola Paling Bernilai di Dunia

Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris Dari Man City


Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City - Liverpool masih punya peluang untuk merebut gelar juara Liga Primer Inggris dari tangan Manchester City yang berada di puncak klasemen sementara. Berikut skenario Liverpool juara Liga Inggris.

Liverpool ketika ini bertengger di posisi kedua dengan raihan 94 poin atau tertinggal satu angka dari perolehan poin Man City. Namun, segala sesuatu dapat terjadi dalam sepak bola.


The Reds wajib memenangi langgar pamungkas melawan Wolverhampton Wanderers sambil berharap City kalah dari Brighton & Hove Albion. Jika ini terjadi, maka Liverpool dapat meraih gelar ke-19 di Liga Primer dengan nilai 97 atau unggul dua poin dari tim Biru Langit.

Gelar Liga Inggris juga dapat bisa dimiliki Liverpool bila mereka berhasil memenangi pertandingan lawan Wolves sementara The Citizens ditahan imbang Brighton. Artinya Liverpool akan mengantongi 97 poin atau unggul satu angka dari City.




Opsi terakhir, Liverpool dapat memaksakan jalur playoff. Syaratnya, Liverpool bermain imbang 4-4 melawan Wolverhampton di Stadion Anfield dan Man City kalah 0-4 dari Brighton.

Dengan demikian, baik Man City dan Liverpool akan sama-sama mempunyai 95 poin, 91 gol, 26 kebobolan. Liverpool dapat menjadi juara Liga Inggris 2018/2019 kalau sukses mengalahkan Man City di babak playoff.

Lihat juga:Guardiola Tak Peduli Hasil Liverpool
Kemungkinan untuk terjadi playoff memang terbilang kecil. Namun, tak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Terlebih pencinta sepak bola gres saja dikejutkan dengan comeback fantastis dari Liverpool dan Tottenham di Liga Champions.

Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City
Liverpool berhasil lolos ke final Liga Champions dengan agregat 4-3 usai mencukur Barcelona 4-0 di Anfield meski sebelumnya takluk 0-3 di Camp Nou. Sementara Tottenham menang 3-2 di Amsterdam usai takluk 0-1 di London pada leg pertama. (jun/jun) 


 Skenario Liverpool Rebut Juara Liga Inggris dari Man City

Hasil Liverpool Vs Barcelona: Menang 4-0, The Reds Ke Final


Hasil Liverpool vs Barcelona: Menang 4-0, The Reds ke Final - Liverpool melaju ke final Liga Champions 2018/2019. Ini sesudah The Reds mengalahkan Barcelona 4-0 di leg kedua semifinal.

Pada pertandingan yang dihelat di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, Liverpool yang butuh kemenangan minimal selisih empat gol bermain menyerang semenjak menit awal. Mereka harus mengejar defisit 0-3 dari leg pertama.

Liverpool berhasil unggul 1-0 pada babak pertama lewat gol Divock Origi pada menit ketujuh. Masuk di babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas serangan dan terus menggempur Barca.

Baca juga : Man City vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen

Hasilnya mereka berhasil menyamakan agregat 3-3 sesudah dua gol pemain pengganti Gini Wijnaldum dalam rentang dua menit, adalah di menit ke-54 dan ke-56. Liverpool untuk pertama kalinya memimpin pada langgar semifinal ini sesudah Origi mencetak gol kedua sekaligus membawa timnya memimpin 4-0 pada menit ke-79.

Hingga langgar berakhir, Liverpool tetap unggul 4-0 dan alhasil lolos ke final usai menang agregat 4-3. Pasukan Juergen Klopp tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya antara Ajax Amsterdam kontra Tottenham Hotspur.

Susunan pemain

Liverpool: Alisson Becker, Trent Alexander-Arnold, Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson (Wijnaldum 46'), Jordan Henderson, Fabinho, James Milner, Xherdan Shaqiri, Divock Origi, Sadio Mane

Barcelona: Marc-Andre ter Stegen, Sergi Roberto, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba, Arturo Vidal (Arthur 75'), Sergio Busquets, Ivan Rakitic (Malcom 80'), Lionel Messi, Luis Suarez, Philippe Coutinho (Nelson Semedo 60')


Hasil Liverpool vs Barcelona: Menang 4-0, The Reds ke Final

Man City Vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen


Man City vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen - Manchester City selangkah lebih bersahabat ke tangga juara. Gol tunggal Vincent Kompany memenangkan mereka 1-0 atas Leicester City dan kembali memuncaki klasemen.

Menjamu Leicester di Etihad Stadium, Selasa (7/5/2019) dinihari WIB pada sabung pekan ke-37 Premier League, City dibentuk kerepotan. Pertahanan rapat Leicester menciptakan dominasi City tak berbuah apapun pada babak pertama.

Kebuntuan gres pecah di menit ke-70 lewat sepakan deras Kompany dari luar kotak penalti. Itulah satu-satunya gol di pertandingan ini.

Namun satu gol tersebut sudah cukup untuk City kembali memuncaki klasemen. Dengan pemanis tiga poin, Sergio Aguero dkk mengoleksi 95 poin yang mana satu poin di atas Liverpool.

Persaingan gelar pun akan ditentukan di pekan terakhir, di mana City menghadapi Brighton and Hove Albion dan Liverpool melawan Wolverhampton Wanderers. Sementara itu, Leicester tertahan di posisi sembilan dengan 51 poin.

Baca juga : Tragis, Mimpi Man United ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci

Jalannya Pertandingan

Pertandingan dimulai dengan permainan terbuka dari kedua tim. City mencoba menguasai permainan, sementara Leicester memperlihatkan potensi dengan kecepatan transisinya.

Ricardo Pereira menusuk dari kiri untuk Leicester pada menit ke-9 dan melepaskan tembakan. Vincent Kompany memblok bola sehingga tak mengarah ke gawang.

Gantian City mengancam dua menit kemudian. Phil Foden lolos dari pengawalan dan mendapatkan umpan di dalam kotak penalti. Sepakannya masih sempurna ke arah kiper dan gampang ditangkap Kasper Schmeichel.

Leicester punya peluang di menit ke-15. Youri Tielemans mendapatkan ruang tembakan dan melepaskan sepakan dari luar kotak penalti. Namun bola masih relatif lemah untuk untuk menaklukkan Ederson Moraes.

City mengklaim penalti di menit ke-22, yang tak diberikan oleh wasit. Raheem Sterling menusuk dari kiri dan menyontek bola, yang dinilainya mengenai lengan Jonny Evans. Mike Dean tak setuju dan membiarkan sabung berjalan.

City nyaris memetik keunggulan di menit ke-32, dikala tandukan Aguero menyambut sepak pojok mengarah ke gawang. Schmeichel sigap menepis bola sempurna sebelum melintasi garis dan tak ada gol.


Baca juga :  Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam

Dua menit berselang, gantian David Silva menebar bahaya untuk tim tamu. Sepakan first time-nya dari depan kotak penalti tipis saja ke samping kanan gawang.

Bernardo mendapatkan bola di depan kotak penalti dan melepaskan sepakan mendatar. Upayanya masih sanggup tidak boleh Schmeichel. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Sterling membuang peluang di menit ke-53, kala bola liar jatuh kepadanya di tengah kotak penalti. Meski tak terkawal ketat, sundulan Sterling melambung.

Semenit lalu Bernardo melepaskan percobaan, yang masih melambung jauh dari gawang. Sepakan Ilkay Guendogan dari luar kotak penalti terlihat lebih mengancam, tapi masih tipis saja di sisi kiri gawang.

Serangan balik cepat Leicester nyaris berujung fatal untuk City pada menit ke-64. James Maddison mendapatkan bola dari Harry Maguire dan melepaskan tembakan melengkung yang berakhir tipis di kanan gawang.

GOL! City memecah kebuntuan di menit ke-70. Vincent Kompany menaklukkan Schmeichel lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, yang bersarang di pojok kanan atas gawang.

City mulai memainkan tempo permainan, tapi lalu nyaris kecolongan di menit ke-87. Choudhury menusuk dari kiri dan memperlihatkan umpan terukur ke Kelechi Iheanacho. Dalam posisi bebas, Iheanacho mengirim tendangan ke samping kiri gawang.

Sampai pertandingan tuntas, tak ada gol lain tercipta.
 

Susunan pemain:
Man City: Ederson, Walker, Kompany, Laporte, Zinchenko, Silva (John Stones 91'), Gundogan, Foden (Leroy Sane 56'), Bernardo Silva, Aguero (Gabriel Jesus 87'), Sterling

Leicester: Schmeichel, Ricardo Pereira, Evans, Maguire, Chilwell, Ndidi, Albrighton (Demaray Gray 85'), Tielemans (Barnes 75'), Choudhury, Maddison (Iheanacho 80'), Vardy
 


Man City vs Leicester: Gol Kompany Antar Citizens Kembali Puncaki Klasemen

Tragis, Mimpi Man United Ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci


Tragis, Mimpi Man United ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci - Huddersfield Town sudah terdegradasi sedari Maret, dan cuma sanggup empat poin dari 24 adu terakhir. Klub dasar klasemen itu menghancurkan mimpi Manchester United ke Liga Champions.

Meski tidak hingga kalah, adu dengan Huddersfield bisa dianggap sebagai titik nadir penampilan MU ekspresi dominan ini. Dalam adu yang begitu krusial untuk meraih sasaran ke Liga Champions, justru hasil imbang yang didapat Paul Pogba dkk.

Scott McTominay mencetak gol cepat di John Smith's Stadium. Tapi sehabis itu MU ibarat tak punya kemampuan untuk mencetak gol kedua. Sampai pada kesudahannya lewat sebuah serangan balik kilat David De Gea dikolongi dan gawangnya kebobolan. Laga tuntas dengan skor 1-1.

Baca juga : Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam

Tambahan satu poin menciptakan MU harus menghapus mimpi lolos ke Liga Champions ekspresi dominan depan. Dengan hanya ada satu pertandingan tersisa di Liga Inggris ekspresi dominan ini, MU tak mungkin bisa mengejar Tottenham Hotspur di posisi empat klasemen Liga Inggris, yang sekarang unggul empat angka.

Meski MU tengah naik turun dan sangat jauh dari konsisten, hasil imbang di sangkar Huddersfield sejatinya ialah sebuah kekalahan besar. Huddersfield ketika ini berstatus tim juru kunci. Dari 37 adu yang sudah dijalani mereka hanya meraih tiga kemenangan, enam kali imbang (termasuk dengan MU) dan 28 kali kalah.

Bukan sekadar juru kunci. Klub berjuluk The Terriers itu ialah yang pertama terdegradasi ekspresi dominan ini. Pada 30 Maret mereka dipastikan kembali ke Divisi Championship sehabis kalah 0-2 di sangkar Crystal Palace. Atas hasil itu Huddersfield menyamai rekor Peremier League dalam hal klub yang paling cepat terdegradasi, yakni ketika Liga Inggris masih menyisakan enam pertandingan.

Secara teknis, Huddersfield sekarang merupakan klub terburuk di Premier League. Selain poinnya paling sedikit (15), mereka juga tim paling jelek dalam hal poduktivitas (21 gol) dan duduk di urutan dua sebagai klub dengan jumlah kebobolan paling banyak (75).


Tragis, Mimpi Man United ke Liga Champions Dikandaskan Klub Juru Kunci

Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam


Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam -  Liverpool harus menunggu hingga menit ke-86 untuk memastikan diri pulang dengan tiga poin dari markas Newcastle United. Divock Origi menilai semangat The Reds tak pernah padam.

Liverpool susah payah mengalahkan Newcastle 3-2 di St James' Park, Minggu (5/5/2019) dinihari WIB. Si Merah unggul duluan lewat Virgil Van Dijk dan diimbangi oleh Christian Atsu.

Tim besutan Juergen Klopp berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Tapi, Newcastle bisa mengimbangi menjadi 2-2 lewat Salomon Rondon di menit ke-54.

Baca juga : Investor Qatar Dikabarkan Akan Tinggalkan PSG, Cari Klub Baru di Inggris

Liverpool bisa bernapas lega ketika Origi melesakkan gol lewat sundulan di menit ke-86. Gol itu sekaligus menciptakan Jordan Henderson dkk. pulang dengan tiga poin.

"Hari ini ialah pertarungan besar, kami tahu itu sebelumnya. Tidak mudah, tetapi pada balasannya kami mengatakan semangat juang kami dan mendapat tiga poin," kata Origi kepada Sky Sports.

"Saya hanya berusaha melaksanakan apa pun yang aku bisa. Saya bahagia untuk tim. Kami bekerja sangat keras dan ini merupakan kepingan penting trend ini. Kami hanya harus berjuang untuk tiga poin," tegasnya.

Kemenangan ini menciptakan Liverpool memimpin klasemen dengan 94 poin dari 37 laga. The Reds menggeser Manchester City ke posisi dua dengan 92 poin dari 36 laga.



Karena Semangat Liverpool Tak Pernah Padam

Investor Qatar Dikabarkan Akan Tinggalkan Psg, Cari Klub Gres Di Inggris


Investor Qatar Dikabarkan Akan Tinggalkan PSG, Cari Klub Baru di Inggris - Qatar Sports Investments (QSI) dikabarkan tidak puas dengan performa Paris Saint Germain. Muncul rumor mereka akan pergi dan mencari klub lain untuk didanai.

PSG memang memenangi enam titel Liga Prancis dari delapan animo terakhir, termasuk treble domestik semenjak 2015 hingga 2018. Namun PSG hanya tampil elok di dalam negeri saja.

Padahal dikala pertama tiba mengguyur dana besar, QSI berharap PSG jadi klub yang bisa berbicara banyak di Liga Champions. Sementara sejauh ini Les Parisiens paling jauh hanya hingga babak semifinal.

Baca juga : Head-to-Head Barcelona Vs Liverpool: The Reds Belum Takluk di Camp Nou

Serangkaian kondisi tersebut menciptakan QSI dikabarkan akan menarik dukungannya pada PSG. QSI sudah mengeluarkan miliaran euro untuk memperkuat klub PSG, yang sebagian besar dipakai untuk membeli pemain-pemain mahal. Itu belum termasuk membayar pajak, yang kalau ditotal semenjak 2011 angkanya saja mencapai miliaran euro.

Kabar yang beredar meyebut QSI sekarang berniat menanamkan modal ke AS Roma, meski itu lalu dibantah oleh Presiden I Lupi. Isu lain menyebut QSI membidik klub Premier League untuk diberi suntikan dana besar.

Ada empat klub yang diyakini tengah didekati. Mereka ialah Aston Villa, Queens Park Rangers (QPR), Nottingham Forest, dan Leeds United.


Investor Qatar Dikabarkan Akan Tinggalkan PSG, Cari Klub Baru di Inggris

Head-To-Head Barcelona Vs Liverpool: The Reds Belum Takluk Di Camp Nou


Head-to-Head Barcelona Vs Liverpool: The Reds Belum Takluk di Camp Nou - Barcelona vs Liverpool akan disajikan di semifinal Liga Champions 2018/2019. The Reds mempunyai rekor manis di sangkar Los Cules, belum pernah takluk.

Pertandingan leg I semifinal Liga Champions antara Barca dengan Liverpool akan berlangsung di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dinihari WIB. Blaugrana menjadi tim yang masih belum terkalahkan isu terkini ini, tapi mereka tak boleh jemawa.

Dalam 10 pertandingan yang sudah dijalani, Los Cules menang tujuh kali dan imbang tiga kali.

Baca juga : Data dan Fakta Liga Champions: Tottenham vs Ajax Amsterdam

Barca dan Liverpool pernah delapan kali berhadapan di kompetisi antarklub Eropa. Hasilnya, Si Merah masih unggul dalam rekor pertemuan.

Liverpool menang 3 kali, memetik hasil imbang tiga kali, dan takluk dua kali. Kekalahan itu tak pernah didapat Liverpool di sangkar Barca dalam catatan yang dilansir oleh Soccerbase.

Opta juga mencatat bahwa Liverpool merupakan satu-satunya tim Inggris yang sanggup membawa pulang kemenangan dalam lawatan ke sangkar Barca.

Kemenangan itu didapat pada ajang Piala UEFA 1975/1976. Kala itu, Liverpool menang 1-0. Hasil nyata berikutnya dicatatkan pada Liga Champions 2006/2007, Liverpool menang 2-1 pada 21 Februari 2017.
Head-to-Head Barcelona vs Liverpool

Piala UEFA 1975/1976

Barcelona 0-1 Liverpool
Liverpool 1-1 Barcelona

Piala UEFA 2000/2001

Liverpool 1-0 Barcelona
Barcelona 0-0 Liverpool

Liga Champions 2001/2002

Barcelona 0-0 Liverpool
Liverpool 1-3 Barcelona

Liga Champions 2006/2007

Liverpool 0-1 Barcelona
Barcelona 2-1 Liverpool


Head-to-Head Barcelona Vs Liverpool: The Reds Belum Takluk di Camp Nou

Data Dan Fakta Liga Champions: Tottenham Vs Ajax Amsterdam


Data dan Fakta Liga Champions: Tottenham vs Ajax Amsterdam -Tottenham akan menjamu Ajax Amsterdam pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2018/19, Rabu (01/5). Berikut beberapa data dan fakta yang melatarbelakangi pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium ini.

Tottenham dan Ajax sebelum ini gres pernah berhadapan dua kali, yakni di putaran pertama European Cup Winners' Cup demam isu 1981/82 silam.

Waktu itu, Tottenham menang 3-1 pada leg pertama di Amsterdam lewat gol-gol Glenn Hoddle, Mark Falco dan Ricardo Villa. Satu-satunya gol Ajax dicetak oleh Soren Lerby. Pada leg kedua di White Hart Lane, Tottenham menang 3-0 lewat gol-gol Falco, Tony Galvin dan Osvaldo Ardiles. Tottenham menyingkirkan Ajax dengan agregat telak 6-1.

Penampilan terakhir Tottenham, juga satu-satunya, di semifinal European Cup yaitu pada demam isu 1961/62 silam. Itu merupakan demam isu debut Tottenham di Eropa. Mereka menghadapi Benfica dan kalah agregat 3-4 (1-3 tandang, 2-1 kandang).

Penampilan terakhir Ajax di semifinal kompetisi ini yaitu pada demam isu 1996/97. Waktu itu, Ajax berhadapan dengan Juventus dan kalah agregat 2-6 (1-2 kandang, 1-4 tandang).

Baca juga : Campbell: Jual Ozil, Arsenal Bisa Beli 4 Pemain Baru

Di Liga Champions demam isu ini, Tottenham finis sebagai runner-up Grup B di belakang Barcelona. Tottenham kemudian menyingkirkan Borussia Dortmund (3-0 kandang, 1-0 tandang) di babak 16 besar, dan Manchester City (1-0 kandang, 3-4 tandang) di perempat final.

Ajax melalui perjalanan yang sangat panjang di Liga Champions demam isu ini. Ajax menyingkirkan Sturm Graz di second qualifying round (agregat 5-1), Standard Liege di third qualifying round (agregat 5-2), dan Dynamo Kiev di play-off (agregat 3-1).

Ajax kemudian lolos sebagai runner-up Grup E di belakang Bayern Munchen, kemudian menyingkirkan juara bertahan Real Madrid (1-2 kandang, 4-1 tandang) di babak 16 besar, dan Juventus (1-1 kandang, 2-1 tandang) di perempat final.

Gol terbanyak untuk Tottenham di Liga Champions 2018/19 sejauh ini: Harry Kane (5).

Gol terbanyak untuk Ajax di Liga Champions 2018/19 sejauh ini: Dusan Tadic (6).


Data dan Fakta Liga Champions: Tottenham vs Ajax Amsterdam
 

Campbell: Jual Ozil, Arsenal Dapat Beli 4 Pemain Baru


Campbell: Jual Ozil, Arsenal Bisa Beli 4 Pemain Baru - Mantan striker Arsenal, Kevin Campbell, menyarankan The Gunners untuk menjual Mesut Ozil isu terkini depan dan membeli empat pemain baru.

Musim lalu, Arsenal mengalami situasi yang sulit dengan Ozil. Sang pemain dirumorkan akan meninggalkan London Utara sehabis ia tidak kunjung memperpanjang kontraknya di Emirates Stadium.

Baca juga : Sulit Gaet De Ligt, Juventus Bidik Bek Manchester City

Setelah proses perundingan yang panjang, Arsenal akibatnya sukses mempertahankan Ozil. Mereka memberikannya kontrak dengan honor 350 ribu pounds per pekan.

Nilai ini jauh di atas rekan-rekannya di Emirates. Namun, donasi pemain asal Jerman itu tak sebanding dengan gajinya.


"Jika itu terserah saya, Ozil akan pergi. Saya tidak berpikir ia berkontribusi cukup untuk Arsenal. Dengan cara Liga Premier berjalan, aku rasa ia tidak cukup membantu Arsenal," kata Campbell di Soccerway.


Tak Sepadan



Menurut Campbell, honor besar Ozil tak sepadan dengan pendapatannya di Emirates Stadium.

“Apakah Ozil pemain yang sangat berbakat? Tentu saja. Tapi ia tidak melaksanakan yang cukup untuk saya. Dengan upahnya, itu sanggup mendatangkan empat pemain. Dan itu mungkin empat pemain serbaguna."


“Dengan upah satu orang, Anda mendapat empat peluang untuk meningkatkan skuat, maka itu harus diprioritaskan. Pemain yang lebih fungsional sanggup menciptakan Arsenal lebih baik. Arsenal belum mempunyai tipe pemain menyerupai itu dalam beberapa tahun terakhir dan mereka perlu mendapatkannya kembali," Campbell menambahkan.

Statistik Ozil
Musim ini, Ozil telah membela Arsenal dalam 31 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menyumbangkan enam gol dan tiga assist.


Campbell: Jual Ozil, Arsenal Bisa Beli 4 Pemain Baru

Sulit Gaet De Ligt, Juventus Bidik Bek Manchester City


Sulit Gaet De Ligt, Juventus Bidik Bek Manchester City - Juventus nampaknya sudah mengalah mengejar bek muda Ajax Amsterdam Matthijs de Ligt. I Bianconeri telah menyiapkan alternatif lain untuk posisi bek kanan.

De Ligt awalnya jadi buruan utama Juventus untuk meregenerasi lini belakang. Trio bek andalan Juventus, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli sudah tergoda usia. Bahkan nama terakhir bakal pensiun selesai ekspresi dominan nanti.

Baca juga : Dua Pemain Manchester United Dipaksa Turun Saat Diimbangi Chelsea

Sayangnya sangat sulit membajak De Ligt dari Ajax. Banyak klub kaya Eropa yang juga meliriknya. Barcelona yang sekarang dijagokan untuk mendapat De Ligt.

Juventus pun ibarat sudah mengakui kalah bersaing dengan Barcelona. Kini I Bianconeri sudah tak lagi mengejar De Ligt dan mencari incaran lain.


Menurut media Argentina Ole, Juventus tertarik merekrut bek kawakan Nicolas Otamendi dari Manchester City.

Jadi Cadangan



Peluang mendapat Otamendi sangat besar. Harganya murah, tidak ada pesaing berarti dalam perburuan eks pemain Malaga tersebut.

City juga tidak akan menghalangi kepergian Otamendi. Pasalnya Otamendi sudah bukan pilihan utama manajer Josep Guardiola.

Otamendi kalah bersaing dengan Aymeric Lapore, Vincent Kompany sampai John Stones.


Sulit Gaet De Ligt, Juventus Bidik Bek Manchester City

Dua Pemain Manchester United Dipaksa Turun Ketika Diimbangi Chelsea


Dua Pemain Manchester United Dipaksa Turun Saat Diimbangi Chelsea - ditahan 1-1 ketika menjamu Chelsea di Stadion Old Trafford, Minggu (28/04/2019). Laga tersebut sangat krusial bagi kedua tim karena memilih langkah mereka dalam perebutan posisi empat besar atau zona Liga Champions di animo depan.

Hasil imbang ini merugikan buat Manchester United. Jika bisa menang, Manchester United bekerjsama bisa melampaui peringkat lima Arsenal dan menyamai perolehan poin Chelsea yang berada di urutan empat.

Baca juga : Bayi Nikita Mirzani Lahir Sehari Setelah Ultah Ayahanda Dipo Latief

Selain gagal menang, Manchester United kehilangan dua pemain penting jawaban cedera. Manajer Ole Gunnar Solskjaer memberi info terbaru soal cedera Eric Bailly dan Marcus Rashford yang terpaksa turun meskipun cedera.

Bailly ditarik keluar dari lapangan pada menit 71. Cedera ini merupakan pukulan bagi Bailly di selesai animo ini. Menurut Solskjaer, Bailly akan melewatkan sisa pertandingan melawan Huddersfield Town dan Cardiff City.

Dikutip dari Manutd.com, Solskjaer beranggapan bahwa apa yang dialami Bailly bukan cedera lutut terburuk. "Dia akan membutuhkan pemindaian besok, tapi aku pikir itu bukan cedera lutut terburuk," kata Solskjaer.

“Dia akan keluar untuk sisa animo ini, aku tidak berpikir kita akan melihatnya lagi sebelum animo depan. Tetapi ia yaitu seorang pejuang dan bermain dengan baik hari ini. Dia tampil hening dan sangat disayangkan bahwa ia harus turun," lanjut Solskjaer.

Solskjaer juga menyebut bahwa Marcus Rashford cedera tetapi dipaksa melawan Chelsea. Rashford hanya bermain selama 65 menit ketika Manchester United berduel melawan Chelsea.

"Rashy berjuang dengan bahunya dan tampil selama satu jam, tetapi ia tidak bisa berbuat lebih banyak," kata Solskjaer.

Menurut Solskjaer, kondisi Rashford masih harus dilihat apakah akan bisa tampil ketika Manchester United menghadapi Huddersfield pekan depan.


Dua Pemain Manchester United Dipaksa Turun Saat Diimbangi Chelsea